19 Maret 2012

Ketua MUI Haramkan Konser Lady Gaga


Konser Lady Gaga pada tanggal 3 Juni di INDONESIA mengacu pada kontroversi berbagai pihak. Bagaimana tidak, seorang Little Monster (sebutan untuk fans Lady Gaga) memberi sebuah artikel tentang penolakkan konser Lady Gaga. Judul artikel tersebut menyatakan bahwa,  Ketua MUI: Beli tiket Lady Gaga Hukumnya Haram.


Memang banyak penyanyi Internasional yang mengadakan konser di Indonesia, seperti Justin Biebir, Beyonce, dan Katty Perry.

Dalam artikel www.al-klilafah.org mengatakan bahwa Lady Gaga dalah artis pemuja setan dan bintang foto bugil yang akan merusak moral agama islam terutama pada generasi muda. Maka itu ia meminta orang yang sudah membeli tiket konser untuk dikembalikan karena membelinya adalah haram.

Di situs lain www.salam-online.com menyebutkan Tolak Konser Lady Gaga. Lebih dari itu, Lady Gaga adalah simbol dan salah representatif Zionis Yahudi. (Ketua MUI KH Cholil Ridwan). Seperti yang dikatakan KH Cholil, mendatangkan Lady Gaga bukan sekedar penetasi budaya atau invansi dan serangan pikiran serta budaya, lebih dari itu, adalah mengundang kemusrikan. Bagaimana tidak! Diberitakan Lady Gaga sebelum memulai konsernya, mengadakan ritual pemujaan setan.

Sebaiknya telaah habis artikelnya dan kita dapat tahu perspektif Islam yang luhur,yaitu  untuk tdak mengkonsumsi konser Lady Gaga. Ini karena penyanyi yang akan tampil akan menimbulkan pengaruh buruk bagi remaja Islam pada umumnya. Entah karena, lirik lagu, fashion, atau unsur art yang melengkapi konser tersebut.

Saya sendiri termauk pecinta musik indonesia maupun internasional. Barat maupun asia, dan tidak pernah menjadi penggemar fanatik. Barangkali sama seperti kalian hanya mengkonsumsi apa adanya dan biar musik itu mengalir, bukan tokohnya. Saya-pun nggak pernah yang namanya nonton konser kek gitu. Faktornya nggak punya uang, saya juga malas nonton musik ramai penontonnya. Lebih enak main ke puncak.

Masyarakat Indonesia memang dikenal ‘apresiatif’ untuk konser macam Katy Perry atau Justin Biebir, yaitu musisi terkenal di dunia dan mendapat sambutan meriah. Tiket yang seharga hampi 2jt lebih terjual habis di Jakarta. Wew! Uang segitu mungkin sepele untuk orang-orang berduit, tapi malah jadi ironi jika dibandingkan dengan kalangan biasa seperti saya apalagi yang lebih tidak beruntung dibanding saya. gambaran ironi itu berupa, ketika si miskin berdesak-desakkan demi mendapatkan raskin (beras untuk orang miskin), di sisi lain ada si kaya yang berdesak-desakkan untuk antre selembar tiket.




Dan tiket yang harganya 400 sampai 2jt lebih pun ludes begitu saja. Dan konser Lady gaga akan disaksikan pada 3 Juni dan euforia pun akan selesai. Paling tidak fans akan merasa puas sudah menyaksikan secara langsung idolanya. Bagi yang sudah membeli tiket dan bersusah payah antre yang sebagian besar adalah Little Monster, tidak akan mudah mengembalikannya hanya untuk fatwa MUI. Bagi umat Islam yang hanya mendengarkan musik Lady Gaga tidak akan merusak akidahnya. Toh yang mereka lakukan adalah mengapresiasikan musik dan, sebagaimana mereka menonton konser musik musisi lain.

Sementara ‘artis Illuminati’, sampai sejauh ini Lady Gaga identik dengan Illuminati yang disuga hanyalah sebuah praduga. Dia mungkin pengikut Free Manson, tapi tidak ada satupun dari kita yang tahu bahwa ia adalah ‘pelakunya’. Yang kita tahu bahwa dia sangat terlihat di berbagai ikon yang ‘terlihat’ pada fashion dan video musiknya. Simak artikel ini, kalo ingin tahu lebih jelasnya Simbol Iblis Lady Gaga.

Bukan hanya Lady Gaga, Justin Biebir juga diduga juga masuk klub ‘Illuminati’. Katy Perry juga sempat mengaku ‘Mengikuti Petunjuk Iblis’ dalam sebuah sesi wawancara. Adapula Beyonce yang corak musiknya mengandung ‘Illiminati’. Apalgi Rihana yang konsernya di tolak hampir 2 kali sehingga membuat fans kecewa.
Perilaku Lady Gaga yang kontroversial yang seperti memakai pakain yang tidak lazim dipergunakkan sebagai bahan baju. Lihatlah pakain dari daging, rambut, dan mungkin dari feses orang-orang. Hal ini dianggap akan mempengaruhi generasi Muslim kita.

Pada akhirnya semua kembali pada diri masing-masing. Salah satunya saya maklum dengan masyarakat indonesia yang sangat gemar menonton konser. Di satu sisi lain saya juga memaklumi ada pula yang tidak setuju pada aktivitas konser yang menurutnya tidak baik.


Foto: Google