28 Juni 2012

Justin Bieber Hina Indonesia, Syahrini Murka


Buseng dah, nih judul keren amat. Pasti udah pada muncrat sebelumnya ketika kamu denger artis amrik ababil yaitu Justin Biebir yang ‘menghina’ negara kita saat wawancaranya di London. Pasti warga indonesia sedikit gempar tentang hinaan untuk negaranya, salah satunya artis Syahrini yang berkomentar dengan kasar di twitter. Bagi yang marah, mungkin kemurkaan Syahrini ini juga untuk kemurkaan kalian. Tapi, please deh. Kenapa kita harus marah dan tersungging karena perkataan anak ababil tersesat yang emang mempunyai budaya ceplas-ceplos ala amrik?

Nah, bagi kamu yang Belieber (sebutan fans JB), apa jadinya kalau idola kamu mengatakan hal-hal yang kurang mengenakkan   pada negaramu? Relatif sih, tapi wajarnya sih kalian meradang dan marah dan ada pula yang membela. Nih bocah, JB mengatakan kalau Indonesia itu adalah random country yang biasa dialihbahasakan menjadi ‘negara tidak jelas’ atau ‘negeri antah berantah’ yang berkonotasi negara terbelakang. Songongnya minta ampun nih bocah, heuheu. Gimana ya, kalau sang manajer memperjelas negara random yang dimaksud bieber, mungkin para belibers atau masyarakat internet nggak akan geram. Tapi nyatanya so Bieber emang udah songong tujuh turunan. Dia mempeelakukan para wartawa di Inggris dengan kurang santun. Heuheu.

Gimana semua bermula?

‘Dari sejak aku dilahirkan’ jawab Squidward. Yup, hal ini bermula bukan saat Biebir dilahirkan, hal ini bermula pada saat Bibier wawancara di acara The Voice yang di pandu Reggie Yates (video wawancaranya ada kok di YouTube, tapi keknya Cuma versi editing khusus untuk publikasi). Di sono Bibier memperkenalkan 3 lagu baru dalam albumnya. Belom apa-apa tuh bocah udah protes duluan. Saar membawakan lagu All Around The World, dia menghentikan lagunya karena kualitas suara yang didengarnya dianggap buruk.

Yates kemudian membahas tentang kemiripan vokal JB dalam lagu Boyfriend dengan falseto ala Justin Timberlake. Kemudia JB berkata ketus, “Aku tidak mengikuti Justin Timberlake”.

Kemudia dia membahas lagu remake-nya As Long As You Love Me dengan mengatakan “ Ini adalah lagu yang sangat menarik, tapi mungkin akan terdengan seperti tinja gara-gara  pengeras suara ini.”

Dari kesalahan itulah kemudian ia menjelaskan prose rekaman di salah satu negaranya yang direkam di salah satu negara.

“Aku sedang berada di negara random.” Kata Bibier.

“Indonesia.” Sela sang manajer, Scott Braun.

“Saya melakukan rekaman di sebuah studio. Di sebuah tempat yang kecil. Dan mereka (orang indonesia) tidak tahu dan tidak mengerti atas apa yang mereka lakukan.” Tambah Jebe.

Di akhir acara, Yates membacakan pertanyaan dari seseorang wartawan untuk JB. Namun JB mengejek aksen Inggris Yates dengan mengatakan,”Kata think diucapkan dengan th bukan f.”

Gara-gara ke-kamseupay-annya si Jebe, media Inggris Mirror menulis. “Terimakasih untuk pelajaran pengucapannya, Justin. Kembala saja nanti jika Anda sudah dewasa.”

Kenapa harus marah?

Saya sendiri sebenernya merasa prihatin terhadap tipikal masyarakat kita yang melulu kebakaran jenggot kalau produk atau negara kita dianggap dilecehkan pihak-pihak tertentu. Di satu sisi ini terlihat sangat nasionalis ketika kamu berkomentar keras demi membela negaramu. Namun di sisi lain, bagaimanakah usaha kamu dalam mempertahankan kelestarian budaya bangsa? Apakah dengan memaki secara sarkastik sudah membuatmu nasionalis?

