Gue sering ngedengerin curahan
hati seseorang tentang pacar, mantan, atau sahabatnya. Otomatis curahan mereka
berbau benci, sedih, galau, atau sejenisnya. Sebagai teman yang simpati, gue
berusaha mendengarkan dan menghargainya. Kalau memang keadaanya yang sangat
sedih, gue memilih untuk diam, karena apapun yang gue keluarkan dari mulut gue,
nggak akan dicerna oleh dia. Kalau memang dia minta solusi dengan tenang, gue
coba ngasih yang terbaik, dan gue ngasih solusi menurut logika dan info dari
orang lain. Gue jarang banget, nemuin curhatan seseorang yang ceritanya pernah
gue alamin.
Oke, kali ini gue mau ngasih
solusi-solusi yang umum terjadi dikalangan remaja, khususnya makhluk-makhluk
galau bin dilema yang kerjaannya ngelamun gaje.
1. Diputusin
Pacar
Prihatin juga
ngeliat masalah yang satu ini, meskipun respon orang yang diputusin beda-beda:
ada yang nerima, ada yang mencoba sabar meski hatinya jatuh dari lantai 13, ada
yang seneng (mungkin), dan makhluk galau yang nggak lain nggak bukan—ngenes
karena nggak terima sampe nangis-nangis gaje =,=.
Yang pertama,
kedua, dan ketiga, mereka nggak masalah, tapi yang terakhir. Sampe
nangis-nangis, coba? Atau mungkin bunuh diri gara-gara DIPUTUSIN PACAR, kecuali
ditinggal suami atau istri, lah ini?!. Banyak banget dampaknya, jika memang kita
menganggap hal itu menjadi sesuatu yang
‘penting’ buat kita pikirin, ngeganggu banget keknya. Nih tipsnya, simak: Pertama,
jangan sering denger lagu galau bin cengeng kalau abis diputusin. Ini buat
makhluk galau itu ya. Kalo yang biasa aja, fine.
Karena kalo lo dengerin, lo bakalan keserang ‘virus’ cengeng, apalagi
sekarang banyak lagu-lagu yang berirama ‘menyakitkan’ dari liriknya dan ngena
banget ama yang lo rasain.
Kedua. Lo jangan NANGIS. Don’t cry, don’t be sad (mantan twiboy, canda). Sayang tuh air mata lo, buat seseorang yang udah bikin lo sakit, apalagi orangnya begajulan, brutal, dekil, item, kurus, idup lagi. Coba lo liat disekitar lo, dikehidupan lo, ditempat sekarang lo berdiri, udah? Ada siapa aja disana? Gue yakin lo bakal jawab, disana ada semut, kayu, pohon, feses, monyet, ya mungkin kalo misalkan lo lagi di hutan sambil PUP sendirian. Maksud gue orang-orang disekitar lo, pasti disana ada ORANGTUA lo, saudara kandung lo, temen lo, dan mungkin SAHABAT lo.
Kenapa gue bilang gitu? Di tempat lo berdiri sekarang, mereka bakalan ikut sedih liat lo nangis, dan orang yang lo tangisin pun nggak nangis atau sedih ngeliat lo. Coba lo pikir, air mata lo akan sia-sia nangisin manusia hina kayak dia, air mata lo akan sangat berharga untuk orang-orang yang ada ditempat lo berdiri sekarang! Sahabat lo yang selalu ada, keluarga lo yang ngelindungin lo, temen-temen yang udah ngebuat lo fun, bukan orang yang bikin lo nangis sekarang!
