Tampilkan postingan dengan label Kritik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kritik. Tampilkan semua postingan

21 Agustus 2013

Ciri-ciri Pengikut Syi'ah di Indonesia

Indonesia tengah menjadi target Syi’ahisasi besar-besaran. Hingga kini banyak pengikutnya berada di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.
Jumlah penganut Syiah di Indonesia Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rakhmat, pernah mengatakan kisaran jumlah penganut Syiah di Indonesia , “Perkiraan tertinggi, 5 juta orang. Tapi, menurut saya, sekitar 2,5 jiwa,” kata Kang Jalal, sapaan Jalaluddin Rakhmat. Pemeluk Syiah, kata Kang Jalal melanjutkan, sebagian besar ada di Bandung, Makassar, dan Jakarta. Selain itu, ada juga kelompok Syiah di Tegal, Jepara, Pekalongan, dan Semarang; Garut; Bondowoso, Pasuruan, dan Madura.

3 Juli 2013

Insiden Siram Air Teh TV One - Munarman atau Munarwoman?


SAYA baru tahu kalau cara menyuguhkan teh manis pada orangtua adalah dengan cara menyiramnya. Apakah hal ini akan saya lakukan pada orangtua saya, orangtua teman, atau orangtua pacar?  Dan Hmmm, karena saya masih waras dan nganggap diri masih punya adab, maka nggak akan saya lakukan. Berbeda halnya dengan Munarman yang pada Jumat di siaran TV One menyiram secara sepihak seorang narasumber yang dianggap menyela ucapannya.

1 Juni 2013

Filosofi dan Joke Gegabah Tentang Pemerkosaan

PEMERKOSAAN, sudah menjadi kasus kejahatan yang 'familiar' alias gampang ditemukan di koran-koran kuning maupun media online. Pemerkosaan, juga kerap kali diambil sebagai nilai jual dalam bentuk produk untuk meningkatkan libido manusia: film porno (baca bokep). Jangan lupakan mengenai bahasa-bahasa artikel di korang kuing (koran ecek-ecek) dengan deskripsi bagian pemerkosaan yang 'detail' atau judul yang 'bombastis'.

31 Mei 2013

Mereka Gangguan Jiwa dan Kita



Bismillah …

Kita adalah sesama manusia, kita adalah satu, kita mempunyai mata, hidung, telinga, dan mulut. Meskipun ada perbedaan, kita tetap sama, kita tetap manusia. Kita semua ingin hidup dalam keadaan utuh dan tanpa gangguan apapun. Jika kita lihat sekeliling, kita akan menemukan seongok manusia yang raganya tidak utuh dan yang jiwanya terganggau.  Disana, kalian menjauh, kalian menghindar, kalian tidak memberikan sesuatu, atau mungkin diam dalam ketakutan.

Jokowi Pura-Pura Tolak Filmnya Sendiri?


UJUG-UJUG film bertitel Jokowi siap dirilis pada 20 Juni mendatang. Bukannya 'senang' kisah hidupnya difilmkan, Jokowi malah menolak film yang dinilainya terlalu berlebih-an. Beneran menolak, atau 'pura-pura' menolak demi sebuah 'citra' innocent dan merakyat yang selama ini dipegang kukuh? Kenapa setelah film setelah selesai dibuat, Jokowi langsung 'kelihatan' menolak?

19 April 2013

Sholat Jadi Olok-olok Dalam Video SMA 2 Toli-toli



Jiah, ketemu lagi sama orang paling jelek di dunia barkah. Setelah lama tak jumpa karena ada urusan yang lebih perioritas. Apakah itu? Taulah kalo anak SMK pasti ada yang namanya masa praktek lapangan dan itulah inti dari sebuah sekolah kejuruan. Lumayanlah dua bulan. Tapi gue nggak mau ngebahas masalah yang menurut lo nggak penting. Ini nih, yang penting dan paling penting buat kalian yang memang sadar akan dunia ini semakin kejam dan sangar.

