24 Juni 2012

Saat Artis Inggris Memproklamirkan Keislamannya


ONE DIRECTION adalah boyband dari Inggris yang lahir dari ajang X-Factor yang digawangi oleh Simon Cowell. Mereka memunculkan album debutnya Up All Night pada akhir 2011 dan sukses di Inggris. Salah satu personelnya pada Juni tahun ini membuka keislamannya dengan menulis twitter kalimat syahadat. Sebenernya nih ya, Saya baru tau kalau itu adalah Zayn Malik. Pada tanggal 09 Juni lalu, teman Saya di Twitter  dion keren \:D/  dan lalu saya balas kalau vokalis Sheila On 7 itu lebih keren. Dan teman Saya menimpali lagi kalau....



Setelah itu saya search di mbah google kalau memang benar Zayn Malik yang memiliki nama asli Zain Javadd Malik yang lahir di Bradford pada 12 Januari 1993 adalah orang Islam. Zayn Malik adalah satu-satunya personel berdarah Pakistan. Beberapa kali juga nge-Tweet soal aktivitas keislamannya hingga membuat fans fanatiknya sampai pindah ke Agama Islam. Hal ini menuai kritik oleh seorang belogger anti-islam, Debby Schlussel. Dalam artikelnya yang berjudul Facebook Blocks, Censors Schlussel @ Request of Polish, Muslim Jew-Haters; HOW YOU CAN HELP yang ia tulis pada tanggal 20 Juni 2012. Lalu ia menulis artikel yang kedua sebagai ‘hak jawabnya’ karena media massa mengkritik tulisannya. Adalah artikel UK Sun, Telegraph Attack Schlussel for Exposing Boy Band Jihad; Fraud Zuhdi Jasser Defends Jihad yang ia tulis di hari yang sama, 4 jam berikutnya.

Mirip kah?


Tindakan Debby sebagai blogger anti-islam telah menganggap bahwa Zayn telah sengaja mempengaruhi anak muda non-muslim untuk menjadi muslim. Kalimat syahadat itu adalah La Illaha Illallah Muhammadar Rasulullah (Tiada Tuhan Selain Allah, Muhammad adalah Utusan Allah), atau dalam Tweet English-nya yang berbunyi: “La Ila Ha Ill lalla ho Muhammed door rasoolalah.” Bagi pemahaman Debby sebagai nonmuslim, kalimat itu dianggap menggiring pecinta One Direction atau anak muda remaja lain untuk beralih agama kepada Islam. Dia juga menilai itu semua sebagai jihad yang sudah lama dianggap kelompoknya sebagai paham yang berujung pada kekerasan. Jika pun dia menilai tweet Zayn sebagai dakwah, boleh jadi itu diamini umat muslim. Ini termasuk dakwah implisit atau dakwah yang tidak disadari seorang muslim. Karena bisa jadi apa yang dilakukan Zayn hanyalah ekspresi dari keislaman yang dimilikinya. Mengingat syahadat adalah deklarasi iman seorang muslim.

Kririk Konyol Debby

Sadar bahwa tulisannya dianggap kongol dan tak beralasan, Debby kembali mencari ‘kekurangan’ Zayn sebagaitindakan defensif. Yakni ketika Zayn yang dianggap religius itu ternyata bertindik di dua telinga dan bertato. Tato itu bernama kakeknya yang meninggal saat Zayn mengikuti X-Factor. Entah tato temporer atau kontemporer, tapi ‘fakta’ ini lumayan menampar.Tapi bagaimanapun kita hidup pada era modern. Banyak muslim modern tanpa pernah menghilangkan ketakwaannya. Sebab adapula muslim ortodoks yang bahkan tidak membolehkan mendengar nyanyian perempuan, dilarang memajang lukisan makhluk hidup, dan sejenisnya.
Sumber: Google


Sementara blog yang memang punya masanya ini juga mendapat dukungan dari sesama anti-islam. Akan tetapi banyak pula kalangan beragama non-muslim yang mendukung aksi Zayn sebagai seniman muslim yang memiliki hak yang sama dalam berkesenian. Aksi anak muda ini juga mendapat dukungan dari kalangan muslim sendiri dan menganggap bahwa aksi Zayn bisa jadi akan memperbaiki nama baik Islam di dunia barat.








Murni proklamir atau demi ‘sensasi?

Zayn Malik yang Ayahnya berdarah Pakistan dan Ibunya asli Inggris. Zaynmemiliki tiga saudara perempuan dan sama-sama tinggal di Bradford. ‘Aksi’ pemproklamiran Zayn mungkin muncul begitu saja tanpa ada niat ‘apa-apa’. Dia juga mungkin tidak akan pernah tahu bahwa pengakuannya akan memancing reaksi. Zayn dalam sebuah sumber dianggap sebagai muslim religius. Namun dalam kenyataannya, dia ‘hanya’ pemuda muslim yang tida serelijius kelihatannya. Tato dalam islam haram hukumnya. Apalagi menurut wikipedia, Zayn memiliki banyak tato yang menghiasi tubuhnya.

http://www.debbieschlussel.com


Hal ini memang menjadi cerminan betapa masih banyak umat muslim yang kurang menerapkan syariat islam pada kehidupan sehari-harinya. Bahwa agama bukanlah sesuatu yang asal-asalan, karena agama adalah petunjuk atau pedoman untuk hidup ini. Pada Miss Universe 2010 misalnya, salah satu finalis USA Rima Faqih, beraga Islam namun tidak menolak saat berfoto topless. Begitu pula dengan finalis Indonesia yang tak canggung-canggung berbikini ria secara one piece. (kecuali pada 2008 dan 2009 ketika Putri Raemaswati dan Zivanna Letisha tak segan-segan berbikini two piece.

Yeahhh! Tergantung dari mana kita melihatnya. Semoga Zayn akan selalu menjaga sikap karena kemudian dia sudah menjadi ikon anak muda muslim modern di dunia barat.