20 Januari 2012

Pentingnya Waktu


Masih semangat semuanya hari ini?!!!? YES, YES, YES, MANCAPPPP!!!!. Kali ini saya akan membicarakan tentang “Waktu”. Pasti pada tahukan yang namanya Waktu, itulah yang setiap harinya kita berpacu dengannya. Berbicara soal waktu, sebetulnya sangat rumlah untuk di bahas. Sebab, setiap diri kita masing-masing pasti udah memiliki alignment (penjajaran) sendiri dalam mengatur kebiasaan hidup kita. Tapi nih bro, yang terpenting dalam mengatur waktu adalah memastikan semua sesuai dengan tujuan dan tidak ada waktu yang tersia-siakan begitu saja. Sebab, waktu pasti akan terus berjalan sobat. Apakah waktu bisa minta ijin dengan kita yang lagi melamun, main kartu, main game, berdialog gaje, cengar-cengir, tidur-tiduran, nonton tipi, garuk-garuk kepala, nyisirin boneka, dan aktivitas lainnya atau malah berbuat maksiat, Nah loh..?.
Waktu nggak mungkin main-main. Dia kan terus berlari meninggalkan kita, bagi yang aktif atau tidak bergerak sedikitpun. Pasti pada nggak kerasakan, sekarang udah tahun 2012, kita tahu sesudah kita mengetahuinya. Bagi kita yang melewatinya dengan amal baik insya Allah menjadi tabungan pahala kita kelak. Tapi bagi kita melewati tahun lalu-ituhanya dengan bermanja-manja dan bertopang dagu saja, rugi dong, apalagi kalo sampe melakukan maksiat, ruginya berlipat ganda. Ayo tobat bro. Wkwkw

Allah berfirman dalam Al-Quran :

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al-‘Ashr(103): 1-3)

Waktu nggak bisa di putar

Siapa yang ingat kutipan lagu Raihan yang terisnpirasi dari hadits Rasulullah Saw, yaitu tentang waktu. “Gunakan kesempatan yang masih diberi s’moga kita tak akan menyesal/Masa usia kita jangan disiakan, karena ia tak ‘kan kembali/ingat lima perkara sebelum lima perkara/sehat sebelum sakit/muda sebelum tua/ kaya sebelum miskin/lapang sebelum sempit/hidup sebelum mati.” Gimana? Tahukah?.

Tau nggak bro? Waktu memiliki karakter yang tidak bisa di kembalikan. Waktu berluncur begitu saja tanpa peduli kita.  Mana bisa, meng-UNDO seperti pada program komputer? Waktu nggak bisa di kembalikan seperti bermain internet dengan cara meng-BACK untuk bisa mengulani dan mengeksekusi sebuah situs web misalnya. TIDAK BRO..! waktu boleh di bilang hanya sekali jadi. Itu sebabnya, tugas kitalah yang harus pandai memilah dan memilih dalam memanfaatkan waktu.

Secara, waktu adalah semacam ukuran yang kita sepakati bersama. 1 detik, 1 menit, 1 jam, hari, minggu, bulan, tahun, windu, dasawarsa, abad dan seterusnya. Itu semua adalah ukuran untuk memudahkan kita mengerjakan segala urusan kita. Adanya batasan waktu agar kita mau mengaturnya dengan baik. Percuma bro, jika uudah ngasih jadwal, sudah buat pperjanjian dengan waktu, ternyata kita sendiri yang melanggarnya dengan tidak memantatinya maksudnya mentaatinya sesuai dengan urutan waktu dan target.

Untung dan rugi pasti sering terjadi pada kehidupan kita. Berbicara tentang untung dan rugi, tentu bagi kita yang nggak bisa menuhin semua aturan itu akan rugi karena bisa jadi malah tidak melakukan apa-apa selama waktu yang udah di tentukan, kecuali melakukan kesia-siaan saja yang memang bukan sesuatu yang seharusnya dilakukan.

Jadi sobat, pada saat dinilah kita sudah kehilangan saat-saat terbaik. Tentu, waktu tidak akn pernah kembali untuk memberi kesempatan untuk melakukan apa yang udah sobat tinggalkan tersebut. jadi, untuk mengubah statement diatas, yang paling mudah adalah memperbaiki pada kesempatan berikutnya, gampangkan? Ngomongnya. Ngelakuinnya? Itu sih tergantung loo. Tapi tetap tidak mengubah kondisi kembali kebelakang, karena yang udah terjadi adalah kita memperbaiki pada waktu yang lain dan selama itu pula kita sudah banyak kehilangan kesempatan.

