Aihhh, gayanya KAMSEUPAY. Yup,
itu adalah bahasa yang lagi jaman sekarang. Berawal dari galau, dilema, alay,
lebay, dan segala macemnya, menurut saya sangat kasar dan menindas. Nggak tau
asalnya dari mana dan pastilah menjadi korban iklan dalam suatu iklan TV yang
menyebutkan kata ini. dalam iklan tersebut, seorang remaja yang selalu dihantui
kata ‘kamseupay’ sehingga apa-apa yang
ditemunya menudingnya ‘kamseupay’. Menurut searching saya di mbah Google, kata
ini udah ada sejak era tahun 60 – 70-an.
Nah, kata ini bisa terlontar
dengan lucunya, bisa digaya-gaya-in, gaya kupu-kupu, gaya batu, gaya bebas,
atau gaya lagi BAB (apasih). Saat itu para remaja mengucapkan kosakata yang
berjenis sindiran itu kepada seseorang yang dianggap kampungan. Yaa, kalo
zamannya sih ‘culun’,’cupu’,’kuper,’cemen’. Atau yang updatenya: ‘alay’ atau ‘lebay‘.
Istilah kamseupay sendiri tidak
lain merupakan singkatan dari padanan kata “kampungan sekali udik payah”. Istilah
ini kembali populer karena mantan artis, akademis, sekaligus blogger Marissa
Haque membuat postingan blog dan kicauannya di Twitter.
Dan akhirnya, kamseupay dipopulerkan
oleh sebuah prdok iklan TV. Masyarakat televisi yang belum melek internet,
tentu bingung dengan kamseupay. Sebenarnya kamseupay ini berkonotasi kasar. Namun
karena istilah yang bukan merupakan bahasa daerah, maka keberadaannya hanya
sebgai budaya pop yang bersifat sementara. Sebaiknya sebagian orang tidak gerah
mendengarnya. Kecuali yang didengar adalah kata-kata kasar, kek anj*ng, janc*k,
dll.
