![]() |
| Dia akan selalu ada dalam desah nafasmu, karena dia ada di setiap jiwa manusia |
Berbicara soal Ibu selalu ngebuat
gue gemetar, entah kenapa tiba-tiba air mata mengalir begitu saja. Semua pikiran
menyatu gitu aja waktu mikirin Ibu, entah itu senang karena masih ada Ibu
disana, sedih karena perjuangannya selama ini, takut... iya, takut, gue takut
Ibu pergi dan tak kembali dan semua itu akan terjadi. Entah itu Ibu yang
mendahului bisa saja gue. Dan rasa itu lagi gue rasain sekarang.
Gue punya puisi yang mungkin akan
mengobati rasa perih itu untuk gue dan mungkin untuk pembaca. Tapi, kata-kata
ini nggak mungkin menerjemahkan perasaan gue untuk Ibu. Dan inilah aku Ibu,
semoga aku menjadi manusia yang baik di mata mu, juga dimatamu Ayah.
PintaKu Untuk Ibu
Tidak mungkin bagiku menuliskan
coretan tentang perasaanku padamu
Sebab perasaan ini lebih indah
dari puisi manapun
Aku bingung, Ibu.
Kau begitu hebat dimata hatiku
Dan tidak dapat tertulis dalam
tinta perasaanku
Inginku tidak banyak
Bertemu Ibunda kala surga nanti,
aku peluk dirimu erat
Takkan lepas sampai kau puas
Merasakan hangat tubuhmu
Merasakan keriput tanganmu
Karena kala itu, Kau sudah tidak
muda lagi
Tapi hatimu masih tetap abadi,
tetap bersemi dalam hatiku
Karena engkau nomor satu di dunia
ini
Kan ku buat puisi rindu untukmu
Rindu yang tak terbatas
Pertemuan dan perpisaan, pasti
ada
Kapan pun itu bisa terjadi
Entah siapa yang mendahului
Yang pasti, kita akan bertemu
disurga, dengan ayah, dengan saudara kandungku.
Kau memang istimewa dalam
hidupku, Ibu.
