22 Januari 2012

Tae Kwon Do Festival


Gedung POPKI. Jl. Jambore No.1 Cibubur, Jakarta Timur

AYYYEEEE, akhirnya nge-post lagi. Sepi banget nih blog, nggak apa dah yang penting bisa nulis sesuatu, sukur-sukur berguna. Kali ini saya akan berbicara tentang diri saya waktu ada yang namanya kejuaraan Taekwondo, yeah. TAEKWONDO I LOP YU PULL! HWAAHHH (terjun dari lantai 99). Saya menggeluti jadi atlet Taekwondo amatiran dari 5 bulan yang lalu saat pemilihan ekskul di sekolah tercin’tai’. Selain bela diri ini berasal dari negara K-Pop (Korea) bela diri ini juga sangat terkenal di seantero dunia. Taekwondo terkenal juga dengan Fightnya, mulai dari tendangan, pukulan, dan tangkisan.

Kemarin adalah hari bersejarah dalam hidup saya yang suram ini. Walaupun hasilnya sedikit suram dan agak kecewa, tapi nggak apalah namanya juga awal, kekalahan adalah kemenangan yang tertunda iya nggak? (Kalo nggak TONJOKKK!). Pertamanya saya biasa aja, dan pasrah kepada Allah dengan usaha yang sudah maksimal menurut saya.Club saya yang tercinta dan teman-teman yang selalu menyemangati saya, menjadikan kekecewaan dan kesuraman lenyap di makan cahaya rembulan dari sobat Club Proverbs Star. Lumayan sih bawa pulang medali perunggu karena juara tiga, “loh, menang dong dapet medali?” nggak kawan, jadi bagannya itu atau satu partai terdiri dari tiga orang pemain jadi saya kalah di awal, agak nyesel sih, tapi nggak papalah.

Akhirnya pengambilan medali di lobby pas mau masuk ke lapangan, eh ada minuman gratisan, boleh tuh bawa pulang buat tetangga. Sebelumnya ada foto-foto waktu disana, tapi ada di kamera punya temen dan sayangnya udah di apus-apusin soalnya nggak penting. Isi fotonya seperti gambar anak kecil, foto minuman gratis, kuku kaki temen, seragam tekondo yang lagi di pake, dan lain sebagainya itu di apusin yang sekarang saya pegang nggak ada, jadi maaf yak nggak ada photonya.

Sehabis pertandingan saya mempunyai dampak bagi tubuh saya, yang pertama, tangan pada biru-biru karena defend serangan, terus kaki bengkak dan biru kayaknya nendang kena sikut sang lawan. Pertandingan diadakan 3 konde maksudnya ronde. Saya kalah 5-3. Wasitnya kayaknya nggak ngitung adil, lawan saya udah mukul beberapa kali tapi hanya dapat lima point kalau saya sih wajar.

Pertandingan di adakan di Popki cibubur. Pertandingan di adakan 2 hari karena hanya 5 lapangan bertanding dengan peserta kurang lebih 1700 orang. Saya kebagian kemarin dan saya bersyukur, kalo kebagian sekarang saya nggak akan dapat nilah penjaskes atletik di stadion UI.

Kalah dan menang sudah biasa, tapi bagaimana kita membuat semua usaha kita berharga bagi diri kita karena usahalah yang menentukan kita dan disitulah kita mengambil aroma positif jika sudah berusaha. Kekalahan memang sebuah kemenangan yang tertunda, dan usahalah yang membuat kita bangga dan menjadi alasan kenapa kita jauh dari keputus asaan. Jadikan semua hal, semua kejadian, semua tindakan menjadi sebuah inspiratif yang bermanfaat di kemudian kelak. Siapa yang mau mengulang kesalahan untuk kedua kalinya? Saya rasa tidak. Jadi, perbaiki semua mulai dari nol sampai tercapai sebuah prestasi yang membanggakan.