13 Januari 2012

Mempesona atau Memesona?


Kalau ada yang tertarik pada tata bahasa Indonesia yang baik dan benar atau konsisten dengan tata baku atau proses gramatikal bahasa Indonesia, beberapa kata akan terdengar aneh. Ini karena aturan yang salah, yang sudah lama diakui sebagai aturan yang benar.


Ayo saya tanya, menurut kalian yang menar Mempesona atau Memesona?

Di tanyangan iklan, sinetron, atau narasi program news dan sejenisnya. Semua setubuh maksudnya setujuh kalau Mempesona adalah kata yang tepat. Tapi ternyanya mereka sudah melakukankesalahan ‘masal’. Karena yang benar adalah “Memesona.” Kenapa?

Pertama-tama kita akan berbicara masalah imbuhan. Masing-masing imbuhan yang berasal dari imbuhan me-  akan memiliki penambahan fonem (huruf) jika bersinggungan dengan kata tertentu. Contohnya :

Imbuhan me- dengan kata dasar yang berawalan huruf ‘t-‘ misal, tipu. Gramatikalnya, men-  + Tipu = Menipu. Ini karena ‘N’ (nasal) akan luluh terhadap kata dasar yang berawawal huruf ‘T’.  Akan jadi aneh jika Metipu. Sebab imbuhan me- akan melekat pada kata dasar yang berawalan ‘L’ contohnya , me- + lapor = melapor.

Sekian, semoga bermanfaat.