Ex :        

Bagi kita yang nggak naik kelas tahun ini karena malas belajar, maka itu kondisi saat ini yang tidak bisa di ubah, iyakan? Tetap nggak naik kelas. Status saat itu adalah tetap tinggal kelas sementara yang lain sudah naik ke kelas berikutnya. padahal semua itu terjadi pada satu waktu kejadian berlangsung, yakni pada kesempatan yang sama. Insya Allah kita naik kelas, tapi itu terjadi nanti, tunggalah 1 tahun lagi, mau ngapain lagi? Mangkanya belajar!. Jadi jangan main-main dengan waktu, waktu sangat penting nggak seperti permainan sepak bola yang nggak penting. Jadi, waktu tidak akan kembali. Sekali jadi. Lalu, jangan sampai kita ngerugiin diri sendiri akibat nggak bisa memanfaatkan waktu.

Barangkali ada yang merasa waktu begitu cepat berlalu, begitupun saya. sepertinya singkat sekali, kayak baru di lahirkan kemarin (Alah Lebay). Atau karena kita sangat asik menikmati hidup? Bisa jadi tuh, salah satu faktor perasaan kita. Terlalu nikmat di dunia. Tapi ingat sob, bahwa ada juga di antara teman kita yang sangat boleh jadi waktu berjalan sangat lambat. Misal, bagi orang yang berada di penjara, yang aktivitasnya tidak banyak dan hanya di situ saja, waktu pasti akan berjalan lambat. (Pengalaman kali yee?).

Waktu yang berjalan terasa cepat selain menunjukkan betapa nikmatnya hidup di dunia, juga menunjukkan bahwa kita semangat menjalani hidup. Banyak kegiatan yang dilakukan, banyak janji kita buat, banyak prestasi yang hendak kita raih, sehingga tidak ada waktu untuk melamun melihat detik waktu berdetak. Seolah-olah kita sedang berlari melangkah setiap hari-hari dan berpacu dengan waktu digital. Barangkali ini yang membuat waktu berjalan begitu cepat.

Hikmahnya, jangan sia-siakan waktu yang bergulir begitu cepat-dengan kegiatan yang miskin manfaat, atau malah bertabur maksiat. Kita tidak akan bisa kembali lagi pada waktu tersebut. Kita hanya bisa memperbaiki dan itu membutuhkan waktu. Sementara mereka yang taat mengatur waktu dengan baik, akan menuai hasil yang baik pula pada waktu yang sama dan tidak melakukan kegiatan percuma.

Karakter waktu yang cukup unik lainnya adalah bahwa gerak waktu berbanding lurus. Semakin banyak waktu yang di sediakan untuk hidup kita, maka sebanyak itu pula waktu yang diberikan.  Itu sebabnya setiap manusia berbeda usia, usia tidak bisa saling membalap. Jatahnya sudah jelas dan diberi sama. Tapi tetap sesuai start saat memulai hidup ini. Karena tidak bisa berbalap soal umur, pernah ada anekdot ketika seorang pemuda menikahi seorang gadis pujaannya yang berusia lebih muda 3 tahun darinya. Tapi ayah si gadis tidak setujuh dan memberikan alasa, “Boleh kamu menikah dengan anak saya, tapi nanti saat umur kamu dan anak saya sama.” (Ayah yang Gila, kapan nikahnya..? :@).

Waktu terus berjalan seiring dengan bertambahnya umur kita. Itu sebabnya kita tidak bisa meminta ijin, misalnya ingin meminta cuti dari bertambahnya usia ketika kita sedang tidur atau berdialog, dan main game, nggak sob. Usia kita dari detik ke detik selalu berkurang, kenapa? Karena semakin bertambahnya usia, semakin berkurangnya umur kita hidup di dunia.  Meskipun kita sedang tidak beraktivitas. Itu sebabnya, jangan bangga jika masih muda lalu merasa masih banyak waktu untuk nanti. Sehingga merasa waktu tersebut harus kita sukai dan senangi saat ini namun pandangan islam miskin manfaat. Itu artinya kita menghamburkan kesempatan yang di berikan hanya untuk hal-hal yang remeh. Tidak seharusnya. Sebab, seharusnya yang kita upayakan dalam setiap detik itu harus bernilai ibadah di hadapan Allah SWT.

