24 Maret 2012

Istilah Kamseupay


Aihhh, gayanya KAMSEUPAY. Yup, itu adalah bahasa yang lagi jaman sekarang. Berawal dari galau, dilema, alay, lebay, dan segala macemnya, menurut saya sangat kasar dan menindas. Nggak tau asalnya dari mana dan pastilah menjadi korban iklan dalam suatu iklan TV yang menyebutkan kata ini. dalam iklan tersebut, seorang remaja yang selalu dihantui kata ‘kamseupay’  sehingga apa-apa yang ditemunya menudingnya ‘kamseupay’. Menurut searching saya di mbah Google, kata ini udah ada sejak era tahun 60 – 70-an.


Nah, kata ini bisa terlontar dengan lucunya, bisa digaya-gaya-in, gaya kupu-kupu, gaya batu, gaya bebas, atau gaya lagi BAB (apasih). Saat itu para remaja mengucapkan kosakata yang berjenis sindiran itu kepada seseorang yang dianggap kampungan. Yaa, kalo zamannya sih ‘culun’,’cupu’,’kuper,’cemen’. Atau yang updatenya: ‘alay’ atau ‘lebay‘.

Istilah kamseupay sendiri tidak lain merupakan singkatan dari padanan kata “kampungan sekali udik payah”. Istilah ini kembali populer karena mantan artis, akademis, sekaligus blogger Marissa Haque membuat postingan blog dan kicauannya di Twitter.

Dan akhirnya, kamseupay dipopulerkan oleh sebuah prdok iklan TV. Masyarakat televisi yang belum melek internet, tentu bingung dengan kamseupay. Sebenarnya kamseupay ini berkonotasi kasar. Namun karena istilah yang bukan merupakan bahasa daerah, maka keberadaannya hanya sebgai budaya pop yang bersifat sementara. Sebaiknya sebagian orang tidak gerah mendengarnya. Kecuali yang didengar adalah kata-kata kasar, kek anj*ng, janc*k, dll.