18 Juni 2012

Mood Disorder: Tangani Sebelum Mati


Istilah mood merujuk pada suasana hati, baik yang sedang bad mood maupun good mood. Mood bisa diartikan sebagai keadaan emosional yang bersifat subjektif atau relatif/tergantung. Pada normalnya emosi yang kita keluarkan distimulus oleh sesuatu yang jelas. Misalnya disaat kita mendengar cerita lucu, maka kita tertawa, sebaliknya jika mendengar cerita sedih, kita terharu. Lain dengan moody, bisa tiba-tiba berubah mood karena satu hal yang menurut kita sepele. Akhirnya, perubahan dari good mood ke bad mood pun bisa berlangsung beberapa jam sampai hitungan hari.


Saya mau tanya, apakah kalian adalah seorang fans fanatis? Dimana ada seseorang yang menjelekkan idola Anda sebagai pelacur atau si pemakan kotoran kucing. Lalu Anda merasa orang yang berkata seperti itu adalah orang yang lebih buruk dari tikus yang membusuk di tempat sampah.

Atau Anda seorang jilbabers sejati yang menyinggung jilbabers lain yang memakai jilbab hanya di lingkungan sekolah, selebihnya tidak memakai. Dan sebelumnya Anda sangat di kucilkan di lingkungan kelas alias tidak mempunyai teman karena sikap Anda yang buruk, terlebih lagi ketika Anda menyinggung teman sekelas Anda karena memakai jilbab hanya di lingkungan sekolah.

Jika Anda mengiyakan, maka silahkan buat kuburan untuk diri sendiri. Terutama jika Anda ‘pelaku’ moody atau seseorang yang kurang bisa menjaga kestabilan emosi.

Dan perlu diketahui, kalau emosional itu tidak didefinisikan sebagai ‘kemarahan’. Sebab, emosi manusia berarti perasaan senang, sedih, menangis, termasuk marah. Sejauh kita melakukan moody hanya ‘untuk diri sendiri’ itu tidak masalah. Tapi, bagaimana kalau pengaruhnya berdampak pada orang lain. Beruntung jika teman atau keluarga maklum dan sabar. Bagaimana jika tidak? Bagaimana jika mereka sudah terlalu capai menerima aksi-aksinya? Sebab orang yang moody itu identik dengan ‘berbuat seenaknya’.

Kalau sifat moody ini dipelihara, bukan nggak mungkin ini akan menghancurkan hubungan pertemananmu. Layaknya raja atau ratu yang keadaannya harus dijaga, lingkungan sekitar pun layaknya kacung yang harus senantiasa menjaga mood-nya.

Ciri – ciri ‘pelaku’ moody:

    - Sekali waktu bisa sangat menyenangkan dan bersahabat, di waktu lain bisa sangat ketus, galak, jutek dan pemarah seperti malaikat kegelapan.

     -  Sekali waktu sangat optimis, sekali waktu sangat pesimis.
   
     - Berubah bad mood karena persoalan yang sebenarnya sepele. Ini terjadi karena tekanan yang lahir dari persepsi yang negatif terhadap sesuatu. Misalnya, kamu merasa tersinggung karena teman, padahal ia hanya mengingatkan.
  
    - Menunjukkan kekesalan dengan mencurahkan isi hati kepada teman dekat dan curhat habis-habisan tentang si Fulan , dan menganggap diri di pihak ‘korban’.
   
     - Di era pesbuk/twitter mereka lebih mencurahkan lewat status pesbuk atau twitteran agar mendapat simpati massa/teman-temannya yang merespons. Agar ‘bad mood’-nya dilegalkan.

     - Cenderung tidak menerima saran atau kritik. Dia kelihatan menerima ktirik dan saran itu tapi dalam hatinya ia merasa bahwa itu adalah upaya untuk menyudutkannya secara kualitas.

     -          Jika ia sedang berkonflik dengan teman dekat, maka ia akan berteman dengan teman yang lain yang tidak sedang berkonflik.

    -          Di era jejaring sosial, dia hanya akan merespons kegiatan akun seseorang yang berkonflik dengannya, dengan komentar berisi dindiran atau ketidaksetujuan secara implisit.

     -           Dia merasa tidak perlu berteman lagi dengan teman yang berkonfli, kecuali kalau teman itu ‘baik-baikkin’ dia.

    -          Dia merasa berhak melakukan apapun termasuk dengan menangani segala hal. Jika sedang good mood, dia akan menyenangkan banyak orang. Jika sedang bad mood, siap-siap nemuin reaksi yang bikin kita nggak enak.

     -          Biasanya kelihatan murung, galau dan yang biasanya ceria menjadi pendiam.
  
     -          Kalau lagi emosi atau bad mood, jangan ‘di godain’ malah nantinya makin emosi dia.

