Konser Lady Gaga pada tanggal 3
Juni di INDONESIA mengacu pada kontroversi berbagai pihak. Bagaimana tidak,
seorang Little Monster (sebutan untuk fans Lady Gaga) memberi sebuah artikel
tentang penolakkan konser Lady Gaga. Judul artikel tersebut menyatakan bahwa, Ketua MUI: Beli tiket Lady Gaga Hukumnya Haram.
Memang banyak penyanyi
Internasional yang mengadakan konser di Indonesia, seperti Justin Biebir,
Beyonce, dan Katty Perry.
Dalam artikel www.al-klilafah.org mengatakan bahwa Lady
Gaga dalah artis pemuja setan dan bintang foto bugil yang akan merusak moral
agama islam terutama pada generasi muda. Maka itu ia meminta orang yang sudah
membeli tiket konser untuk dikembalikan karena membelinya adalah haram.
Di situs lain www.salam-online.com menyebutkan Tolak Konser Lady Gaga. Lebih dari itu, Lady Gaga adalah simbol dan
salah representatif Zionis Yahudi. (Ketua MUI KH Cholil Ridwan). Seperti yang
dikatakan KH Cholil, mendatangkan Lady Gaga bukan sekedar penetasi budaya atau
invansi dan serangan pikiran serta budaya, lebih dari itu, adalah mengundang
kemusrikan. Bagaimana tidak! Diberitakan Lady Gaga sebelum memulai konsernya,
mengadakan ritual pemujaan setan.
Sebaiknya telaah habis artikelnya dan
kita dapat tahu perspektif Islam yang luhur,yaitu untuk tdak mengkonsumsi konser Lady Gaga. Ini
karena penyanyi yang akan tampil akan menimbulkan pengaruh buruk bagi remaja
Islam pada umumnya. Entah karena, lirik lagu, fashion, atau unsur art yang
melengkapi konser tersebut.
Saya sendiri termauk pecinta musik
indonesia maupun internasional. Barat maupun asia, dan tidak pernah menjadi
penggemar fanatik. Barangkali sama seperti kalian hanya mengkonsumsi apa adanya
dan biar musik itu mengalir, bukan tokohnya. Saya-pun nggak pernah yang namanya
nonton konser kek gitu. Faktornya nggak punya uang, saya juga malas nonton
musik ramai penontonnya. Lebih enak main ke puncak.
Masyarakat Indonesia memang dikenal ‘apresiatif’
untuk konser macam Katy Perry atau Justin Biebir, yaitu musisi terkenal di
dunia dan mendapat sambutan meriah. Tiket yang seharga hampi 2jt lebih terjual
habis di Jakarta. Wew! Uang segitu mungkin sepele untuk orang-orang berduit,
tapi malah jadi ironi jika dibandingkan dengan kalangan biasa seperti saya
apalagi yang lebih tidak beruntung dibanding saya. gambaran ironi itu berupa,
ketika si miskin berdesak-desakkan demi mendapatkan raskin (beras untuk orang
miskin), di sisi lain ada si kaya yang berdesak-desakkan untuk antre selembar
tiket.
Dan tiket yang harganya 400 sampai 2jt
lebih pun ludes begitu saja. Dan konser Lady gaga akan disaksikan pada 3 Juni
dan euforia pun akan selesai. Paling tidak fans akan merasa puas sudah
menyaksikan secara langsung idolanya. Bagi yang sudah membeli tiket dan
bersusah payah antre yang sebagian besar adalah Little Monster, tidak akan
mudah mengembalikannya hanya untuk fatwa MUI. Bagi umat Islam yang hanya
mendengarkan musik Lady Gaga tidak akan merusak akidahnya. Toh yang mereka
lakukan adalah mengapresiasikan musik dan, sebagaimana mereka menonton konser
musik musisi lain.
Sementara ‘artis Illuminati’, sampai
sejauh ini Lady Gaga identik dengan Illuminati yang disuga hanyalah sebuah
praduga. Dia mungkin pengikut Free Manson, tapi tidak ada satupun dari kita
yang tahu bahwa ia adalah ‘pelakunya’. Yang kita tahu bahwa dia sangat terlihat
di berbagai ikon yang ‘terlihat’ pada fashion dan video musiknya. Simak artikel
ini, kalo ingin tahu lebih jelasnya Simbol Iblis Lady Gaga.
Bukan hanya Lady Gaga, Justin Biebir
juga diduga juga masuk klub ‘Illuminati’. Katy Perry juga sempat mengaku ‘Mengikuti
Petunjuk Iblis’ dalam sebuah sesi wawancara. Adapula Beyonce yang corak
musiknya mengandung ‘Illiminati’. Apalgi Rihana yang konsernya di tolak hampir
2 kali sehingga membuat fans kecewa.
Perilaku Lady Gaga yang kontroversial
yang seperti memakai pakain yang tidak lazim dipergunakkan sebagai bahan baju. Lihatlah
pakain dari daging, rambut, dan mungkin dari feses orang-orang. Hal ini
dianggap akan mempengaruhi generasi Muslim kita.
Pada akhirnya semua kembali pada diri
masing-masing. Salah satunya saya maklum dengan masyarakat indonesia yang
sangat gemar menonton konser. Di satu sisi lain saya juga memaklumi ada pula
yang tidak setuju pada aktivitas konser yang menurutnya tidak baik.
Foto: Google


