16 April 2012

Puisi Malam Hari


YUP.. Kenapa judulnya Puisi Malam Hari, karena di buat pada malam hari yang sepi seperti biasa. Tapi selalu mencoba melawan tangis dalam haru yang mendalam.

Setelah bingung mau posting apa, mendingan iseng-iseng berbagi puisi yang nggak bagus-bagus amat. Tapi, bagaimana pun ini membuat hati saya plong. Semoga pembaca bisa menikmati jamuan dari blog saya. :D





Sepi

Setiap malam aku bergulat dengan kesepian.
Memikirkan esok menanti di depan dan malam selanjutnya.
Hanya debu dan cahaya yang menemani.
Jika keluar, atmosfer Bumi warna hitam meraup keberanian.
Seperti racun dalam darah.
Mengingatnya, batin terasa tersiksa.
Udara menyelinap getir dan dingin.
Merunduk sepi di sudut malam.
Dibangunkan duka sepi mendalam.
Terjaga dalam risau meringis sakit.
Hingga...
Berharap tidur selamanya.



Tangis

Mata terpejam menitikkan air mata.
Terbangun dari mimpi kelam nan mengerikan.
Yaa... dalam tidur aku menangis.
Masih terekam suasana buruk dalam mimpi suram gulita.
Gelap menghabiskan terang dan meraup semua
Mimpi kehidupan elok.
Jerat tangis masih terukir.
Bergerak mengusik malam bermimpi.
Teringat tangis dahulu dengan kisah sama.
Aku benci semua ini.
Sudah ku coba meloloskan diri dari tangis.
Sudah ku coba mengukir kembali indah hidup.
Dan berani untuk melawan tangis.
Seraya batin akan terang.