Banyak yang harus lo pikirin selain cowok atau cewek yang udah nyakitin lo, apa lo nggak sekolah? Lo nggak punya cita-cita? Impian? Keinginan buat ngebahagiain keluarga lo? Nggak punya? Terus ngapain galau setiap hari mikirin mantan atau orang yang lo suka jutek sama lo? Hidup ini bukan Cuma buat pasangan atau orang lain, kawan. Hidup ini berharga, cuma satu kali, dan gue harap lo nggak bakal nyesel dikemudian hari. Hidup itu indah, hidup itu bukan untuk siapapun, hidup itu hanya untuk Allah, Tuhan lo. Nggak punya Tuhan? Mati aja lo. heheh
2. Orang
yang kita sayang pergi
Gue emang paling
benci sama kata pergi, pasti ada sesuatu yang kita tinggalkan. Gue lebih suka
kata pindah. Jangan tanya alesannya =,,=. Kenapa gue pake kata sayang? Karena
sayang sudah pasti cinta, dan cinta belum tentu saling menyayangi. Pergi, dia
bisa pergi dan kembali, meninggalkan ruang, dan paling pasti yaitu MATI.
Terakhir, Nenek
gue pergi. Dan gue tediam tanpa menangis, karena jarak gue sama Nenek nggak
terlau dekat, mungkin beda lagi sama orangtua. Lo JODI? (JOmblo Ditinggal
matI), jika iya, apa respon lo waktu dia pergi? Bersyukur? Senang? Atau,
NANGIS?. Pasti nangis, menurut gue, wajar banget nangisin orang yang baik dan
yang kita sayang, kenapa enggak? Asalkan lo jangan larut didalamnya, apalagi
sampe mau nyusul. Gue sih silahkan aja, selamat bertemu dia di alam yang
berbeda, hahah.
Lo pasti inget
kata ajaib yang menyakitkan: setiap
pertemuan, pasti ada perpisahan. Makna yang dalam, bukan? Gue saranin, lo
selalu inget kata-kata ini. Jangan sampe kebablasan mencintai seseorang, karena
suatu saat lo nggak akan bertemu lagi sama dia. Meski sebelomnya lo tau, kalo
umur lo dan umur dia bakalan panjang. Tapi, kiamat memisahkan. Dan pasti lo
nggak tau, apakah di alam sana lo ketemu dia dan abadi disana, wallah hu alam.
3. Tertimpa
masalah, dan masalah itu nggak bisa lo atasin
Setiap manusia
pasti punya masalahnya masing-masing, tapi jangan sampe lo buat-buat.
Terkadang, lo pernah menyerah, putus asa, dan menangis karena masalah lo.
Jujur, pribadi gue pernah. Setelah gue sadar dan terbangun dari kegelapan, gue
bisa mengatasinya. Senyum. Senyum memang ampuh untuk menambah masalah, jika lo
senyum-senyum sama tunangan orang. Ini bener, senyum itu membuat masalah terasa
lebih ringan, ngitung-ngitung ibadah.
Lo sadar nggak?
Kalo misalkan hidup lo tanpa masalah, tanpa alur naik dan turun. Pasti rasanya
hampa. Ambil sisi positive, kalo hidup kita bakalan lebih seru semisal ada
masalah. Dan bila masalah itu melonjak terus menerus, sadarlah kalau disana
pasti ada kemudahan dan cara untuk menuntaskannya. Toh, Tuhan nggak akan ngasih
masalah kalo misalkan kita nggak bisa ngatasinya, ingetkan Allah Maha Adil. Dan
dijelaskan juga firman-firman Allah, ada beberapa surat kalau penghuni surga
itu, penuh dengan orang-orang yang semasa hidupnya punya banyak masalah,
berarti Allah sayang sama kita kalo Dia ngasih kita banyak masalah.
Masalah punya
banyak manfaat kalo misalkan lo tau, coba pikir sendiri. Coba, liat perubahan
yang ada di diri lo setelah lo dapat nyelesain sebuah masalah.
Sekian pencerahan
dari gue, dikit banyaknya mungkin menyinggunggung lo lo pada. Gue minta maaf
ya, semoga tercerahkan. SEMANGAT buat hidupnya, kalian LUAR BIASA.
