Buseng dah, nih judul keren amat.
Pasti udah pada muncrat sebelumnya ketika kamu denger artis amrik ababil yaitu
Justin Biebir yang ‘menghina’ negara kita saat wawancaranya di London. Pasti
warga indonesia sedikit gempar tentang hinaan untuk negaranya, salah satunya
artis Syahrini yang berkomentar dengan kasar di twitter. Bagi yang marah,
mungkin kemurkaan Syahrini ini juga untuk kemurkaan kalian. Tapi, please deh. Kenapa
kita harus marah dan tersungging karena perkataan anak ababil tersesat yang
emang mempunyai budaya ceplas-ceplos ala amrik?
Nah, bagi kamu yang Belieber
(sebutan fans JB), apa jadinya kalau idola kamu mengatakan hal-hal yang kurang
mengenakkan pada negaramu? Relatif sih,
tapi wajarnya sih kalian meradang dan marah dan ada pula yang membela. Nih
bocah, JB mengatakan kalau Indonesia itu adalah random country yang biasa
dialihbahasakan menjadi ‘negara tidak jelas’ atau ‘negeri antah berantah’ yang
berkonotasi negara terbelakang. Songongnya minta ampun nih bocah, heuheu. Gimana
ya, kalau sang manajer memperjelas negara random yang dimaksud bieber, mungkin
para belibers atau masyarakat internet nggak akan geram. Tapi nyatanya so
Bieber emang udah songong tujuh turunan. Dia mempeelakukan para wartawa di
Inggris dengan kurang santun. Heuheu.
Gimana semua bermula?
‘Dari sejak aku dilahirkan’ jawab
Squidward. Yup, hal ini bermula bukan saat Biebir dilahirkan, hal ini bermula
pada saat Bibier wawancara di acara The Voice yang di pandu Reggie Yates (video
wawancaranya ada kok di YouTube, tapi keknya Cuma versi editing khusus untuk
publikasi). Di sono Bibier memperkenalkan 3 lagu baru dalam albumnya. Belom
apa-apa tuh bocah udah protes duluan. Saar membawakan lagu All Around The
World, dia menghentikan lagunya karena kualitas suara yang didengarnya dianggap
buruk.
Yates kemudian membahas tentang
kemiripan vokal JB dalam lagu Boyfriend dengan falseto ala Justin Timberlake.
Kemudia JB berkata ketus, “Aku tidak mengikuti Justin Timberlake”.
Kemudia dia membahas lagu
remake-nya As Long As You Love Me dengan mengatakan “ Ini adalah lagu yang
sangat menarik, tapi mungkin akan terdengan seperti tinja gara-gara pengeras suara ini.”
Dari kesalahan itulah kemudian ia
menjelaskan prose rekaman di salah satu negaranya yang direkam di salah satu
negara.
“Aku sedang berada di negara
random.” Kata Bibier.
“Indonesia.” Sela sang manajer,
Scott Braun.
“Saya melakukan rekaman di sebuah
studio. Di sebuah tempat yang kecil. Dan mereka (orang indonesia) tidak tahu
dan tidak mengerti atas apa yang mereka lakukan.” Tambah Jebe.
Di akhir acara, Yates membacakan
pertanyaan dari seseorang wartawan untuk JB. Namun JB mengejek aksen Inggris
Yates dengan mengatakan,”Kata think diucapkan dengan th bukan f.”
Gara-gara ke-kamseupay-annya si
Jebe, media Inggris Mirror menulis. “Terimakasih untuk pelajaran pengucapannya,
Justin. Kembala saja nanti jika Anda sudah dewasa.”
Kenapa harus marah?
Saya sendiri sebenernya merasa
prihatin terhadap tipikal masyarakat kita yang melulu kebakaran jenggot kalau
produk atau negara kita dianggap dilecehkan pihak-pihak tertentu. Di satu sisi
ini terlihat sangat nasionalis ketika kamu berkomentar keras demi membela
negaramu. Namun di sisi lain, bagaimanakah usaha kamu dalam mempertahankan
kelestarian budaya bangsa? Apakah dengan memaki secara sarkastik sudah
membuatmu nasionalis?