ADA begitu banyak hal untuk jadi menyenangkan, tapi tidak mengarah pada kemungkinan yang bersifat menistakan agama. Di negeri Paman Sam, perangkat kekristenan kerap kali jadi bahan olokan di film-film Hollywood. Sebut saja film komedi koplak kayak Scary Movie 2 atau yang terbaru The Haunted House, atau potongan/selentingan dialog yang mengarah pada bercandaan 'bahaya' yang menyeret-nyeret nama Yesus. 

21 Februari 2013

Rhoma, Mata Najwa, dan Sperma


SANGAT disayangkan saya baru mengetahui kabar ‘mempermalukan dirinya’ Bang Rhoma Irama di acara Mata Najwa episode Mendadak Capres. Sebelum menyimak videonya di youtube, sekira 4 ribuan komentar rata-rata mengurai rasa yang sama: protes, kritik, cacian, dan kelakar. Belum lagi saat nemu artikel yang membahas SPERMA. Yang tidak lain adalah akronim dari Serikat Pendukung Rhoma Irama.

Huahahaha! Kacau! Dan saya berusaha meredam ngakak saya saat menulis artikel ini. Mari lanjutkan! Maooong (dan kalian menjawab begitu).

Rhoma ber-SARA Ria di Mata Najwa

Mata Najwa adalah acara bincang-bincang yang dipresenteri Najwa Shihab dan tayang di Metro TV. Episode Mendadak Capres adalah tema yang kembali dikemas dengan narasi pembuka menggelitik dan kritis. Selaras dengan pertanyaan to the point Najwa yang cenderung ’seukeut’ dan nggak kenal basa-basi. Najwa membuka pertanyaan yang simpel dan mendasar, kemudian mengeksplorasi kemampuan menganalisanya ketika mendapati jawaban narasumber.

Dan Rhoma Irama, tampil dengan kacamata hitam dan jas hitam yang kata teman saya mirip mafia. Kita anggap saja Rhoma sedang sakit mata atau sedang sensitif terhadap cahaya lampu studio, tapi penampilannya cenderung mengundang rintihan tawa (lol). “Belum apa-apa udah ngakak,” begitu teman saya mengatakannya.

Foto: Google
Tapi sudahlah, saya berkata, mari kita simak jawaban sang legenda dangdut ini. Meskipun kita semua tahu karakteristik jawaban dan bicara sang ulama, dan di sini kita pun tahu Rhoma tampaknya ingin dinilai lebih politis dan diplomatis. Tapi masuk ke Mata Najwa bisa jadi kayak masuk ke dalam kandang macan. (Tak bisa dibayangkan pula bagaimana wow-nya Najwa jadi macan maong) Tapi tentu bukan itu, maksudnya adalah, kita sedang berhadapan dengan seorang jurnalis yang peka dan ‘licik’. Dia bisa sangat mampu menelanjangi kita hanya dari satu pertanyaan dasar. Menelanjangi? Yeah, kita menyebutnya metafora.

Dan Rhoma terseret oleh sang macan yang tak hanya memancing, namun menerkam. Akhirnya karena ketidakhati-hatian atau memang ‘cuma segitu’ paradigma narasumber, kita sebagai penonton pun tahu. Di acara begituan, Rhoma tidak bisa meny-setting kalimat-kalimat buram. Semua harus jelas sampai diketahuilah kalau dia memang lumayan (atau sangat) peka dan sensitif dengan etnis tertentu yang katanya makin hari makin merajai panggung birokrat.

Dan pernyataan Rhoma berbau SARA itu sudah terendus di kalimat yang bisa saya tulis ulang sebagai berikut. Yakni saat Najwa tak mengerti kalimat buram yang dikatakan Rhoma hingga akhirnya jelaslah sudah kalau sang Raja Dangdut sensitif terhadap kalangan etnis (Tionghoa) yang duduk di bangku birokrasi.

” … katakanlah seperti di jakarta yang menjadi kontroveris di pemilu kemarin.  Misalnya .. karena inilah kalau kita ucapkan barangkali tidak .. saya rasa bisa dirasakan tanpa diucapkan secara jelas.”

