29 Juni 2012

Puisi saat Malam Hujan



Paragraf cinta, sebuah puisi yang melambangkan patah hati yang gue buat pada 06 Juni 2012 di malam hujan. Sedih banget kalo kamu tahu artinya. Sebuah penyesalan, kesalahan, egois, keakuan, dan keikhlasan yang selalu terpanjat do’a untuk yang disana.. siapa ya? Hahah. Oke, simak aja nih puisi dengan seksama, mmm.


Paragraf Cinta

Kelam malam ini
Saat mutiara tak lagi bersinar
Menggambarkan kisah kasih dengan bintang
Angin selalu berbisik untuk bertanya
Kenapa? Ada apa?
Aku membeku, bungkam
Cobalah tuk mengerti aku
Siapa yang mampu?
Berdiri bersamaku
Hingga terjaga sampai nanti
Banyak cerita dalam hati
Ramai dalam pikiran
Suatu keadaan terburuk
Saat dilema menerpa hidup
Aku harus memilih
Hanya ego yang menang, aku rela
Jika jurang akan memutuskan tali yang telah kita jalin
Melangkahlah seperti sediakala
Do’a dan sayangku, masih terus berjalan.





Masa Depan, sebuah puisi yang menggambarkan masa depan seorang pemuda labil yang ingin sukses dikemudian hari. pada malam sunyi itu ia bersenandung merdu bersama gerimis hujan, ya di buat pada tanggal 07 Juni 2012. Memang, susahnya menjadi orang sukses. Kamu pasti punya cara tersendiri untuk menjadi sukses, yaa, sukses dunia dan sukses diakhirat kelak. Dan disini, pemuda ini kekurangan support dari keuarganya. Dia kekurangan materil, namun memiliki kemampuan yang kuat untuk menempuh hidup sukses, bukan hanya untuk dirinya tapi untuk semua orang. Orang sukses adalh orang yang berguna untuk umat manusia. Oke, disimak lagi puisi nggak bermutu ala gue. ^_^

Masa Depan

Pada masa itu.... semua aku kunci dalam hati
Yaitu, suatu masa yang cemerlang
Untuk menggenggam dunia di tangan
Berdiri di pentas menghirup napas keyakinan
Menciptakan visi bermahkotakan emas berslian
Emas, melambangkan kesucian dan bersinar, ia spektakuler.
Berlian, kecil namun terang sinar rembulan membuat bijaksana
Menangkap, menerjang, memilah arti kehidupan
Sebuah mimpi pendamping tidur malamku
Sebuah mimpi lambaian masa depan
Berusaha mati tanpa tanda jasa, dikenang dengan baik
Siap mati, berkorban
Tanpa diminta.. aku sudah siap
Menangkap, menerjang, memilah masa depan cerah
Do’a akan selalu terpanjat di Keharibaan-Nya
Pada sunyi malam aku merenung akan masa depan
Masa kesuksesan dari sekarang
Aku akan menempuh penyesalan
Menjadi sebuah penghargaan.