![]() |
| Presiden SBY Kemana Indonesia? |
Langsung aja ya, nggak usah pake basa basi. :D
Menurut Aeschylus seorang seniman
yang mengatakan bahwa: Balasan paling baik dari sebuah penderitaan adalah
pengalaman. Dan dari pengalaman, kita bisa belajar, nyaris tentang semua hal. Begitulah
katanya. Kali ini saya akan menyangkut-pautkan untuk Negara kita Indonesia. Setelah
lebih dari setengah abad kita menjadi Indonesia, Negara ini sudah menjelajahi
peristiwa besar, terlebih yang beraroma penderitaan. Kemerdekaan yang susah
payah kita rebut dengan nyawa, darah, dan harta. Resesi ekonomu, yang
bergelonjak seolah tidak ada habisnya. Bencana alam datang silih berganti.
Dari kata Aeschylus, penderitaan
akan memperkaya pengalaman, seharusnya seperti itu. Pengalaman kita sebagai
bangsa kesatuan, sangatlah kaya. Dan semestinya, pelajaran yang kita ambil dari
sekian banyak pengalaman itu pun, juga melimpah. Pertanyaannya adalah, sudahkah
kita benar-benar mengambil pelajaran dan menerapkannya sebagai perbuatan?
Ada banyak pelajaran yang menarik
dari negeri nun jauh di mata. Contoh: Dulu, rakyat dua suku besar Ceko dan
Slovakia, pernah menghukum para politisi negeri mereka. Setelah membuang
komunis pada tahun 1989, rakyat Ceko Slovakia memilih seorang presiden yang
benar-benar baru. Bukan lagi yang namanya pejabat atau politikus kawan, tapi
seorang Vaclav Havel adalah penulis naskah drama yang terkenal menjunjung
tinggi moraitas dan kebenaran. Rakyat Ceko Slovakia memilihnya sebagai presiden
pertama.
![]() |
| Vaclay Havel Begulat dengan kebohongan |
Mereka menghukun para politisi
pada kala itu karena korup, yang lalim dan pembohong dengan cara membuangnya
dari panggung politik. Merka yakin, seorang Vaclav Ceko memegang amanah mereka
dan mewakili suara rakyat. Seorang dermawan dan seorang penulis.
Rupanya, bukan barang mudah bagi
Vaclav Havel menghadapi kekuatan politik lama, dengan segala intrik dan
manipulasinya. Ia menjadi presiden yang pertama dan terakhir akibat kekuatan
politik lama, memanipulasi masa, yang akhirnya menghendaki referendum dan
terpecahnya Ceko dan Slovakia menjadi dua negara berbeda.
Tapi, ada satu hal yang ia akui
sebagai tantangan paling besar memimpin dan menjaga sebuah bangsa. Dan itu
adalah dari waktu ke waktu ia harus terus menerus bergulat melawan kebohongan!
Kurang lebih, hari ini kita
bergulat dengan hal yang sama di Indonesia, Bukan hanya kebohongan saat ini,
kita juga masih belum selesai menakhlukkan kebohongan masa lalu. Bahkan, masa
depan bangsa ini sudah dihantui oleh kebohongan.
Siapa sangka, Uni Soviet adalah
salah satu di antara dua negara adidaya dunia, pecah berkepng-keping tidak
terselamatkan. Ceko Slovakia hanya sati dari belasannegara baru yang memisahkan
diri dari Uni Soviet. Peta baru telah terbentuk, dan dunia tidak akan pernah
sama lagi.

