Masih semangat
semuanya hari ini?!!!? YES, YES, YES, MANCAPPPP!!!!. Kali ini saya akan
membicarakan tentang “Waktu”. Pasti pada tahukan yang namanya Waktu, itulah
yang setiap harinya kita berpacu dengannya. Berbicara soal waktu, sebetulnya
sangat rumlah untuk di bahas. Sebab, setiap diri kita masing-masing pasti udah
memiliki alignment (penjajaran) sendiri dalam mengatur
kebiasaan hidup kita. Tapi nih bro, yang terpenting dalam mengatur waktu adalah
memastikan semua sesuai dengan tujuan dan tidak ada waktu yang tersia-siakan
begitu saja. Sebab, waktu pasti akan terus berjalan sobat. Apakah waktu bisa
minta ijin dengan kita yang lagi melamun, main kartu, main game, berdialog
gaje, cengar-cengir, tidur-tiduran, nonton tipi, garuk-garuk kepala, nyisirin
boneka, dan aktivitas lainnya atau malah berbuat maksiat, Nah loh..?.
Waktu nggak
mungkin main-main. Dia kan terus berlari meninggalkan kita, bagi yang aktif
atau tidak bergerak sedikitpun. Pasti pada nggak kerasakan, sekarang udah tahun
2012, kita tahu sesudah kita mengetahuinya. Bagi kita yang melewatinya dengan
amal baik insya Allah menjadi tabungan pahala kita kelak. Tapi bagi kita
melewati tahun lalu-ituhanya dengan bermanja-manja dan bertopang dagu saja,
rugi dong, apalagi kalo sampe melakukan maksiat, ruginya berlipat ganda. Ayo
tobat bro. Wkwkw
Allah berfirman dalam Al-Quran :
“Demi masa, sesungguhnya manusia
itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal shaleh dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan
nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al-‘Ashr(103): 1-3)
Waktu nggak bisa di putar
Siapa yang ingat kutipan lagu
Raihan yang terisnpirasi dari hadits Rasulullah Saw, yaitu tentang waktu.
“Gunakan kesempatan yang masih diberi s’moga kita tak akan menyesal/Masa usia
kita jangan disiakan, karena ia tak ‘kan kembali/ingat lima perkara sebelum
lima perkara/sehat sebelum sakit/muda sebelum tua/ kaya sebelum miskin/lapang
sebelum sempit/hidup sebelum mati.” Gimana? Tahukah?.
Tau nggak bro? Waktu memiliki
karakter yang tidak bisa di kembalikan. Waktu berluncur begitu saja tanpa
peduli kita. Mana bisa, meng-UNDO
seperti pada program komputer? Waktu nggak bisa di kembalikan seperti bermain
internet dengan cara meng-BACK untuk bisa mengulani dan mengeksekusi sebuah
situs web misalnya. TIDAK BRO..! waktu boleh di bilang hanya sekali jadi. Itu
sebabnya, tugas kitalah yang harus pandai memilah dan memilih dalam
memanfaatkan waktu.
Secara, waktu adalah semacam
ukuran yang kita sepakati bersama. 1 detik, 1 menit, 1 jam, hari, minggu,
bulan, tahun, windu, dasawarsa, abad dan seterusnya. Itu semua adalah ukuran
untuk memudahkan kita mengerjakan segala urusan kita. Adanya batasan waktu agar
kita mau mengaturnya dengan baik. Percuma bro, jika uudah ngasih jadwal, sudah
buat pperjanjian dengan waktu, ternyata kita sendiri yang melanggarnya dengan tidak
memantatinya maksudnya mentaatinya sesuai dengan urutan waktu dan target.
Untung dan rugi pasti sering
terjadi pada kehidupan kita. Berbicara tentang untung dan rugi, tentu bagi kita
yang nggak bisa menuhin semua aturan itu akan rugi karena bisa jadi malah tidak
melakukan apa-apa selama waktu yang udah di tentukan, kecuali melakukan
kesia-siaan saja yang memang bukan sesuatu yang seharusnya dilakukan.
Jadi sobat, pada saat dinilah
kita sudah kehilangan saat-saat terbaik. Tentu, waktu tidak akn pernah kembali
untuk memberi kesempatan untuk melakukan apa yang udah sobat tinggalkan
tersebut. jadi, untuk mengubah statement diatas, yang paling mudah adalah
memperbaiki pada kesempatan berikutnya, gampangkan? Ngomongnya. Ngelakuinnya? Itu
sih tergantung loo. Tapi tetap tidak mengubah kondisi kembali kebelakang,
karena yang udah terjadi adalah kita memperbaiki pada waktu yang lain dan
selama itu pula kita sudah banyak kehilangan kesempatan.
