18 Januari 2013

Nostalgia Kebiasaan Anak Kecil Era 90-an


Halo semua! Seperti biasa, You Can Success memberikan artikel khusus mengenai kenangan masa kecil. Jangan khawatir, sebab kalian tidak akan di jejali cerita berbau tai pengalaman pribadi yang sengaja di buat untu membuat orang ngakak. Maksud saya … koala-koala di kebun binatang menyebutnya … PENGALAMAN KITA SEMUA!.

Itu pun kalau kalian menghabiskan masa kecil di pertengahan 90-an yang begitu mengharu biru. Sudah barang tentu di era itu, konten anak-anak sangat mudah kita dapatkan. Televi sekeranjingan bikin program anak-anak, tabloid dan majalah anak-anak digemari, kartun-kartun dan anime di tayangkan, game masih sebatas game boy/gembot, Sega/Nitendo. Aargh..!! Bayangkan kehidupan keponakan-keponakan kita di era 2000-an ini?

Yang lelaki sudah merasa kerananjingan ketika main PS di rumah atau di rental game online. Yang anak perempuan lebih wow lagi, mereka dewasa sebelum waktunya. Mereka sudah mengenal ‘rasa malu’ terhadap lawan jenis bahkan sejak duduk di kelas 5 SD. Mereka nyanyikan lagu-lagu cerita orang dewasa, mereka juga menulis catatan harian berupa pedekate pedekate. Heuheu.

Hujan-hujanan

Seperti halnya katak, anak-anak juga suka hujan. Bedanya, jika katak meloncat ngangkang, anak-anak melonca tdengan kaki mengapit. Apajadinya kalau ngangkang pas loncat? bisa-bisa cedera dan bagi yang perempuan … Ah, lupakan.

Hujan-hujanan adalah hal yang sangat asyik dilakukan. Pernah melakukannya dalam keadaan telanjang? Yeah!, saya pun pernah begitu-begituan. Rasanya asyik saat sekujur tubuh serasa mendapat kucuran air dari shower. Tapi zaman berubah, peralatan mandi pun ditemukan. Anak-anak jarang hujan-hujanan. Terlebih karena orangtua mereka tidak mengizinkan. Merakse olah berkata.

“Ngapain ujan-ujanan? Entar kesamber geledek! Nih, di kamar mandi juga ada shower kan!”
Tapi orang tua tak pernah tahu, betapa yang paling seru itu adalah ketika anak-anak berhujan-hujanan ria dengan teman-teman sebayanya. Betapa bahagia (ambiltisubasah).

Memites plastic Berendilan

Kalau ini kebiasaan global yah sepertinya. Itu loh plastic berendilan berisi udara yang kalau dipites atau dicetuskan dengan jari, akan terasa efek yang menyenangkan. Apakah ini suatu gangguan mental? Tampaknya tidak! Selama yang kamu pletes bukan kepala bayi kucing, saya piker itu tidak masalah!

Membuat Salju

Pernah kan kamu menemukan kardus busa yang kamu temukan saat jalan-jalan bersama teman di perkampungan, terus kamu robek dan hancurkan kardus putih itu. Maka terciptalah salju yang menyenangkan! Soalnya waktu kecil, saya dan teman-teman saya suka usil, saya dan teman-teman saya suka usil memberi makan ayam dengan remahan salju itu. Dan ayam pun suka –dan setelahnya mati. =,=



Memanggil Kucing

Saat berjalan-jalan seorang diri, pernah kah kau menemukan kucing, lalu kau pun jongkok dan memanggil kucing itu si ‘Pus’. Kau berkata “Puss, sini dong meooong.” Mungkin kalau saya melakukan hal ini di mal, akan banyak yang datang (atau malah satpam yang datang karena menyangka saya majenun?) Entahlah, tapi anak kecil melakukannya karena sebenarnya ia memastikan, apakah kucing itu jinak, atau bisa menerkam. lucu yah, xixixixixi (ketawa imut ala marmut penuh lumut).

Main Teleponan Pakai Kaleng

Ini kita lakukan karena praktik IPA yang diajarkan waktu SD. Karena mengasyikan, kita pun melakukannya. Rasanya menyenangkan bisa interkoman manual. Saat itu, kebiasaan ini begitu digemari. Biasanya, kita memang berpura-pura sedang berdialog di lain Negara.

Main Nyabut

Permainan ini biasanya ada di Sekolah dasar ketika sedang bulan puasa. Permainannya mengambil mainan yang tertumpuk di bawah. Anak-anak mengambil seutas benang dari atas, bagi yang beruntung, mainan akan di lepaskan. Bagi yang tidak beruntung, biasanya dikasih camilan yang ‘takseberapa’ misalnya agar-agar. Nyabut biasanya digemari anak laki-laki. Apakah kamu suka nyabu? Eh, nyabut?

Menempelkan Mug ke Mulut

Pernah kah pas kamu haus minum susu, itu mug kamu sedot pakai mulut hingga menempel? Hahahah! Apa yang terjadi jika hal itu masih kamu lakukan saat kamu di rumah makan?


Jadi Ninja dengan Sarung

Anak-anak lokal pasti pernah bikin ninja-ninjaan pakai sarung. Hal ini sering dilakukan terutama anak lelaki pas selesai mengaji. Lebih tepatnya sih, bentuknya kayak maling begitu. Jadi sarung itu di lipat-lipat sehingga terpakai ke seluruh tubuh, sementara hanya mata kitalah yang terlihat.

Jilat tutup es krim

Pernah beli es krim jenis krim encer? Kita pasti akan menjilat tutup bagian belakangnya dulu sebelum memakan es krim tersebut. Ini karena sisa es krim di bagian tutup selalu menempel. :D

Kebiasaan anak kecil di atas mungkin masih dilakukan anak kecil zaman sekarang, terutama di pelosok-pelosok pedesaan. Tapi saya ragu, anak kecil sekarang sudah sangat ‘matang’ dan melek menyadari permainan modern. Terlebih dengan brutalnya tayangan-tanyangan berkonten dewasa di media. Apalagi, sudah melek facebook dari kecil. Racun … racun … :D

Itu hanya beberapa hal yang biasa saya ceritakan. Ada yang mau menambahkan? :D

See U!