31 Mei 2013

Mereka Gangguan Jiwa dan Kita



Bismillah …

Kita adalah sesama manusia, kita adalah satu, kita mempunyai mata, hidung, telinga, dan mulut. Meskipun ada perbedaan, kita tetap sama, kita tetap manusia. Kita semua ingin hidup dalam keadaan utuh dan tanpa gangguan apapun. Jika kita lihat sekeliling, kita akan menemukan seongok manusia yang raganya tidak utuh dan yang jiwanya terganggau.  Disana, kalian menjauh, kalian menghindar, kalian tidak memberikan sesuatu, atau mungkin diam dalam ketakutan.


Saya belajar bagaimana manusia saling menghargai, kita adalah human society yang saling ketergantung dari satu manusia dengan manusia lain. Kalian tidak bisa mengubah kodrat itu. Mereka yang jiwanya tak utuh, sangat dan sangat butuh kalian, sangat butuh komunikasi. Mungkin sebenarnya mereka tidak ingin menjadi seperti mereka sekarang, mereka juga ingin seperti kita atau mungkin anda yang sedang membaca artikel ini.
Di suatu pagi, saya berkunjung ke ‘rumah’ tempat mereka tinggal untuk menyendiri, tertawa sendiri, mengelus kedua kaki mereka, melakukan kegiatan yang tak perlu, tidur dengan kehampaan, dan bangun dengan kekosongan. Saya bersyukur, masih ada tempat yang menampung mereka. Mereka di asuh, di berikan obat, di berikan makanan yang layak. Tak jarang mereka di seret dari pinggiran jalan untuk masuk ke ‘rumah’ yang baru mereka kenal.

Matanya kosong melihat sesuatu yang tak pasti, berhalusinasi, medapat wangsit mungkin. Mereka memang sangat butuh bantuan orang yang waras yang persepsi dan stigma mereka tidak buruk terhadap orang-orang gangguan jiwa.

Mungkin mereka akan berbicara : “Saudaraku, aku juga ingin seperti kalian, makan dengan nikmat, menuntut ilmu, berbicara dengan lancar, bermain di mall, bersenda gurau, nonton bioskop, dan mungkin aku juga ingin punya pacar. Aku tidak mau seperti ini, mana ada orang waras yang ingin seperti aku ini. Aku Cuma butuh perhatian lebih, aku butuh kesembuhan dan cahaya suci dari kalian, kalian bisa, dan aku percaya. Semoga kalian mendapatkan pahala yang layak selayak kalian hidup sekarang ini.”

Saya tidak dapat menahan rasa syukur saya, saya hanya mengeluh dalam hati, kenapa? Kenapa saya begitu hina selama ini terhadap mereka? Mereka sama, mereka keturunan nabi Adam, mereka punya bagian tubuh yang kami punya, tidak ada kelainan. Hey! Mungkin suatu ketika kalian merasakan seperti mereka? Bagaimana? Dengan gangguan jiwa yang orang lain menjauhi, menghina, tidak ada belas kasih, diganggu, dan paling parah anda akan di siksa.

Hal yang paling dasar untuk menghargai mereka adalah … Mensyukurinya sekarang. 

Mensyukuri dalam hal mengasihi mereka, melindungi mereka, dan paling mulia adalah membawa mereka pulang ke ‘rumah’ yang dapat membuatnya sembuh dan pulang ke tempat asalnya, rumah sebenarnya.

Kita semua belajar dari mereka. Belajar menghadapi hidup dengan apa adanya, berusaha untuk tidak meninggalkan apa yang semestinya di kerjakan, yaitu ibadah. Penyebab utama mereka kehilangan sebagian jiwa mereka dan berperilaku aneh adalah kurangnya keimanan. Dengan Sholat 5 waktu, mengaji, dan bersedekah insyaAllah kita terhindar dari sesuatu yang tidak kita inginkan.

Kalian melihat, dan kalian berpikir. Kalian mendengar, dan kalian berpikir. Kalian merasakan, dan kalian berpikir. Kalian berpikir, maka kalian ada.

Sekarang lihat, dengar, dan rasakan … Saudara-saudara kalian yang kekurangan sesuatu baik mental, fisik, mau pun moril. Dan kalian ada karena kalian melakukan sesuatu untuk mereka, untuk mensejahterkan mereka.