5 April 2012

Novel Negeri 5 Menara: Man Jadda Wa Jadda


Huaahhh, udah lama nggak posting lagi. Beginilah nasib orang penting !alah gaya. Pasti pada tahukan novel Best Seller-nya A.Fuadi. Ituloh Novel Negeri Lima Menara yang super keren dan inspiratif. Sebuah novel yang terispirasi darikisah nyata, hmm keren juga. Tebal buku 422 Halaman. Terbit: Juli 2009. Mengalami 3 kali cetakkan. Kata-kata yang begitu memesona dengan selipan humor klasik yang membuat kamu nyengis sendiri. Mau tau apa isinya? Disini saya Cuma akan menjelaskan sedikit kilasan tentang novel tersebut.


Novel ini menceritakan sesosok anak muda yang bernama Alif, berasal dari ranah Minangkabau. Seumur hidupnya ia tidak pernah pergi dari zona amannya. Alif bercita-cita menjadi Habibie namun Ibunya ingin anaknya menjadi Buya Hamka. Dengan setengah hati, dia mengikuti ibunya: Belajar di Pondok.

Awal pertama di Pondok Madani (PM), saya terkesima dengan kata ‘mantera’ sakti bin ajaib man jadda wa jadda. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Peraturan di PM sangatlah ketat, dan Alif disatukan oleh hukuman, berteman dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung, dan Baso dari Gowa. Mereka adalah Sahibul Menara atau yang punya menara, mereka dijuluki seperti itu karena sangat sering menempati Menara di PM dan berduka-suka disana. Mereka menunggu Adzan magrib sambil menatap matahari yang terbenam di ufuk Barat.

Mereka terus belajar giat meskipun banyak tantangan mereka hadapi. Banyak event yang mereka lewati. Hingga saatnya mereka meraih impian ketika lulus dari PM. Petualangan yang Menakjubkan!. Pastinya kamu akan menemukan ketangguhan seorang yang beriman dan kepercayaan seorang penjihad.

Yang paling saya suka dalam scene-scene yang ada di Novel adalah pada saat ujian. Yup, terasa banget aura semangat mereka meskipun tidak melihatnya. Dan saya ingin terus berpacu seperti mereka. Walau saya tidak ada disana. Penuh rumor, inspiratif, mengharukan, sampai mendebarkan ada di sana.


Tokoh Alif: Dia pintar Bahasa Inggris, pintar, aktif, bersahaja, menjadi seorang narator majalah, suka membuat kaligrafi. Sosok yang saya suka, meskipun sangat berbeda dengannya.

Tokoh Raja : Sosok yang dewasa, paling suka memberi tahu jika yang lain tidak tahu, sangat baik hati, tidak egois: ini terjadi ketika ia pindah untuk mengasuh neneknya di kampung yang seorang diri dan menjadi guru mengaji di kampungnya.

Tokoh Said : Yang satu ini gemar bermain sepak bola dan Olahraga, badannya besar dan tegap, berasal dari keluar yang mampu, otaknya cukup pintar, penuh semangat, dan paling tinggi di antara yang lain.

Tokoh Dulmajid : Anak ini suka bermain Badminton, yang saya tahu di pemberani.

Tokoh Atang : Atang ini penyanyang, dan baik hati. Dia menyukai bidang seni, karyaya tidak diragukan lagi. Jiwa seninya tertular dari darah ayahnya.

Baso : Pintar, dia penghafal yang baik, pelupa, dan baik hati.

Mereka semua bersahabat dan memiliki cita-cita masing-masing yang mulia. Hingga cita-cita mereka terkabul, setelah mengarungi samudera dan negara besar, mereka berniat untuk kembali ke kampung halaman yang selama ini adalah tempat mereka hidup, mencari Ilmu, dan tempat mereka dilahirkan.

Kalo penasaran silahkan beli novelnya dan nonton filmnya. :D



Gambar diambil dari : Google