Beginilah refreshing gue kalo
lagi bete dan mood yang ancur. Saat gue lagi menghadapi UAS dan masalah
menumpuk, scedule full sampe-sampe nggak sempet modol. Emang sih, gue udah mau
beranjak gede, makin beranjak juga tanggung jawab. Oke, cukup curcol gue yang
kelewat lebay dan apa-apaan. Kali ini gue mau bahas tentang BoyBand (BB) bukan
Black Berry =,,=, dan GirlBand (GB).
Buat lo yang melek kualitas,
pasti menjamurnya BB&GB lokal nggak lebih dari sekumpulan lelucon. Percuma
aja kalo kualitasnya dikritik, toh mereka yang dibekingin produser TV kapitalis
bakal nggak ngegubris kritikkan kita. Masalahnya mereka lumayah udah bikin nama
negara kita jadi minus. Ya, berikut tujuh ciri khas boyband dan girlband versi
gue. =,,=
1. Kalo lo ngeliat boyband
Indonesia manggung, lo nggak akan bisa bedain muka cewek sama cowok gara-gara
bedak yang dipake cowok tebelnya sama kayak yang dipake cewek. Gue nggak tahu
siapa yang harus gue jadiin kambing hitam. Apakah tukan make-up nya yang ngasih
dandanan nggak tanggung-tanggung sampe keliatan KECE (KEk CEwek) untuk ukuran
cowok. Apakah lighting panggung yang bikin make-up boyben keliatan menor? Atau
emang keinginan dan budaya anggota boyben itu sendiri?
2. Lo nggak akan nemuin album
boy/gelben Indonesia kecuali album gretongan yang bisa lo dapetin setelah beli
ayam goreng. Karena mereka adalah produk televisi, maka penghasilan mereka pun
datengnya dari acara musik. Mutualisme sama si pembeli tayangan musik lipsync. Nggak
heran setahun berlalu bahkan ampe modar pun produsernya mikir duaribu kali buat
bikinin mereka album.
3. BB itu identik dengan anak
muda berusia belasan sampe duapuluhan awal. Tapi yang lo dapetin sekarang
adalah anggota-anggota yang angkanya sampe 25 tahun ke atas. Bahkan ada mantan
model yang nyaris kepala empat yang coba-coba peruntungan bikin model. Seharusnya
mereka masuk genre GB. Grandfather Band.
4. lo akan heran kenapa satu BB
isinya tampang mas-mas semua. Kita juga bakal nemuin tampang-tampang alama yang
sempat masuk ke dunia entertainment. Dan lo pun akan bilang, “Lho, kok kayak
pernah liat, ya?” Yeah, bintang film, presenter atau penyanyi solo misalnya, memang
punya tampang euforia sementara di zamannya. Sehingga kalau mereka balik lagi,
perlu usaha keras untuk takhlukin dunia industri musik Tanah Air.
5. Sisi lain gue bertanya-tanya,
kenapa yang punya tampang, ya katakanlah dibawah standar bisa masuk jadi
anggota BB/GB? Ada dua faktor yang bikin dia masuk, pertama karena dia punya
kualitas vokal baik dari yang lain. Sehingga dia nyelametin suara kaleng
rombeng temen-temennya. Kedua, karena dia yang punya koreografi yang keren. Dan
sebenernya kalau di Korea sana, BB/GB itu sengaja dibuat dari berbagai tipikal
face.
Maksud gue, liat deh, Bigbang
atau Shinee. Nggak semuanya anggota BB/GB itu cantik/cakep kan? Tapi di grup
itu produsernya menawarkan berbagai ikon dan merujuk pada minat konsumen yang
macam-macam. Untuk itulah kenapa ada personel gendut di Super Junior. Lo nggak
perlu heran karena banyak cewek-cewek disana yang suka ama cowok cubby. Gimana dengan
di Endonesia yang punya tipikal boyben kek Olga Saputra? Ya, lo tahu sendiri
kalau orang kayak Jessica itu banyak. Yeah, tipikal cewek yang suka sama
cowok-cowok ngondek. Mungkin nggak?
6. di deretan GB lokal, lo akan
lihat wardrobe mereka kayak mau manggung di warung doyong. Nggak hanya itu,
aksi cat rambut pirang mereka, keliatan kayak Tro Macan. Mirip sama si Ayu Ting
Ting, jadi kelihatan sangat plastik gara-gara gaya-gayaan warnain rambut. Padahal
rambut item lebih orisinil dan seger. Tapi, lo pasti bakal bilang ala nejiuz
ngamuk kalo itu hak mereka, suka-suka mereka., mau ngapain aja. Mau botakin
juga... MASALAH BUAT GUE? Well, nggak semua hal bisa lo aur. Termasuk kalo mau
atur selera pakaian GB yang jongkok itu.
7. Taukan GB yang punya fans
Twibi dan Twiboy? Siapa lagi kalo bukan Cherry Belek. Sumpah, gue sendiri nggak
mau macarin mereka, bukan karena gue homo, siapa sih yang nggak mau dipacaran
mereka? GUE NGGAK. Well, gue nggak suka dengan ciri khas mereka yang
kekanak-kanakkan, hellow liat umur, Nyi. Mereka juga menjadi virus bagi
anak-anak karena gayanya yang mudah ditiru dan seperti BAYI.
8. Karena dadakan, mereka punya
koreografi yang payah. Untuk BB, agak lumayanlah. Apalagi kalo punya background
dunia dance. Apalagi juga kalau mereka lipsync. Cuma nari doang, apa susahnya
bagi mereka. Beda sama GB. Lo bakal lihat sekumpulan gundukan yang nggak sadar udah
mempermalukan diri sendiri. Tarian mereka kayak orang kehabisan napas atau
pengidap rabies., belum lagi saat mereka sok-sok bergaya sensual. Tapi sisi
positifnya, mereka bisa membangunkan bapak-bapak abis pulang kantor yang bosen
sama rutinitasnya.
9. Lebih banyak artis yang nggak
ngaku idola hanya karena kepengan di cap ‘ikut-ikutan’. Misalnya, nih.. Kalo
ada penyanyi barat berkulit merah yang ngalahin popularitasnya Lady Gaga, besar
kemungkinan Nyai Skinny Go Internasional itu akan mengubah kulitnya jadi
semerah kepiting rebus. Intinya banyak GB/BB yang nolak pas dianggap nyamain
K-Pop. Padahal kalo boleh jujur, kita juga bisa naruh respek, kan?
10. Isi sendiri. Butek pala gue
nulis panjang-panjang. See u! =,,=
