10 Desember 2012

Ciri Khas Boyband dan Girlband LOKAL


Beginilah refreshing gue kalo lagi bete dan mood yang ancur. Saat gue lagi menghadapi UAS dan masalah menumpuk, scedule full sampe-sampe nggak sempet modol. Emang sih, gue udah mau beranjak gede, makin beranjak juga tanggung jawab. Oke, cukup curcol gue yang kelewat lebay dan apa-apaan. Kali ini gue mau bahas tentang BoyBand (BB) bukan Black Berry =,,=, dan GirlBand (GB).


Buat lo yang melek kualitas, pasti menjamurnya BB&GB lokal nggak lebih dari sekumpulan lelucon. Percuma aja kalo kualitasnya dikritik, toh mereka yang dibekingin produser TV kapitalis bakal nggak ngegubris kritikkan kita. Masalahnya mereka lumayah udah bikin nama negara kita jadi minus. Ya, berikut tujuh ciri khas boyband dan girlband versi gue. =,,=

1. Kalo lo ngeliat boyband Indonesia manggung, lo nggak akan bisa bedain muka cewek sama cowok gara-gara bedak yang dipake cowok tebelnya sama kayak yang dipake cewek. Gue nggak tahu siapa yang harus gue jadiin kambing hitam. Apakah tukan make-up nya yang ngasih dandanan nggak tanggung-tanggung sampe keliatan KECE (KEk CEwek) untuk ukuran cowok. Apakah lighting panggung yang bikin make-up boyben keliatan menor? Atau emang keinginan dan budaya anggota boyben itu sendiri?

2. Lo nggak akan nemuin album boy/gelben Indonesia kecuali album gretongan yang bisa lo dapetin setelah beli ayam goreng. Karena mereka adalah produk televisi, maka penghasilan mereka pun datengnya dari acara musik. Mutualisme sama si pembeli tayangan musik lipsync. Nggak heran setahun berlalu bahkan ampe modar pun produsernya mikir duaribu kali buat bikinin mereka album.

3. BB itu identik dengan anak muda berusia belasan sampe duapuluhan awal. Tapi yang lo dapetin sekarang adalah anggota-anggota yang angkanya sampe 25 tahun ke atas. Bahkan ada mantan model yang nyaris kepala empat yang coba-coba peruntungan bikin model. Seharusnya mereka masuk genre GB. Grandfather Band.

4. lo akan heran kenapa satu BB isinya tampang mas-mas semua. Kita juga bakal nemuin tampang-tampang alama yang sempat masuk ke dunia entertainment. Dan lo pun akan bilang, “Lho, kok kayak pernah liat, ya?” Yeah, bintang film, presenter atau penyanyi solo misalnya, memang punya tampang euforia sementara di zamannya. Sehingga kalau mereka balik lagi, perlu usaha keras untuk takhlukin dunia industri musik Tanah Air.

5. Sisi lain gue bertanya-tanya, kenapa yang punya tampang, ya katakanlah dibawah standar bisa masuk jadi anggota BB/GB? Ada dua faktor yang bikin dia masuk, pertama karena dia punya kualitas vokal baik dari yang lain. Sehingga dia nyelametin suara kaleng rombeng temen-temennya. Kedua, karena dia yang punya koreografi yang keren. Dan sebenernya kalau di Korea sana, BB/GB itu sengaja dibuat dari berbagai tipikal face.

Maksud gue, liat deh, Bigbang atau Shinee. Nggak semuanya anggota BB/GB itu cantik/cakep kan? Tapi di grup itu produsernya menawarkan berbagai ikon dan merujuk pada minat konsumen yang macam-macam. Untuk itulah kenapa ada personel gendut di Super Junior. Lo nggak perlu heran karena banyak cewek-cewek disana yang suka ama cowok cubby. Gimana dengan di Endonesia yang punya tipikal boyben kek Olga Saputra? Ya, lo tahu sendiri kalau orang kayak Jessica itu banyak. Yeah, tipikal cewek yang suka sama cowok-cowok ngondek. Mungkin nggak?

6. di deretan GB lokal, lo akan lihat wardrobe mereka kayak mau manggung di warung doyong. Nggak hanya itu, aksi cat rambut pirang mereka, keliatan kayak Tro Macan. Mirip sama si Ayu Ting Ting, jadi kelihatan sangat plastik gara-gara gaya-gayaan warnain rambut. Padahal rambut item lebih orisinil dan seger. Tapi, lo pasti bakal bilang ala nejiuz ngamuk kalo itu hak mereka, suka-suka mereka., mau ngapain aja. Mau botakin juga... MASALAH BUAT GUE? Well, nggak semua hal bisa lo aur. Termasuk kalo mau atur selera pakaian GB yang jongkok itu.

7. Taukan GB yang punya fans Twibi dan Twiboy? Siapa lagi kalo bukan Cherry Belek. Sumpah, gue sendiri nggak mau macarin mereka, bukan karena gue homo, siapa sih yang nggak mau dipacaran mereka? GUE NGGAK. Well, gue nggak suka dengan ciri khas mereka yang kekanak-kanakkan, hellow liat umur, Nyi. Mereka juga menjadi virus bagi anak-anak karena gayanya yang mudah ditiru dan seperti BAYI.

8. Karena dadakan, mereka punya koreografi yang payah. Untuk BB, agak lumayanlah. Apalagi kalo punya background dunia dance. Apalagi juga kalau mereka lipsync. Cuma nari doang, apa susahnya bagi mereka. Beda sama GB. Lo bakal lihat sekumpulan gundukan yang nggak sadar udah mempermalukan diri sendiri. Tarian mereka kayak orang kehabisan napas atau pengidap rabies., belum lagi saat mereka sok-sok bergaya sensual. Tapi sisi positifnya, mereka bisa membangunkan bapak-bapak abis pulang kantor yang bosen sama rutinitasnya.

9. Lebih banyak artis yang nggak ngaku idola hanya karena kepengan di cap ‘ikut-ikutan’. Misalnya, nih.. Kalo ada penyanyi barat berkulit merah yang ngalahin popularitasnya Lady Gaga, besar kemungkinan Nyai Skinny Go Internasional itu akan mengubah kulitnya jadi semerah kepiting rebus. Intinya banyak GB/BB yang nolak pas dianggap nyamain K-Pop. Padahal kalo boleh jujur, kita juga bisa naruh respek, kan?

10. Isi sendiri. Butek pala gue nulis panjang-panjang. See u! =,,=