Bismillah
…
Kita
adalah sesama manusia, kita adalah satu, kita mempunyai mata, hidung, telinga,
dan mulut. Meskipun ada perbedaan, kita tetap sama, kita tetap manusia. Kita
semua ingin hidup dalam keadaan utuh dan tanpa gangguan apapun. Jika kita lihat
sekeliling, kita akan menemukan seongok manusia yang raganya tidak utuh dan
yang jiwanya terganggau. Disana, kalian
menjauh, kalian menghindar, kalian tidak memberikan sesuatu, atau mungkin diam
dalam ketakutan.
Saya
belajar bagaimana manusia saling menghargai, kita adalah human society yang
saling ketergantung dari satu manusia dengan manusia lain. Kalian tidak bisa
mengubah kodrat itu. Mereka yang jiwanya tak utuh, sangat dan sangat butuh
kalian, sangat butuh komunikasi. Mungkin sebenarnya mereka tidak ingin menjadi
seperti mereka sekarang, mereka juga ingin seperti kita atau mungkin anda yang sedang
membaca artikel ini.
Di
suatu pagi, saya berkunjung ke ‘rumah’ tempat mereka tinggal untuk menyendiri,
tertawa sendiri, mengelus kedua kaki mereka, melakukan kegiatan yang tak perlu,
tidur dengan kehampaan, dan bangun dengan kekosongan. Saya bersyukur, masih ada
tempat yang menampung mereka. Mereka di asuh, di berikan obat, di berikan
makanan yang layak. Tak jarang mereka di seret dari pinggiran jalan untuk masuk
ke ‘rumah’ yang baru mereka kenal.
Matanya
kosong melihat sesuatu yang tak pasti, berhalusinasi, medapat wangsit mungkin.
Mereka memang sangat butuh bantuan orang yang waras yang persepsi dan stigma mereka
tidak buruk terhadap orang-orang gangguan jiwa.
Mungkin
mereka akan berbicara : “Saudaraku, aku juga ingin seperti kalian, makan dengan
nikmat, menuntut ilmu, berbicara dengan lancar, bermain di mall, bersenda
gurau, nonton bioskop, dan mungkin aku juga ingin punya pacar. Aku tidak mau
seperti ini, mana ada orang waras yang ingin seperti aku ini. Aku Cuma butuh
perhatian lebih, aku butuh kesembuhan dan cahaya suci dari kalian, kalian bisa,
dan aku percaya. Semoga kalian mendapatkan pahala yang layak selayak kalian
hidup sekarang ini.”
Saya
tidak dapat menahan rasa syukur saya, saya hanya mengeluh dalam hati, kenapa?
Kenapa saya begitu hina selama ini terhadap mereka? Mereka sama, mereka
keturunan nabi Adam, mereka punya bagian tubuh yang kami punya, tidak ada
kelainan. Hey! Mungkin suatu ketika kalian merasakan seperti mereka? Bagaimana?
Dengan gangguan jiwa yang orang lain menjauhi, menghina, tidak ada belas kasih,
diganggu, dan paling parah anda akan di siksa.
Hal
yang paling dasar untuk menghargai mereka adalah … Mensyukurinya sekarang.
Mensyukuri
dalam hal mengasihi mereka, melindungi mereka, dan paling mulia adalah membawa
mereka pulang ke ‘rumah’ yang dapat membuatnya sembuh dan pulang ke tempat
asalnya, rumah sebenarnya.
Kita
semua belajar dari mereka. Belajar menghadapi hidup dengan apa adanya, berusaha
untuk tidak meninggalkan apa yang semestinya di kerjakan, yaitu ibadah.
Penyebab utama mereka kehilangan sebagian jiwa mereka dan berperilaku aneh
adalah kurangnya keimanan. Dengan Sholat 5 waktu, mengaji, dan bersedekah
insyaAllah kita terhindar dari sesuatu yang tidak kita inginkan.
Kalian
melihat, dan kalian berpikir. Kalian mendengar, dan kalian berpikir. Kalian
merasakan, dan kalian berpikir. Kalian berpikir, maka kalian ada.
Sekarang
lihat, dengar, dan rasakan … Saudara-saudara kalian yang kekurangan sesuatu
baik mental, fisik, mau pun moril. Dan kalian ada karena kalian melakukan
sesuatu untuk mereka, untuk mensejahterkan mereka.