Ex :
Bagi kita yang nggak naik kelas
tahun ini karena malas belajar, maka itu kondisi saat ini yang tidak bisa di
ubah, iyakan? Tetap nggak naik kelas. Status saat itu adalah tetap tinggal
kelas sementara yang lain sudah naik ke kelas berikutnya. padahal semua itu
terjadi pada satu waktu kejadian berlangsung, yakni pada kesempatan yang sama.
Insya Allah kita naik kelas, tapi itu terjadi nanti, tunggalah 1 tahun lagi,
mau ngapain lagi? Mangkanya belajar!. Jadi jangan main-main dengan waktu, waktu
sangat penting nggak seperti permainan sepak bola yang nggak penting. Jadi,
waktu tidak akan kembali. Sekali jadi. Lalu, jangan sampai kita ngerugiin diri
sendiri akibat nggak bisa memanfaatkan waktu.
Barangkali ada yang merasa waktu
begitu cepat berlalu, begitupun saya. sepertinya singkat sekali, kayak baru di
lahirkan kemarin (Alah Lebay). Atau karena kita sangat asik menikmati hidup? Bisa
jadi tuh, salah satu faktor perasaan kita. Terlalu nikmat di dunia. Tapi ingat
sob, bahwa ada juga di antara teman kita yang sangat boleh jadi waktu berjalan
sangat lambat. Misal, bagi orang yang berada di penjara, yang aktivitasnya
tidak banyak dan hanya di situ saja, waktu pasti akan berjalan lambat.
(Pengalaman kali yee?).
Waktu yang berjalan terasa cepat
selain menunjukkan betapa nikmatnya hidup di dunia, juga menunjukkan bahwa kita
semangat menjalani hidup. Banyak kegiatan yang dilakukan, banyak janji kita
buat, banyak prestasi yang hendak kita raih, sehingga tidak ada waktu untuk
melamun melihat detik waktu berdetak. Seolah-olah kita sedang berlari melangkah
setiap hari-hari dan berpacu dengan waktu digital. Barangkali ini yang membuat
waktu berjalan begitu cepat.
Hikmahnya, jangan sia-siakan
waktu yang bergulir begitu cepat-dengan kegiatan yang miskin manfaat, atau malah
bertabur maksiat. Kita tidak akan bisa kembali lagi pada waktu tersebut. Kita
hanya bisa memperbaiki dan itu membutuhkan waktu. Sementara mereka yang taat
mengatur waktu dengan baik, akan menuai hasil yang baik pula pada waktu yang
sama dan tidak melakukan kegiatan percuma.
Karakter waktu yang cukup unik
lainnya adalah bahwa gerak waktu berbanding lurus. Semakin banyak waktu yang di
sediakan untuk hidup kita, maka sebanyak itu pula waktu yang diberikan. Itu sebabnya setiap manusia berbeda usia,
usia tidak bisa saling membalap. Jatahnya sudah jelas dan diberi sama. Tapi
tetap sesuai start saat memulai hidup ini. Karena tidak bisa berbalap soal
umur, pernah ada anekdot ketika seorang pemuda menikahi seorang gadis pujaannya
yang berusia lebih muda 3 tahun darinya. Tapi ayah si gadis tidak setujuh dan
memberikan alasa, “Boleh kamu menikah dengan anak saya, tapi nanti saat umur
kamu dan anak saya sama.” (Ayah yang Gila, kapan nikahnya..? :@).
Waktu terus berjalan seiring
dengan bertambahnya umur kita. Itu sebabnya kita tidak bisa meminta ijin,
misalnya ingin meminta cuti dari bertambahnya usia ketika kita sedang tidur
atau berdialog, dan main game, nggak sob. Usia kita dari detik ke detik selalu
berkurang, kenapa? Karena semakin bertambahnya usia, semakin berkurangnya umur
kita hidup di dunia. Meskipun kita
sedang tidak beraktivitas. Itu sebabnya, jangan bangga jika masih muda lalu
merasa masih banyak waktu untuk nanti. Sehingga merasa waktu tersebut harus
kita sukai dan senangi saat ini namun pandangan islam miskin manfaat. Itu
artinya kita menghamburkan kesempatan yang di berikan hanya untuk hal-hal yang
remeh. Tidak seharusnya. Sebab, seharusnya yang kita upayakan dalam setiap
detik itu harus bernilai ibadah di hadapan Allah SWT.
