Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

18 Juli 2012

Puisi Cukup Bingung


Sorry ya, cuma bisa ngasih puisi nggak bermutu buat kalian. Soalnya saya lagi nulis request dari temen tentang PHP. Sabar ya buat temen-temen, sekarang nikmatin aja puisi buruk ini. :)

5 Juli 2012

PintaKu untuk Ibu


Dia akan selalu ada dalam desah nafasmu, karena dia ada di setiap jiwa manusia
Berbicara soal Ibu selalu ngebuat gue gemetar, entah kenapa tiba-tiba air mata mengalir begitu saja. Semua pikiran menyatu gitu aja waktu mikirin Ibu, entah itu senang karena masih ada Ibu disana, sedih karena perjuangannya selama ini, takut... iya, takut, gue takut Ibu pergi dan tak kembali dan semua itu akan terjadi. Entah itu Ibu yang mendahului bisa saja gue. Dan rasa itu lagi gue rasain sekarang.

29 Juni 2012

Puisi saat Malam Hujan



Paragraf cinta, sebuah puisi yang melambangkan patah hati yang gue buat pada 06 Juni 2012 di malam hujan. Sedih banget kalo kamu tahu artinya. Sebuah penyesalan, kesalahan, egois, keakuan, dan keikhlasan yang selalu terpanjat do’a untuk yang disana.. siapa ya? Hahah. Oke, simak aja nih puisi dengan seksama, mmm.

16 April 2012

Puisi Malam Hari


YUP.. Kenapa judulnya Puisi Malam Hari, karena di buat pada malam hari yang sepi seperti biasa. Tapi selalu mencoba melawan tangis dalam haru yang mendalam.

Setelah bingung mau posting apa, mendingan iseng-iseng berbagi puisi yang nggak bagus-bagus amat. Tapi, bagaimana pun ini membuat hati saya plong. Semoga pembaca bisa menikmati jamuan dari blog saya. :D

16 Maret 2012

Puisi yang Aneh


Terserahmu

Sirnah sudah harapan bersamamu
Hatimu berbalik ke lain arah
Kelopak mawar yang layu
Tak’ terkena cahaya tenangmu

Biarlah sayapmu bebas melihat dahulu
Terbias secerca harapan untukku
Menjaga mutiara hati
Agar bersinar di lain waktu

Waktu kau dan aku bersatu
Memegang jemari erat
Lupakan saja
Bila kau tak lagi cinta

Janjimu

Generasi mengubur kenangan
Janji yang tidak pernah terungkap
Semua menepi melihatmu
Dan kini janji telah sirnah
Kau tak hadir malam ini
Menemani sepi dan pandangan
Gugusan benua tidak akan membalas janjimu
Janji yang telah kau ucap
Lewat semua perintahmu
Penderitaan masih lekat dalam hidup
Menangislah kau dipelukkanku
Aku akan selalu menjaga
Janjiku, tanpa membencimu


Denganmu

Berdegup hati gelisah
Bergetar kaki bertemu
Lugu wajahmu tersenyum
Terasa melihat samudra
Luas cahaya keabadian
Segenap rasa kerinduan
Yang tertinggal bayangmu
Senja membuat ingatan
Dikala kita terpesona
Kekasih, aku cinta kamu


26 Februari 2012

Puisi Bebas




Bersinar Bebas
Sejenak aku meresapi tangis
Datang malam ini dan pergi siang hari
Malam penuh derita membunuh harap
Siang menghibur membawa tawa penuh arti

28 Desember 2011

Puisi Cinta

 
Tanpa Cintamu

Malam-malam kulewati sepi tanpamu
Aku tidak bisa tertawa lepas di bawah penderitaan
Takut akan kau yang tidak tercipta untukku
Padahal cintaku takhluk olehmu
Berikan jawaban untuk pertanyaanku Tuhan
Apakah kau rela membiarkan aku menderita menahan rasa cinta?

9 Desember 2011

Cinta tak Bertepi

Deritaku takkan abadi
Karena kekasih di sisi
Aduhai kekasih istimewa
Pegang erat jemariku

Cintaku takkan pudar
Meski sang ombak menerpa
Aduhai kekasih harapan
Redahkan emosi jiwa

Acap kali tak berimbang
Derita menggores luka
Seluas pada pasir
Selebar langit biru

Tapi...
Cintamu tetap kokoh
Terlelap dalam mimpi
Bersama harapan
Yang tiada bertepi

3 Desember 2011

To Indonesia

Indonesia bak Raja bermahkotakan emas
Yang terkenal di seantero dunia
Siapa yang tak bangga singgah ditempatnya
Dengan nuansa indah di setiap penjurunya

Harmoni budayanya menjadi satu
Dengan karismatik yang mencerminkan Pahlawannya
Jati darinya ada di Hati setiap penghuninya
Dengan semangat yang tak mudah goyah

Semangat, cinta dan benci berpadu menjadi satu
Berpadu menjadi sebuah atmosfer kesetaraan budayamu
Tanah surga Indonesia, menjadi nyawa bagi kami
Semangat pejuangnya, menjadi kebanggaan bagi kami

Tak khayal jika melihat elok Indonesia
Indah jinggamu hiasi petangmu
Alunan melodi syahdumu membangun raga para pahlawanmu
Di Ufuk Barat tergambar merah putihmu