22 November 2013

Horror Spectacular "CARRIE"


 
CARRIE adalah salah satu novel best seller Stephen King yang dibuat ke dalam film pada 1976. Kabar kalau film ini akan di-remake, menjadi kabar bahagia bagi pecinta film Carrie yang fenomenal itu. Bagaimana tidak? Film Carrie adalah salah satu horor legendaris. Tokoh Carrie White sang gadis yang memiliki kemampuan telekinetik pun menjadi salah satu ikon horor yang paling dikenal hingga sekarang. Hingga akhirnya proyek film Carrie sudah bergaung sejak 2011, dan pada November 2013 ini baru saja menghiasi bioskop-bioskop dunia. Seberapa menariknya film ini? Cicipi saja artikel saya! Miuw ...

Plot
Carrie White adalah gadis belia yang diasuh oleh seorang ibu single parent bernama Margareth White. Margareth sendiri adalah perempuan eksentrik dan fanatik terhadap agama tertentu. Ia adalah seorang penjahit yang eksentrik. Carrie sendiri punya bakat memindahkan barang. Perlahan namun pasti, bakatnya ini ia pupuk sedemikian rupa hingga akhirnya ia yakin ia punya keanehan.

Di sekolah, Carrie tak memiliki seorang teman. Apalagi seorang pacar. Ia adalah salah satu wajah murid yang terbuang, yang selalu ada di sekolah-sekolah. Suatu hari sehabis pelajaran olahraga, semua murid puteri mandi di kamar mandi puteri. Carrie di kamar mandinya, terkejut melihat begitu banyak darah saat ia di bawah shower yang menyala. Ternyata menstruasi pertamanya itu membuatnya panik sendiri. Ia menjerit ketakutan dan membua teman-temannya bingung. Hingga pada akhirnya ia dijadikan bulan-bulanan dan salah teman yang kerap kali mem-bully-nya bernama Chris Hargensen memvideokan aksi aneh Carrie.
 

Sejak saat itu Carrie diledek teman-temannya. Margareth pun dipanggil ke sekolah dan keesokan harinya Chris mengunggah video memalukan itu ke youtube hingga banjir viewer. Karenanya, Chris dan temannya Sue Snell yang dianggap biang keladi atas dipermalukannya Carrie, dihukum. Guru olahraga/gym teacher yang bernama Miss Derjadin, melarang Sue dan Chris menghadiri Porm Night.

Karena hal ini Chris mendendam dan ingin mempermalukan Carrie. Sementara Sue yang ibunya adalah teman baik Margareth, merasa kasihan pada Carrie. Sue menyuruh pacarnya yang bernama Tommy Ross, untuk menjadi pasangan porm night Carrie. Awalnya Carrie merasa enggan, tapi masuk lingkaran sosialisasi sekolahnya adalah impiannya yang tak terbendung. Akhirnya ia dan Tommy menjadi pasangan porm night dan kemudian mereka dinobatkan sebagai Queen and King Porm Night!

Tapi tanpa seornag pun tahu, Chris dan pacarnya sudah merencanakan rencana jahat. Mereka telah mengatur adanya ember darah babi di atas panggung. Hingga pada saat yang tepat kala Carrie ada di atas panggung, ember itu dijatuhkan. Carrie bersimbah darah babi. Gaun pinknya menjadi merah pekat! Tak hanya itu, video menstruasi di kamar mandi pun ditayangkan dalam layar besar!

Tak hanya itu, sebuah insiden yang mematikan pun terjadi. Chris dan pacarnya membuat sebuah benda dari besi yang terletak di atas panggung, jatuh dan menimpa Tommy. Tommy pun tewas, dan hal ini membuat Carrie murka. Gadis itu mengerahkan kekuatan telekinetisnya dengan menghukum orang-orang yang selama ini mempermainkannya. Dalam gedung itulah kengerian terjadi. Dimana gedung kemudian terbakar dan beberapa orang tewas dengan mengenaskan!