Memanfatakan waktu
Waktu itu tidak bisa di jinakkan.
Kalau misalnya kuda liar kita latih jadi baik insya Allah bisa. Tapi soal
waktu, kita berbuat baik atau tidak, tetap saja waktu itu berjalan. Tidak
peduli dengan semua dan itu berjalan lurus. Mungkin yang di perlukan itu adalah
bagaimana kita memanfaatkan waktu dengan efektif. Bagaimana caranya?
1. Biasakan
kita membuat agenda harian. Di urut prioritasnya dari yang sangat penting,
penting, dan biasa. Misalnya sekolah/kuliah tentu menjadi prioritas utama,
kemudian ke warnet, mungkin itu bisa di anggap penting karena misalnya mencari
bahan untuk tugas, kemudian yang terkatagori biasa misalnya pergi bermain.
Usahakan untuk mengutamakan yang sangat penting terlebih dahulu dan yang
terakhir berkatagori biasa.
2. Memegang
komitmen dengan apa yang sudah kita jadwalkan. Karena kebiasaan dari kita
adalah menulis semua agenda, tapi tidak
di kerjakan. Akhirnya malah menumpuk.
3. Buat
target. ini penting, apalagi jika yang dilakukan adalah ‘proyek besar’ untuk
masa depan kita. Jadi harus di buat batasan waktunya, sehingga rencana yang
sudah dibuat itu akan direalisasikan sesuai dengan urutan waktu dan ukuran
tahapan pencapaiannya. Jangan lupa untuk memastikan ada evaluasi, agar dari
waktu ke waktu bisa lebih baik lagi.
Bagaimana kalau kita sedang malas
untuk melakukan sesuatu, apa malas dapat di artikan sebagai pembunuh
kesempatan? Rasa malas itu manusiawi. Sebab semua manusia sepertinya pasti
pernah merasakan malas. Maka, kalau pun itu mendera kita, pastikan kita bisa
mengendalikan diri.
Caranya, jangan terlena dan
jangan mengampuni diri sendiri kalau rasa mals itu manusiawi. Tapi cari akibat dimana rasa malas itu
melanda.mungkin malas karena lelah, maka kita bisa atur waktu dan kegiatan
lainnya supaya tidak kelelahan. Ketika malas melakukan kegiatan dan akhirnya
memainkan game dengan tujuan untuk refreshing
silahkan saja, tetapi tidak berlama-lama. Ingat! Waktu terus berjalan meninggalkan
kita. Kalau sudah hilang penat dan stressnya segera berhenti main game. Setelah
itu, ya kembali pada pekerjaan yang harus di selesaikan.
Jika masih ada banyak kekurangan
dalam mengatur dan memanfaatkan waktu, setidaknya menekan diri sendiri untuk
terus berkomitmen pada setiap kegiatan yang waktunya sudah di alokasikan. Bisa
saja di tulis di buku agenda, ponsel, organizer program komputer, atau papan
styrofoam yang di tempel di kamar. Agenda harian, mingguan atau bulanan. Baik
yang rutin maupun yang tertentu waktu ada momen spesial saja.
Kawan, di dunia ini kita berpacu
dengan waktu, maka tingkatkan kualitas perbuatan kita, syukur-syukur bisa lebih
banyak kita lakukan. Tentu perbuatan benar dan baik sesuai tuntunan Allah dan
RasulNya. Untuk apa? Untuk masa depan kita di dunia dan di akhirat. Insya
Allah. Sebab, jangan sampai umur kita habis, tapi kita banyak melakukan
maksiat. Kematian? Siapa yang tahu kapan datangnya. Jadi, simpan dalam benak
kalian, Malaikat Izrail tidak akan mengirim “pesan kematian” kepada kita via
SMS atau langsung, dengan bunyi: “Maaf, masa aktif hidup anda akan segera
habis. Sudah terlalu banyak dosa anda di buku catatan akhirat. Sehingga saldo
iman berkurang. Segera isi ulang iman anda sebelum nyawa anda di blokir.” Kalau
dikasih tahu gitu, bakalan enak.
Mumpung masih ada waktu, kita
manfaatkan untuk beramal baik. Kita sama-sama berusaha menjadi yang terbaik di
hadapan Allah Swt. Keep ISTIQAMAH dan tetap SEMANAGAT!.
