![]() |
| Gedung POPKI. Jl. Jambore No.1 Cibubur, Jakarta Timur |
AYYYEEEE, akhirnya nge-post lagi.
Sepi banget nih blog, nggak apa dah yang penting bisa nulis sesuatu,
sukur-sukur berguna. Kali ini saya akan berbicara tentang diri saya waktu ada
yang namanya kejuaraan Taekwondo, yeah. TAEKWONDO I LOP YU PULL! HWAAHHH
(terjun dari lantai 99). Saya menggeluti jadi atlet Taekwondo amatiran dari 5
bulan yang lalu saat pemilihan ekskul di sekolah tercin’tai’. Selain bela diri
ini berasal dari negara K-Pop (Korea) bela diri ini juga sangat terkenal di
seantero dunia. Taekwondo terkenal juga dengan Fightnya, mulai dari tendangan,
pukulan, dan tangkisan.
Kemarin adalah hari bersejarah
dalam hidup saya yang suram ini. Walaupun hasilnya sedikit suram dan agak
kecewa, tapi nggak apalah namanya juga awal, kekalahan adalah kemenangan yang
tertunda iya nggak? (Kalo nggak TONJOKKK!). Pertamanya saya biasa aja, dan
pasrah kepada Allah dengan usaha yang sudah maksimal menurut saya.Club saya
yang tercinta dan teman-teman yang selalu menyemangati saya, menjadikan
kekecewaan dan kesuraman lenyap di makan cahaya rembulan dari sobat Club
Proverbs Star. Lumayan sih bawa pulang medali perunggu karena juara tiga, “loh,
menang dong dapet medali?” nggak kawan, jadi bagannya itu atau satu partai
terdiri dari tiga orang pemain jadi saya kalah di awal, agak nyesel sih, tapi
nggak papalah.
Akhirnya pengambilan medali di
lobby pas mau masuk ke lapangan, eh ada minuman gratisan, boleh tuh bawa pulang
buat tetangga. Sebelumnya ada foto-foto waktu disana, tapi ada di kamera punya
temen dan sayangnya udah di apus-apusin soalnya nggak penting. Isi fotonya
seperti gambar anak kecil, foto minuman gratis, kuku kaki temen, seragam
tekondo yang lagi di pake, dan lain sebagainya itu di apusin yang sekarang saya
pegang nggak ada, jadi maaf yak nggak ada photonya.
Sehabis pertandingan saya
mempunyai dampak bagi tubuh saya, yang pertama, tangan pada biru-biru karena
defend serangan, terus kaki bengkak dan biru kayaknya nendang kena sikut sang
lawan. Pertandingan diadakan 3 konde maksudnya ronde. Saya kalah 5-3. Wasitnya kayaknya
nggak ngitung adil, lawan saya udah mukul beberapa kali tapi hanya dapat lima
point kalau saya sih wajar.
Pertandingan di adakan di Popki
cibubur. Pertandingan di adakan 2 hari karena hanya 5 lapangan bertanding
dengan peserta kurang lebih 1700 orang. Saya kebagian kemarin dan saya
bersyukur, kalo kebagian sekarang saya nggak akan dapat nilah penjaskes atletik
di stadion UI.
Kalah dan menang sudah biasa,
tapi bagaimana kita membuat semua usaha kita berharga bagi diri kita karena
usahalah yang menentukan kita dan disitulah kita mengambil aroma positif jika
sudah berusaha. Kekalahan memang sebuah kemenangan yang tertunda, dan usahalah
yang membuat kita bangga dan menjadi alasan kenapa kita jauh dari keputus
asaan. Jadikan semua hal, semua kejadian, semua tindakan menjadi sebuah
inspiratif yang bermanfaat di kemudian kelak. Siapa yang mau mengulang
kesalahan untuk kedua kalinya? Saya rasa tidak. Jadi, perbaiki semua mulai dari
nol sampai tercapai sebuah prestasi yang membanggakan.