Lebih masuk akalnya sih, mungkin
komentar masyarakat internet kita lebih kepada ekspresi rasa kesal. Saya
sendiri boleh dibilang tidak menyukai JB. Lihat video musik bahkan lagunya pun jarang-jarang. Nggak keran ketika
si JB ini ngebacot kayak begitu, ketidaksukaan saya lebih mengemuka. Dan ini
mungkin akan menjadi perwakilan sebagian orang. Kalau JB nggak lebih dari sosok
artis baru yang tenar ‘Cuma’ karena penampilan awalnya di YouTube. Dia tumbuh
menjadi remaja superstar yang songong.
Belieber: Sotoy Lo! Dasar blogger kampungan, nggak
guna! Dari mana ente tahu kalo JB itu songong! Ente bahkan nggak tahu berapa
sentimeter jempolnya!
Gue: Ya kan, dari kelihatannya.
Sorry aja mata gue bukan mata Tuhan. Gue Cuma sebuah opini. Kalo bacot gue
nggak sesuai sama mau lo, so, lo mau apa? Minta maaf geto?
Syahrini: Sudah-sudah. Nggak baik
ribut-ribut begitu, ahhh... Hayo, sama-sama minta maaf kalian.
Belieber: Apa sih lo, ikut-ikutan
aja, apa nggak cukup dengan lu nyebarin berita HOAX kalo lu mau kawin?
Syahrini: Hei, saya bukan
penyebar Hoax, kan sudah dijelaskan kalau yang mau kawin itu adik saya, bukan
saya!
Gue: (Meluk Emma Watson)
Oke, kembali ke topik. Perlu juga untuk ‘dikaji’ kenapa itu bocah
nyolotin. Pertama karena JB melakukan spontanitas, sebab remaja identik
melakukan tindakan impulsif dan memegang ego. Jadi usia JB yang masih belasan tahun yang perkataan di atas
bisa di maklumi.
Kedua, begitulan selera humor JB.
Itu pun kslo dia berniat guyon. Soalnya kita
termakan dengan berita di media massa, tanpa pernah tahu ekspresi dia saat
ngomong begitu. Artinya, kalau omongan JB adalah sebuah komedi, kita seharusnya
nggak usah marah.
Ketiga, karena JB emang nggak
tahu negara yang di maksud. Inilah yang kerap kali dikatakan belieber dalam
memandang kasus di atas. Ada banyak negara yang dikunjungi, salah satunya di
kawasan Asia. Dia mungkin juga tipikal artis yang ogah cari tahu atau
inget-inget kemana dia pernah konser. Alhasil dia hanya mengingat hal yang bisa
dia ingat. Bahwa ada satu negara dengan studio rekaman kecil dengan kru yang ‘nggak
tahu apa-apa’.
Keempat, karena kesalahan si manajer. Kalau saja si
manajer nggak bilang ‘Indonesia’. Semua akan
fine aja. Sebab nggak sedikit negara-negara yang ‘random’.
Kelima, ‘kesalahan’ media masa, yang biasanya menjual
judul artike secara bom bastis. Yang hanya akan bikin sebagian kecil pembaca
yang uratan ngamuk-ngamuk kayak orang lagi sakaratul-maut.
Keenam, selara ngomong dan bercandaan orang amrik itu
emang ‘kejam’, frontal, dan ceplas-ceplos. Dan tentu nggak sesuai sama skala
Indonesia yang demen banget ‘basa-basi’. Heuheu.
*
Intinya, Jika seseorang melakukan hal baik yang tidak
sengaja maupun tidak sengaja, sebagian mungkin akan merespons tanpa pernah mau
mengetahui alasan ‘kenapa ha itu bisa terjadi?’ Yang penting asa cablak, geram,
ketus, kritis, maka usailah amarah di hati. Nama baik Indonesia pun nggak terletak
di tangan bocah ‘antek baphomet’. Sebab kita
sebenarnya tahu sendiri bagaimana citra Indonesia di kalangan masyarakat
sendiri: bobrok. Jadi masih mau nyuruh JB minta maaf? Kenapa nggak nyuruh para
pejabat kita inta maaf sama rakyatnya karena udah bikin negara ini jadi ‘negara
kancrut’.
Ah, untung ane pake tanda kutip, coba kalo nggak, mungkin
udah di mentions sama Syahrini, deh. Bunyinya: Hei Fathur! Masa kau bilang
Indonesia ini negara kancrut? Minta maaf sana!