Mood Disorder

Mood disorder adalah istilah psikologi yang berarti perubahan mood yang tidak sehat atau kacau. Pelakunya bisa meluapkan ekspresi berlebih seperti rasa girang terlalu besar, atau reaksi sedih yang membawanya pada aksi ‘mendramatisir diri’.

Dalam keadaan ekstrim, dia bisa melakukan tindakan tiba-tiba/impulsif yang bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain. Semoga kita dijauhkan dari sifat ini, aamiin. Tapi, jika kita punya sifat-sifat seperti diatas, alangkah baiknya kita mengatasinya sedini mungkin dan secara bertahap. Apalagi kalau Anda sudah tidak ABG lagi. Kalau ababil mah memang harus dimaklumin, ya.

Tips untuk orang Moody

     -          Perbanyak ibadah dan berdo’a kepada Allah. 

     -           Evaluasi diri. Lebih sabar dan lebih mengendalikan diri.

    -          Pikirkan kalimat berikut: “saya akan mengerti orang lain, dan orang lain tentu akan mengerti saya” Alias, berpikir positif. Anda tidak sednag berada pada negeri dongeng atau dalam mimpi, dan sadarlah bahwa semua ini adalah realitas!

     -          Seseorang bisa dikatakan memiliki keperibadian yang sehat jika dia memiliki kestabilan emosi dan kesungguhan.

    -          Berempati atau memosisikan diri, bagaimana jika Anda menjadi teman Anda yang menjadi ‘korban’ seorang moody. Menjadi menyenangkan tentu membuat orang lain senang, namun menjadi pemurung yang bukan sifat Anda, itu sedikit menyusahkan.

    -          Saran saya secara gamblang, cobalah untuk tidak merasa dipermainkan, karena mereka memang tidak mempermainkanmu. Cobalah untuk tidak dicaci maki, karena mereka memang sedang tidka mencacimakimu. Sekalipun terlihat sangat mencaci maki, tapi keadaanmu jauh lebih GOOD MOOD kalau kamu merasa, mereka hanya sedang memberimu perhatian dengan komentar yang ‘nyeletit’.

Tips untuk teman yang sedang Moody

    -          Biasanya mereka tipikal orang yang perlu perhatian jika sedang moody. Hampiri dan dekati. Meski lebih banyak mereka mengatakan ‘im okay’. Disini ada dua kemungkinan, merasa mampu mengatasi, atau ‘kode’ atau pesan kalau dia butuh perhatian ekstra dari kita sehingga kita lebih bisa membujuknya.

     -          Diam adalah cara terbaik ketika teman moody kita berubah mood. Dan tunggu untuk mood-nya baik.

      -          Hadapi dia seperti posisi seorang ibu menangani anaknya.

Memperpendek umur

Umur memang nggak bisa di perpendek, dan itu sudah takdir Tuhan. Tentunya moody-moody-an hanya mempersempit kesempatan hidup lebih lama. Dalam kajian psikologis, tingkat kestabilan emosi negatif atau lebih sering dikenal dengan istilah neuroticism, ditemukan pada mereka yang selalu berpikiran negatif dan tertekan.

Orang yang mengalami gejala seperti ini, tidak bisa mengontrol tingkat stress mereka dengan baik, sering merasa moody dan cemas. Kecenderungan yang sifatnya genetis ini berhubungan dengan tingkat kematian.

Hasilnya, mereka yang termasuk seseorang dengan karakter neurotic memiliki cenderung mengalami kematian lebih dini, karena tingkat stress, dan kekhawatiran yang berlebihan, meningkatkan resiko untuk mengalami gangguan kesehatan seperti serang jantung atau kanker.

Sementara, orang-orang yang bisa mengendalikan emosi mereka dan mampu berpikiran positif, punya tingkat harapan hidup lebih lama.

Jadi hentikan alibi ‘gue orangnya moody-an’ atau ‘sorry, gue lagi soptekan’ setiap Anda memiliki mood yang kurang baik. Coba kuatkan dalam hati, ‘pikiran dan tubuh saya sehat’. Maka Anda pun akan menjadi sehat dan lebih banyak menyenangkan banyak orang.

*

Jujur aja, dengan bikin blog kayak gini, bisa bikin aspek emosional saya lumayan matang. Apalagi kalo nemu orang yang maki-maki saya. Nggak heran belakangan, komentar yang berbau menyudutkan, saya tanggapi dengan santai kayak di pantai. Kalau dulu pas jamannya ababil, tentulah saya ini moody-an dan bisa ngerasain gimana menderitanya temen, keluarga, apalagi pacar, dan saya sendiri. Kalau sekarang sih jamanyanya keterbukaan, Bung! 2012 gitoo, loh! EEAAAA!!! Heu...