“Ada hal yang tidak biasa dan satu kecemasan, dan satu kegelisahan di kalangan umat dan ini yang terjadi sebetulnya saat ini. Nah kebetulan saya berada di pusaran itu dengan diadilinya saya di Panwaslu. Itu sudah, umat sudah menilai bahwa ini mengadili agama, mengadili Al-quran

“Dan kali ini secara politik mereka mulai begitu agresif. Dan ini yang mencemaskan anak bangsa dan umat Islam. Ini juga mengacu pada demokrasi kita terlal dini mengacu pada demokrasi liberal seperti Amerika.”

Saya hanya bisa tertawa mendengarnya dan meredam diri untuk mengurai komentar sarkastis. Tapi karakter seperti Bang Rhoma ini memang menjadi satu tipikal masyarakat Indonesia. Namun untuk menjadi publik capres, tentulah harus hati-hati mengemas kata-kata dan opini pribadi. Dan kejujuran Bang Rhoma ini sudah bisa dikategorikan sebagai tindakan gegabah lantaran bagaimanapun dia adalah publik figur.

Foto: Google

Mengetahui komentar itu saja kita tahu ternyata dia memang benar-benar SARA saat kasus ceramah dan dipanggilnya oleh Panwaslu tempo hari. Kala itu karena dalam konteks ceramah yang bersifat kelompok, maka hal itu bukanlah pelanggaran. Tipikal ulama ‘begitu’ pun sudah biasa saya temui kala pengajian di masjid-masjid pedesaan. Itu pun pas saya masih bocah. Sebab makin ke sini ulama tidak lagi berpikiran kolot dan lebih menjunjung tinggi pluralisme. Lakum dinukum waliyadin!

Yang paling menggelikan sih saat Rhoma berkali-kali merasa mewakili suara umat muslim. Dengan kata ‘umat’ untuk mengganti kata ‘kelompok muslim’, dan ‘anak bangsa’ untuk menyebut ‘kelompok waga dari berbagai etnis dan agama’. Sayang sekali pikiran kolot menyamaratakan umat muslim sebagai ‘anti-etnis’ itu diungkapkan di hadapan publik. Sebab yang mendengar pernyataan itu tentu tak hanya yang segolongan dengan Rhoma, tapi kelompok muslim yang tidak keras, atau agama dan etnis lain. Sungguh disayangkan.

Pernyataannya soal ‘pengadilan dirinya di Panwaslu sama dengan mengadili agama, mengadili Al-Qur’an juga kalimat yang kurang hati-hati dan tidak tepat diutarakan di media televisi dengan kemungkinan penonton meraup jutaan orang.

Di sesi kedua, ada VT mengenai perjalanan sang ‘megabintang’ mulai dari isu kontra kepada goyang Inul sampai ke poligami. Dan baru tahu saya ternyata beliau pernah 11 tahun dicekal nggak boleh tayang di TVRI dan ijin konsernya dicabut. Ini karena dia dianggap berhaluan sama PPP dan ogah masuk Golkar. Meski pada 1992 dia masuk Golkar juga.

Najwa mengetes narasumbernya dengan isu nasional untuk menguji analisa sang ‘capres’. Di sini Bang Rhoma terlihat tidak menguasai sehingga sebagai penonton kita malah berbalik kasihan ;p. Ketika ditanya soal kehidupan pribadi, poligami pun ia cenderung menolak. Ah, ah Bang Rhoma. Apa mungkin saya harus setuju sama komentar di youtube kalau sebaiknya Abang menyanyi saja ketimbang ‘mempermalukan diri begitu?’

SPERMA

Sperma sebagaimana yang kita tahu adalah cairan  hasil ejakulasi dari penis lelaki. Tapi dijadikan semacam singkatan “Serikat Pendukung Rhoma Irama” untuk menamai sebuah fanpage facebook yang didirikan tanggal 17 November 2012. Sampai sejauh ini sudah ada 300-an fans dan kronologi diisi artikel-artikel Rhoma Irama.

lintasberita.com

Entah apa maksudnya, apakah ini sejenis lelucon atau dukungan murni. Tapi dengan SPERMA? Ayolah, Kawan (ngakak). Secara filosofis, deskripsi fanpage itu boleh juga sih:

SPERMA - merupakan unsur terpenting dalam awal kehidupan seorang manusia, begitu jugalah dengan Bang Haji Rhoma Irama, yang diharapkan bisa menjadi SPERMA untuk awal kehidupan bagi Indonesia baru.

