Jiah, ketemu lagi sama
orang paling jelek di dunia barkah. Setelah lama tak jumpa karena ada urusan
yang lebih perioritas. Apakah itu? Taulah kalo anak SMK pasti ada yang namanya
masa praktek lapangan dan itulah inti dari sebuah sekolah kejuruan. Lumayanlah
dua bulan. Tapi gue nggak mau ngebahas masalah yang menurut lo nggak penting. Ini
nih, yang penting dan paling penting buat kalian yang memang sadar akan dunia
ini semakin kejam dan sangar.
ADA begitu banyak hal untuk jadi
menyenangkan, tapi tidak mengarah pada kemungkinan yang bersifat menistakan
agama. Di negeri Paman Sam, perangkat kekristenan kerap kali jadi bahan olokan
di film-film Hollywood. Sebut saja film komedi koplak kayak Scary Movie 2 atau
yang terbaru The Haunted House, atau potongan/selentingan dialog yang mengarah
pada bercandaan 'bahaya' yang menyeret-nyeret nama Yesus.
Tapi reaksi keras 'tidak datang'
karena konteksnya dianggap sebagai hiburan. Kemarin, dunia maya digegerkan
dengan beredarnya video anak-anak puteri SMA yang melakukan gerakan tarian
tidak lazim. Dalam video yang diunduh akun Muhammad Fadil tanggal 16 April 2013
berjudul Kelakuan Siswa SMA 2 Toli-Toli. Saya berharap mereka sedang kesurupan,
tapi tidak. Mereka melakukannya atas kesadaran. Mungkin kepingin buat tren baru
setelah tren tarian gila Harlem Shake menyusut.
Menurut sumber dakwatuna.com dan Hidayatullah.com, Video ini sebenarnya sudah beredar dua pekan lalu dan sebagai akibatnya, mereka dikeluarkan dari sekolah dan tentu saja enggak bisa ikut UN. Mereka juga dikucilkan dari masyarakat sampai membuat orang tua mereka depresi dan salah satunya harus dirawat di rumah sakit.
Video Gila SMA 2 Toli-Toli
Video berdurasi lima menit 34 detik
ini dimulai dengan empat orang anak perempuan yang terlihat. Mereka tengah
kelihatan salat berjamaah dengan seorang imam yang berdiri paling depan. Tapi
safnya memang aneh karena anak yang memakai jilbab tampak berada di belakang
'imam'.
![]() |
| google.com |
Di detik 23, muncul
suara musik dari Maroon 5. Sang 'imam' menari dengan gaya nungging-nungging,
disusul orang-orang di belakang yang menari dengan gaya yang awalnya meniru,
kemudian melakukan gaya bebas. Di sini scene memperlihatkan lima anak dengan
tiga orang yang memakai pakaian olahraga, dua orang ber-sweater (yang satunya
berkerudung hitam).
![]() |
| google.com |
Di durasi satu menit,
musik berhenti, mereka melanjutkan 'salat' di posisi rukuk dengan gaya chaos.
21 detik kemudian musik kembali terdengar dan mereka kembali menari.
Musik berhenti lagi di durasi 1 menit 46 detik, lengkap dengan satu anak berkucir kuda yang berkata Allahu Akbar. Mereka pun kembali 'salat' dengan salah seorang yang membaca surat Alfatihah dengan gaya yang disengau-sengaukan. Tidak lama musik berkumandang lagi dan mereka kembali menari. Begitu seterusnya sampai video berakhir.
Dapat disimpulkan kalau mereka tengah memperagakan 'konsep' tarian baru yang berupa, tiba-tiba bergoyang mengikuti irama musik saat salat berjamaah berlangsung.
![]() |
| google.com |
![]() |
| google.com |
Memprihatinkan
sekaligus patut dikecam. Salah seorang yang berjilbab di antara mereka
mengindikasi jelas kalau sekolah itu bermayoritas Islam. Sebab video 'macam
begini' bukan sekali dua kali tayang di youtube. Sebuah video yang mengonyolkan
gerakan salat juga pernah terjadi di ruang gereja, yang mengindikasikan bahwa
pelakunya adalan anak-anak non-Islam.
