10 Maret 2012

Presiden SBY: Kemana Indonesia?


Presiden SBY
Kemana Indonesia?

Langsung aja ya, nggak usah pake basa basi. :D

Menurut Aeschylus seorang seniman yang mengatakan bahwa: Balasan paling baik dari sebuah penderitaan adalah pengalaman. Dan dari pengalaman, kita bisa belajar, nyaris tentang semua hal. Begitulah katanya. Kali ini saya akan menyangkut-pautkan untuk Negara kita Indonesia. Setelah lebih dari setengah abad kita menjadi Indonesia, Negara ini sudah menjelajahi peristiwa besar, terlebih yang beraroma penderitaan. Kemerdekaan yang susah payah kita rebut dengan nyawa, darah, dan harta. Resesi ekonomu, yang bergelonjak seolah tidak ada habisnya. Bencana alam datang silih berganti.

Dari kata Aeschylus, penderitaan akan memperkaya pengalaman, seharusnya seperti itu. Pengalaman kita sebagai bangsa kesatuan, sangatlah kaya. Dan semestinya, pelajaran yang kita ambil dari sekian banyak pengalaman itu pun, juga melimpah. Pertanyaannya adalah, sudahkah kita benar-benar mengambil pelajaran dan menerapkannya sebagai perbuatan?

Ada banyak pelajaran yang menarik dari negeri nun jauh di mata. Contoh: Dulu, rakyat dua suku besar Ceko dan Slovakia, pernah menghukum para politisi negeri mereka. Setelah membuang komunis pada tahun 1989, rakyat Ceko Slovakia memilih seorang presiden yang benar-benar baru. Bukan lagi yang namanya pejabat atau politikus kawan, tapi seorang Vaclav Havel adalah penulis naskah drama yang terkenal menjunjung tinggi moraitas dan kebenaran. Rakyat Ceko Slovakia memilihnya sebagai presiden pertama.

Vaclay Havel
Begulat dengan kebohongan


Mereka menghukun para politisi pada kala itu karena korup, yang lalim dan pembohong dengan cara membuangnya dari panggung politik. Merka yakin, seorang Vaclav Ceko memegang amanah mereka dan mewakili suara rakyat. Seorang dermawan dan seorang penulis.

Rupanya, bukan barang mudah bagi Vaclav Havel menghadapi kekuatan politik lama, dengan segala intrik dan manipulasinya. Ia menjadi presiden yang pertama dan terakhir akibat kekuatan politik lama, memanipulasi masa, yang akhirnya menghendaki referendum dan terpecahnya Ceko dan Slovakia menjadi dua negara berbeda.

Tapi, ada satu hal yang ia akui sebagai tantangan paling besar memimpin dan menjaga sebuah bangsa. Dan itu adalah dari waktu ke waktu ia harus terus menerus bergulat melawan kebohongan!

Kurang lebih, hari ini kita bergulat dengan hal yang sama di Indonesia, Bukan hanya kebohongan saat ini, kita juga masih belum selesai menakhlukkan kebohongan masa lalu. Bahkan, masa depan bangsa ini sudah dihantui oleh kebohongan.

Siapa sangka, Uni Soviet adalah salah satu di antara dua negara adidaya dunia, pecah berkepng-keping tidak terselamatkan. Ceko Slovakia hanya sati dari belasannegara baru yang memisahkan diri dari Uni Soviet. Peta baru telah terbentuk, dan dunia tidak akan pernah sama lagi.