5 Juli 2012

PintaKu untuk Ibu


Dia akan selalu ada dalam desah nafasmu, karena dia ada di setiap jiwa manusia
Berbicara soal Ibu selalu ngebuat gue gemetar, entah kenapa tiba-tiba air mata mengalir begitu saja. Semua pikiran menyatu gitu aja waktu mikirin Ibu, entah itu senang karena masih ada Ibu disana, sedih karena perjuangannya selama ini, takut... iya, takut, gue takut Ibu pergi dan tak kembali dan semua itu akan terjadi. Entah itu Ibu yang mendahului bisa saja gue. Dan rasa itu lagi gue rasain sekarang.

Gue punya puisi yang mungkin akan mengobati rasa perih itu untuk gue dan mungkin untuk pembaca. Tapi, kata-kata ini nggak mungkin menerjemahkan perasaan gue untuk Ibu. Dan inilah aku Ibu, semoga aku menjadi manusia yang baik di mata mu, juga dimatamu Ayah.

PintaKu Untuk Ibu

Tidak mungkin bagiku menuliskan coretan tentang perasaanku padamu
Sebab perasaan ini lebih indah dari puisi manapun
Aku bingung, Ibu.
Kau begitu hebat dimata hatiku
Dan tidak dapat tertulis dalam tinta perasaanku
Inginku tidak banyak
Bertemu Ibunda kala surga nanti, aku peluk dirimu erat
Takkan lepas sampai kau puas
Merasakan hangat tubuhmu
Merasakan keriput tanganmu
Karena kala itu, Kau sudah tidak muda lagi
Tapi hatimu masih tetap abadi, tetap bersemi dalam hatiku
Karena engkau nomor satu di dunia ini
Kan ku buat puisi rindu untukmu
Rindu yang tak terbatas
Pertemuan dan perpisaan, pasti ada
Kapan pun itu bisa terjadi
Entah siapa yang mendahului
Yang pasti, kita akan bertemu disurga, dengan ayah, dengan saudara kandungku.
Kau memang istimewa dalam hidupku, Ibu.