Umat Muslim, Umat yang Sensitif
Umat Muslim, Umat yang Sensitif
Kenapa sih, umat muslim kok kelihatan sewot banget nemuin kayak beginian? Beberapa teman saya yang non-muslim lebih sering punya pendapat yang menurut saya memosisikan diri 'serealistis' mungkin. Yakni opini-opini yang bersifat pemakluman dan ajakan untuk lebih calm down, seolah muslim ini jiwanya 'anarkis' alias apa-apa marah. Karena berbeda keyakinan, berbeda pula pemahamannya. Sebab dalam Islam, penting sekali menjaga sakralitas agama. Bagi muslim modern, seperti berlaku sebuah 'aturan tak tertulis'. Yakni seberdosa apapun 'kita', sebaiknya tidak meleluconi agama sendiri. Orang-orang melakukan kesalahan itu banyak, apapun agamanya. Tapi jangan heran kalau aksi 'bercandaan' ala anak SMA 2 Toli-Toli ini mendapatkan reaksi keras. Kita tidak hidup sendiri, Kawan. Banyak umat Islam yang benar-benar memegang teguh keimanannya.
Lazimnya, mereka memang patut
dirangkul. Tapi usia mereka sudah cukup remaja untuk tahu mana hal yang pantas
dan tidak pantas dilakukan. 'Alibi' kalau dasar agama mereka kurang kuat juga
alasan yang sesungguhnya naif. Sebab umat non-Islam yang lain pun tak hanya
bertoleransi tapi juga tak membercandai ibadadah umat lain. Masak yang ini
'muslim yang mencederai agamanya sendiri.' Bagi ababil (sebutan anak remaja
yang masih labil dan dianggap seenaknya sendiri), memodifikasi kalimat Islami
seperti astapiluloh untuk menyebut Astaghfirullah, mungkin masih bisa mendapat
pemakluman. Tapi tidak dengan format audio visual yang sudah berupa bukti
(video), sehingga muka-muka mereka akan diingat dan sudah barang pasti masih
akan mereka sesali di kemudian hari. Untungnya kualitas videonya non-HD alias
blur.
Penistaan Perangkat Kekristenan dalam Film Hollywood
Pikiran orang barat konon lebih 'modern', maka hal demikian dianggap (film) sebagai suatu karya seni. Artinya tujuannya untuk menghibur, sebagai replika dari 'kenyataan' masyarakatnya. Umat Kristen 'yang lain' pun tentu sedih dan menyayangkan Tuhan-nya diolok-olok seperti demikian. Namun itulah yang berlaku di Amerika.
Warga Asia jauh lebih punya rasa hormat kepada agamanya. Film-film yang mengarah pada penistaan agama pun (setahu saya) tidak/jarang ditemui. Jadi memang benar kalau negeri Timur memang lebih memiliki adat budaya yang lebih 'beradab'.
Scary Movie adalah franchise komedi horor yang sangat terkenal. Film terbarunya Scary Movie 5 rilis bulan ini di Amerika (menyusul penayangannya di Indonesia tentu dengan hasil sensor Lembaga Sensor Film). Ini adalah sene-scene yang saya anggap menistakan agama tertentu. Karena saya bukan penganut agama tertentu tersebut, jadi yang saya tulis adalah apa yang saya anggap. Sebab mungkin ada teman Kristiani yang 'tidak terhina' dengan scene tersebut. Karena barangkali standar'penistaan' itu berbeda-beda di setiap orang. Dan bahwa segalanya 'sesuai konteks'. Dan film, konteksnya konon buat menghibur.
Dalam Scary Movie 2 (SC2), seorang anak perempuan kesurupan, ibunya mendatangkan seorang pastur. Pastur datang setelah adanya penggambaran bahwa dia kabur dan tidak bayar taksi, dia juga kedapatan berak di toilet setelah penonton menduga dia berdua pada Tuhan.
Pastur tersebut terangsang dengan perempuan kesurupan yang lidahnya menjulur-julur, lalu naik ke atas perempuan dan berlagak layaknya berhubungan seks. Setelah sebelumnya menggoda si perempuan dengan lidah yang menjulur-julur juga.
Tak hanya Kristen saja yang 'disentil'. Dalam Scary Movie 4, seorang lelaki Arab terlihat membawa bom di tengah kekacauan, lelaki ini kemudian diringkus penduduk lain karena dianggap akan melakukan bom bunuh diri.
*