Bukan Film Main-Main
Carrienovel.jpg
Saya sendiri pernah menonton Carrie versi pertamanya di RCTI saat masih bocah. Adegan yang saya ingat cuma saat Carrie berlumuran darah dengan latar api membara di belakangnya. Film Carrie karya Brian De Palma ini juga masuk dua nominasi di ajang Academy Awards 1976. Sissy Spacek mendapatkan nominasi Aktris terbaik dan Piper Laurie sebagai ibu Carrie, mendapat nominasi Aktris pendukung terbaik.
Versi 2013 sendiri dipegang oleh dua aktris yang tak main-main pula. Jika Sissy Spacek punya wajah "quirky" alias aneh dan dingin sekaligus klasik, maka versi 2013 ini lebih cute dan pop. Adalah Chloe Moretz sang Hit Girl dalam film Kick Ass. Dia berhasil memerankan Carrie di era modern dengan sangat baik dan jujur. Peran Margareth kemudian dipegang Julianne More, aktris kawakan yang sudah malang melintang di dunia film Hollywood.

Perbedaan Versi Lama dan Versi Baru

Karena film remake, pasti ada saja orang yang mengkritisi film ini. Tapi menurut saya sih, Kimberly Peirce (sutradara Boys Dont Cry), berhasil membuat film ini menjadi lebih modern, manusiawi, keren, dan tentunya spektakuler. Memang sangat tidak bisa dibandingkan dengan Carrie 1976 yang melegenda. Atmosfernya kan berbeda. Jadi sebaiknya pandang saja dua film ini sebagai film yang berdiri sendiri.

Dalam Carrie 76, adegan slow motion di scene Prom Noght Tragedy itu bisa kelihatan keren saat kita menontonnya di masa lalu, saat kemampuan teknis pembuatan film sangatlah terbatas. Tapi lihatlah film klasik itu sekali lagi di era ini. Pasti sangat membosankan. Carrie 76 juga full dialog, yang membuat film ini dilirik Oscar. Genrenya pun jadi horor psikologis. Hubungan Carrie dan mamanya sangat dominan.Bandingkan dengan Carrie era ini, dengan alur cepat dan mengumbar scene efek CGI yang membuai mata.

Carrie 2013 tentunya filma daptasi dengan lattar masa kini. Ada gaya berpacaran ala anak muda Amerika yang frontal, dialog anak muda Amerika yang penuh dengan kata-kata kotor, tipikal cewek kuper yang bisa kritis, dan tentunya gadget seperti kamera, kompuer, handycam dan internet juga youtube. Membuat Carrie berhasil menjadi film pop yang menggaet penonton anak muda. Terutama penonton yang belum pernah melihat Carrie versi pertamanya.

Film Carrie pernah dibuat sekuelnya pada tahun 1999 berjudul The Rage: Carrie 2. Tapi kena kritik tajam. Pada 2002 pun rumah produksi yang khusus menangani FTV pernah me-remake film Carrie, tapi hasilnya gatot dan dihujani banyak kritik. Baru pada 2011 MGM dan Screen Gems bekerjasama membuat remake cemerlang dengan mengajak sutradara dan para bintang yang keren.

Jujur saja di jajaran cast, para penonton pasti akan jatuh hati dengan para tokohnya. Selain si cantik Chloe, ada juga pemeran Sue yang punya kecantikan "dingin" ala Kristen Stewart (nama pemeran Sue: Gabriella Wilde). Dan untuk alur, karena diangkat dari sebuah novel, alur ceritapun dibumbui interaksi yang manusiawi, dan karakter antagonis dan protagonis yang tidak lebay. Bisa jadi Carrie jadi semacam cambukan buat orang yang hoby mem-bully, bahwa selalu berhati-hati terhadap objek bully-an. Siapa tahu sosok yang kita bully punya kemampuan mutan ala X-Men. Hehe. Dan buat yang pernah di-bully kayak ane waktu semasa SMP, film ini akan membuat kita semua puas. Sehingga rasanya kita ingin sekali memiliki kemampuan telekinetis ala Carrie.

Pada akhirnya Carrie dapat menjadi tontonan alternatif diantara serbuan film-film bertema action fantasy. Tapi sepertinya film ini akan cepat turun dari bioskop Indonesia terlebih karena film The Hunger Games 2: Catching Fire, baru saja rilis hari ini. Satu bioskop saja bisa memasang film ini di dua studio sekaligus. Semoga Carrie masih ada ya di etalase bioskop. Hehe ..