Huaahhh, udah lama nggak posting
lagi. Beginilah nasib orang penting !alah gaya. Pasti pada tahukan novel Best
Seller-nya A.Fuadi. Ituloh Novel Negeri Lima Menara yang super keren dan
inspiratif. Sebuah novel yang terispirasi darikisah nyata, hmm keren juga. Tebal
buku 422 Halaman. Terbit: Juli 2009. Mengalami 3 kali cetakkan. Kata-kata yang
begitu memesona dengan selipan humor klasik yang membuat kamu nyengis sendiri. Mau
tau apa isinya? Disini saya Cuma akan menjelaskan sedikit kilasan tentang novel
tersebut.
Novel ini menceritakan sesosok
anak muda yang bernama Alif, berasal dari ranah Minangkabau. Seumur hidupnya ia
tidak pernah pergi dari zona amannya. Alif bercita-cita menjadi Habibie namun
Ibunya ingin anaknya menjadi Buya Hamka. Dengan setengah hati, dia mengikuti
ibunya: Belajar di Pondok.
Awal pertama di Pondok Madani
(PM), saya terkesima dengan kata ‘mantera’ sakti bin ajaib man jadda wa jadda. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.
Peraturan di PM sangatlah ketat, dan Alif disatukan oleh hukuman, berteman
dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari
Bandung, dan Baso dari Gowa. Mereka adalah Sahibul Menara atau yang punya
menara, mereka dijuluki seperti itu karena sangat sering menempati Menara di PM
dan berduka-suka disana. Mereka menunggu Adzan magrib sambil menatap matahari
yang terbenam di ufuk Barat.
Mereka terus belajar giat
meskipun banyak tantangan mereka hadapi. Banyak event yang mereka lewati. Hingga saatnya mereka meraih impian
ketika lulus dari PM. Petualangan yang Menakjubkan!. Pastinya kamu akan
menemukan ketangguhan seorang yang beriman dan kepercayaan seorang penjihad.
Yang paling saya suka dalam scene-scene yang ada di Novel adalah
pada saat ujian. Yup, terasa banget aura semangat mereka meskipun tidak
melihatnya. Dan saya ingin terus berpacu seperti mereka. Walau saya tidak ada
disana. Penuh rumor, inspiratif, mengharukan, sampai mendebarkan ada di sana.
Tokoh Alif: Dia pintar Bahasa
Inggris, pintar, aktif, bersahaja, menjadi seorang narator majalah, suka
membuat kaligrafi. Sosok yang saya suka, meskipun sangat berbeda dengannya.
Tokoh Raja : Sosok yang dewasa,
paling suka memberi tahu jika yang lain tidak tahu, sangat baik hati, tidak
egois: ini terjadi ketika ia pindah untuk mengasuh neneknya di kampung yang
seorang diri dan menjadi guru mengaji di kampungnya.
Tokoh Said : Yang satu ini gemar
bermain sepak bola dan Olahraga, badannya besar dan tegap, berasal dari keluar
yang mampu, otaknya cukup pintar, penuh semangat, dan paling tinggi di antara
yang lain.
Tokoh Dulmajid : Anak ini suka
bermain Badminton, yang saya tahu di pemberani.
Tokoh Atang : Atang ini
penyanyang, dan baik hati. Dia menyukai bidang seni, karyaya tidak diragukan
lagi. Jiwa seninya tertular dari darah ayahnya.
Baso : Pintar, dia penghafal yang
baik, pelupa, dan baik hati.
Mereka semua bersahabat dan
memiliki cita-cita masing-masing yang mulia. Hingga cita-cita mereka terkabul,
setelah mengarungi samudera dan negara besar, mereka berniat untuk kembali ke
kampung halaman yang selama ini adalah tempat mereka hidup, mencari Ilmu, dan
tempat mereka dilahirkan.
Kalo penasaran silahkan beli novelnya dan nonton filmnya. :D
Gambar diambil dari : Google