Lebih masuk akalnya sih, mungkin komentar masyarakat internet kita lebih kepada ekspresi rasa kesal. Saya sendiri boleh dibilang tidak menyukai JB. Lihat video musik bahkan  lagunya pun jarang-jarang. Nggak keran ketika si JB ini ngebacot kayak begitu, ketidaksukaan saya lebih mengemuka. Dan ini mungkin akan menjadi perwakilan sebagian orang. Kalau JB nggak lebih dari sosok artis baru yang tenar ‘Cuma’ karena penampilan awalnya di YouTube. Dia tumbuh menjadi remaja superstar yang songong.

Belieber:  Sotoy Lo! Dasar blogger kampungan, nggak guna! Dari mana ente tahu kalo JB itu songong! Ente bahkan nggak tahu berapa sentimeter jempolnya!

Gue: Ya kan, dari kelihatannya. Sorry aja mata gue bukan mata Tuhan. Gue Cuma sebuah opini. Kalo bacot gue nggak sesuai sama mau lo, so, lo mau apa? Minta maaf geto?

Syahrini: Sudah-sudah. Nggak baik ribut-ribut begitu, ahhh... Hayo, sama-sama minta maaf kalian.

Belieber: Apa sih lo, ikut-ikutan aja, apa nggak cukup dengan lu nyebarin berita HOAX kalo lu mau kawin?

Syahrini: Hei, saya bukan penyebar Hoax, kan sudah dijelaskan kalau yang mau kawin itu adik saya, bukan saya!

Gue: (Meluk Emma Watson)

Oke, kembali ke topik.  Perlu juga untuk ‘dikaji’ kenapa itu bocah nyolotin. Pertama karena JB melakukan spontanitas, sebab remaja identik melakukan tindakan impulsif dan memegang ego. Jadi usia JB yang  masih belasan tahun yang perkataan di atas bisa di maklumi.

Kedua, begitulan selera humor JB. Itu pun  kslo dia berniat guyon. Soalnya kita termakan dengan berita di media massa, tanpa pernah tahu ekspresi dia saat ngomong begitu. Artinya, kalau omongan JB adalah sebuah komedi, kita seharusnya nggak usah marah.

Ketiga, karena JB emang nggak tahu negara yang di maksud. Inilah yang kerap kali dikatakan belieber dalam memandang kasus di atas. Ada banyak negara yang dikunjungi, salah satunya di kawasan Asia. Dia mungkin juga tipikal artis yang ogah cari tahu atau inget-inget kemana dia pernah konser. Alhasil dia hanya mengingat hal yang bisa dia ingat. Bahwa ada satu negara dengan studio rekaman kecil dengan kru yang ‘nggak tahu apa-apa’.

Keempat, karena kesalahan si manajer. Kalau saja si manajer nggak bilang ‘Indonesia’.  Semua akan fine aja. Sebab nggak sedikit negara-negara yang ‘random’.

Kelima, ‘kesalahan’ media masa, yang biasanya menjual judul artike secara bom bastis. Yang hanya akan bikin sebagian kecil pembaca yang uratan ngamuk-ngamuk kayak orang lagi sakaratul-maut.

Keenam, selara ngomong dan bercandaan orang amrik itu emang ‘kejam’, frontal, dan ceplas-ceplos. Dan tentu nggak sesuai sama skala Indonesia yang demen banget ‘basa-basi’. Heuheu.

*

Intinya, Jika seseorang melakukan hal baik yang tidak sengaja maupun tidak sengaja, sebagian mungkin akan merespons tanpa pernah mau mengetahui alasan ‘kenapa ha itu bisa terjadi?’ Yang penting asa cablak, geram, ketus, kritis, maka usailah amarah di hati. Nama baik Indonesia pun nggak terletak di tangan bocah  ‘antek baphomet’. Sebab kita sebenarnya tahu sendiri bagaimana citra Indonesia di kalangan masyarakat sendiri: bobrok. Jadi masih mau nyuruh JB minta maaf? Kenapa nggak nyuruh para pejabat kita inta maaf sama rakyatnya karena udah bikin negara ini jadi ‘negara kancrut’.

Ah, untung ane pake tanda kutip, coba kalo nggak, mungkin udah di mentions sama Syahrini, deh. Bunyinya: Hei Fathur! Masa kau bilang Indonesia ini negara kancrut? Minta maaf sana!