Tapi apa tidak kontras yah, dengan atribut keagamaan yang melekat kuat dalam Bang Haji? Entahlah, begitu menarik sekaligus konyol!

Konklusi Kucing Meong

Entah apa yang ada di kepala Bang Rhoma. Atau entah apa yang ada di pikiran kita, menghargai kejujurannya? Atau mengutuk paradigmanya? Tapi bersediakah punya capres dengan titel mahasiswa drop out? Yeah, setidaknya kita bisa mengetahui kekayaan intelektual seorang seniman dangdut seperti Rhoma Irama. :D

BONUS!



24 Januari 2013

Jokowi Ahok Ditepuktanganin, TV One Digoblokin


Malang benar nasib TV One yang dalam belakangan ini dikeparatin ‘banyak’ orang di dunia maya. Gara-gara reporter TV One dianggap ‘kurang santun’ bertanya pada relawan, beberapa orang setuju apa yang dilakukan TV one tidak etis. Belum lagi soal ‘kemanjaan’ Jokowi yang ‘ngambeg’ lantaran TV one ‘ingkar janji’ pas acara live interview.

8 Januari 2013

Memperolok dengan Etis


Siapa pun tidak suka di perolok, siapa pun tidak suka di cela dan di tertawakan. Tapi, di dunia yang keras ini, kita nggak bisa berharap banyak. Santai aja, enggak usah jadi drama. Jadi ketika kamu sadar kamu jadi bahan olok-olokan, yang mesti kamu lakukan adalah…. Diam.

27 Desember 2012

Penyebab Generasi Abal - Abal


Sangat pantas untuk mengatakan ‘Miris!’ untuk para anak-anak yang nantinya akan menjadi penerus bangsa ini, apalagi kalau bukan negara Indonesia. Kenapa gue bisa mengatakan kalau hal itu miris? Kalau memang kalian sangat jeli dalam memerhatikan tumbuh kembang anak, kamu pasti tahu. Itu loh, anak-anak polos yang ‘teracuni’ modernisasi. Kita tidak mesti terus melihat masa depan kita, tapi kita seharusnya mempersiapkan generasi yang mandiri, kreatif, dan berkarakter. Dan itu seharusnya dibentuk sedari kecil.

11 Desember 2012

Kalo Lo Kaya, Lo Bisa Beli Hukum


FAKTA miris yang kita semua sebagai umat manusia amini adalah, bahwa yang kaya lebih berbahagia dan aman dibanding yang miskin. Tapi Tuhan memberikan sesuatu pada hambanya karena alasan-alasan. Karena lebih sering kekayaan adalah cobaan, bukan anugerah. Kekayaan yang disalahgunakan akan mencelakakan diri dan merugikan orang lain. Untuk kemudian, mereka boleh kaya, tapi nama baik di mata masyarakat, diri, dan Tuhan, tidak mereka punya.

10 Desember 2012

Ciri Khas Boyband dan Girlband LOKAL


Beginilah refreshing gue kalo lagi bete dan mood yang ancur. Saat gue lagi menghadapi UAS dan masalah menumpuk, scedule full sampe-sampe nggak sempet modol. Emang sih, gue udah mau beranjak gede, makin beranjak juga tanggung jawab. Oke, cukup curcol gue yang kelewat lebay dan apa-apaan. Kali ini gue mau bahas tentang BoyBand (BB) bukan Black Berry =,,=, dan GirlBand (GB).

3 Desember 2012

Style Menggelikan Batik Bola


Nasionalisme seseorang memang tidak dilihat dari apa yang dikenakan. Tapi menggelikan rasanya kalau dulu, batik dianggap kuno dan kalangan urban sama sekali tak mau menyentuhnya. Setelah sempat diklaim Negara tetangga, batik mulai diperhatikan dan dijadikan sebagai identitas bangsa. Tapi, apa jadinya kalau batik sebagai identitas sudah ‘dicemari’ unsur-unsur ‘western’ sehingga membuatnya menjadi konyol?