Memanfatakan waktu

Waktu itu tidak bisa di jinakkan. Kalau misalnya kuda liar kita latih jadi baik insya Allah bisa. Tapi soal waktu, kita berbuat baik atau tidak, tetap saja waktu itu berjalan. Tidak peduli dengan semua dan itu berjalan lurus. Mungkin yang di perlukan itu adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu dengan efektif. Bagaimana caranya?

     1.  Biasakan kita membuat agenda harian. Di urut prioritasnya dari yang sangat penting, penting, dan biasa.  Misalnya sekolah/kuliah tentu menjadi prioritas utama, kemudian ke warnet, mungkin itu bisa di anggap penting karena misalnya mencari bahan untuk tugas, kemudian yang terkatagori biasa misalnya pergi bermain. Usahakan untuk mengutamakan yang sangat penting terlebih dahulu dan yang terakhir berkatagori biasa.

      2.  Memegang komitmen dengan apa yang sudah kita jadwalkan. Karena kebiasaan dari kita adalah menulis  semua agenda, tapi tidak di kerjakan. Akhirnya malah menumpuk.

     3. Buat target. ini penting, apalagi jika yang dilakukan adalah ‘proyek besar’ untuk masa depan kita. Jadi harus di buat batasan waktunya, sehingga rencana yang sudah dibuat itu akan direalisasikan sesuai dengan urutan waktu dan ukuran tahapan pencapaiannya. Jangan lupa untuk memastikan ada evaluasi, agar dari waktu ke waktu bisa lebih baik lagi.

Bagaimana kalau kita sedang malas untuk melakukan sesuatu, apa malas dapat di artikan sebagai pembunuh kesempatan? Rasa malas itu manusiawi. Sebab semua manusia sepertinya pasti pernah merasakan malas. Maka, kalau pun itu mendera kita, pastikan kita bisa mengendalikan diri.

Caranya, jangan terlena dan jangan mengampuni diri sendiri kalau rasa mals itu manusiawi.  Tapi cari akibat dimana rasa malas itu melanda.mungkin malas karena lelah, maka kita bisa atur waktu dan kegiatan lainnya supaya tidak kelelahan. Ketika malas melakukan kegiatan dan akhirnya memainkan game dengan tujuan untuk refreshing silahkan saja, tetapi tidak berlama-lama. Ingat! Waktu terus berjalan meninggalkan kita. Kalau sudah hilang penat dan stressnya segera berhenti main game. Setelah itu, ya kembali pada pekerjaan yang harus di selesaikan.

Jika masih ada banyak kekurangan dalam mengatur dan memanfaatkan waktu, setidaknya menekan diri sendiri untuk terus berkomitmen pada setiap kegiatan yang waktunya sudah di alokasikan. Bisa saja di tulis di buku agenda, ponsel, organizer program komputer, atau papan styrofoam yang di tempel di kamar. Agenda harian, mingguan atau bulanan. Baik yang rutin maupun yang tertentu waktu ada momen spesial saja.
Kawan, di dunia ini kita berpacu dengan waktu, maka tingkatkan kualitas perbuatan kita, syukur-syukur bisa lebih banyak kita lakukan. Tentu perbuatan benar dan baik sesuai tuntunan Allah dan RasulNya. Untuk apa? Untuk masa depan kita di dunia dan di akhirat. Insya Allah. Sebab, jangan sampai umur kita habis, tapi kita banyak melakukan maksiat. Kematian? Siapa yang tahu kapan datangnya. Jadi, simpan dalam benak kalian, Malaikat Izrail tidak akan mengirim “pesan kematian” kepada kita via SMS atau langsung, dengan bunyi: “Maaf, masa aktif hidup anda akan segera habis. Sudah terlalu banyak dosa anda di buku catatan akhirat. Sehingga saldo iman berkurang. Segera isi ulang iman anda sebelum nyawa anda di blokir.” Kalau dikasih tahu gitu, bakalan enak.

Mumpung masih ada waktu, kita manfaatkan untuk beramal baik. Kita sama-sama berusaha menjadi yang terbaik di hadapan Allah Swt. Keep ISTIQAMAH dan tetap SEMANAGAT!.