3 November 2012

Konyol, Usulan Pengubahan Lirik Lagu Indonesia Raya


SEJENIS ehem-ehem mana yang berani-beraninya mengusulkan supaya lirik lagu nasional kebanggaan RI diubah. Apalagi dengan alasan yang ‘apa-apaan’: agar sesuai dengan kekinian. Hancurlah sudah sakralitas lagu ini kalau pemerintah mengabulkan usulan tersebut. sebagian lirik lagu ini sebenarnya dengan kurang ajar sudah diubah pada saat anak-anak sekolah membawakan lagu tersebut di Museum Sumpah Pemuda untuk merayakan Hari Sumpah Pemuda. (28/10/2012).

26 Juli 2012

Padamu Negeri Kami Korupsi


Jamban Modern Tahun Ini.

Cuma mau berbagi artike singkat yang lumayan nyelekit. Simak gan!

Sebagai warga negara indonesia yang ‘baik’ dan ‘berbakti’ pada negara pasti temen-temen tau lagu wajib yang sering dinyanyiin waktu upacara, lumayan gemeter kalo nyanyiinnya menghayati. Coba nyanyiin lagu dibawah ini:

Padamu Negeri Kami Berjanji
Padamu Negeri Kami Berbakti
Padamu Negeri Kami Mengabdi
Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami

6 Juli 2012

Narsis, Tanda Alami Gangguan Mental?



Hidayatullah.com--Narsis atau yang dalam istilah ilmiah disebut Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah gangguan psikologis ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa ingin dikagumi.


Narsis termasuk salah satu dari tipe penyakit kepribadian. Seseorang yang menderita gangguan narsis biasanya diiringi juga dengan pribadi yang emosional, lebih banyak berpura-pura, antisosial dan terlalu mendramatisir sesuatu.


24 Juni 2012

Saat Artis Inggris Memproklamirkan Keislamannya


ONE DIRECTION adalah boyband dari Inggris yang lahir dari ajang X-Factor yang digawangi oleh Simon Cowell. Mereka memunculkan album debutnya Up All Night pada akhir 2011 dan sukses di Inggris. Salah satu personelnya pada Juni tahun ini membuka keislamannya dengan menulis twitter kalimat syahadat. Sebenernya nih ya, Saya baru tau kalau itu adalah Zayn Malik. Pada tanggal 09 Juni lalu, teman Saya di Twitter  dion keren \:D/  dan lalu saya balas kalau vokalis Sheila On 7 itu lebih keren. Dan teman Saya menimpali lagi kalau....

20 April 2012

Definisi Acungan Jari Tengah Sang Gubernur



Salah satu berita yang bikin saya guli-guling di kotoran kebo, sampe harus mandi 10 kali. Yup, baru-baru ini seorang gubernur terlihat mengacungkan jari tengah di dalam sebuah foto. Gambar yang diambil pada 15 April itu, dia berfoto bersama anak-anak muda yang beberapa diantaranya bergaya dan berpose. Termasuk dengan menunjukkan sembol-simbol tertentu dalam isyarat tangan.

13 April 2012

'Bang Maman dari Kali Pasir': Bukan Untuk Kelas 2 SD



Bang Maman dari Kali Pasir adalah cerpen yang ada dalam sebuah kolom lembar LKS muatan lokal ‘Pendidikkan Lingkungan Budaya Jakarta’ untuk kelas 2 SD. Entah siapa yang membuat materi tentang cerpen tersebut, tapi kisah dalam cerpen ini memang punya konten dewasa, lengkap dengan cerita rumah tangga yang menghiasi. Artikel kali ini hanya membahas tentang konten dari cerpen dalam LKS yang kini sudah di tarik oleh penerbit.

25 Maret 2012

Tipikal Masyarakat Indonesia


AO. Tulisan ini bukan bermaksud untuk menyudutkan masyarakat kita sendiri dengan sesuatu yang terdengar provokatif. Tapi kalau kalian mempunyai pikiran yang positif, apa yang saya jabarkan dibawah ini akan membuat kalian dapat membenahi pemikirannya dan memperbaiki segala keburukkan. Dan perlu diketahui saya mengenal tipikal, artinya mayoritas dari yang terlihat. Jadi buka menyamaratakan.