LOHAA, baru ketemu lagi nih. Blog
ini sudah usang saya tinggal pergi untuk
urusan yang mengharuskan saya meninggalkan blog ini untuk sesaat. Oke pada
postingan kali ini saya akan membahas tips untuk memilih coklat yang asli,
kenapa saya berikan tips ini? Yap, karena ada coklat kadaluarsa yang pastinya
tidak baik untuk kesehatan, terutama pada saluran pencernaan.
Pada tayangan TV tadi sore saya
melihat ada oknum pemalsu cokelat yang membuat cokelat hasil olahan pabrik. Eit,
bukan di beli tapi mereka ambil cokelat yang sudah tidak layak makan atau
expaired (kadaluarsa) artinya sisa dari aktifitas pembuatan cokelat di pabrik.
Barang kotor ini akhirnya di daur ulang kayak sampah, dengan campuran pewangi
buatan, tapi bukan pewangi buatan untuk makanan loh melainkan pewangi untuk
umpan ikan. Di tambal maksudnya di tambah lagi yang paling kreatif yaitu
ditambah boraks dan pewarna pakaian. Yup, boraks ini berguna agar cokelat tahan
lama.
Oknum tersebut bisa membuat
cokelat yang hampir sama dengan cokelat-cokelat ber-merk. Mereka bisa membuat
cokelat menarik agar pembeli tertarik, biasanya berbentuk lope karena ini bulan
Pebruari (hari kacciihh caayhaanng). Oknum juga membuat cokelat batangan.
Kata oknum yang di wawancarai, cokelat
palsu itu dijualnya ke berbagai oknum lain untuk memperdagangkannya dan jika
tidak laku cokelat ini masih bisa di daur ulang dan di campur dengan yang baru.
Hasilnya pembeli hanyalah jadi bak berisi air kotor, bekas mencuci pakaian.
Alhasil konsumen kena dampaknya, terutama terserang penyakit diare dan apalagi
saya lupa, search aja di mbah google, bahaya boraks dan pewarna pakaian. Sebab,
mereka terserang, karena cokelat kadaluarsa ditambah lagi boraks dan bahan yang
tidak layak makan.
Nah, dari cerita di atas
terbayang nggak betapa kreatifnya negara kita. Tapi kreatifnya yang negatif
loh, alhasil dengan kreatifitasnya banyak korban yang tidak tahu betapa
kreatifitasnya membuat bencana, kayak bom nuklir kali yaa.
Oke cekidot, ini dia tips memilih
cokelat asli :
Cokelat asli ditandai dengan
‘cokelat y’ sedangkan yang palsu ‘cokelat x’.
1. Biasanya
cokelat y jika di panaskan akan cair, tapi cokelat x jika di panaskan akan
kental jika di panaskan.
2. Cokelat
y berwarna lebih mengkilap dan merata, kalau cokelat x teksturnya pecah-pecah
dan terdapat butiran putih kecil yang banyak.
3. Kalau
ingin membuat cokelat sendiri dirumah. Jika ingin tahan lama, cokelat jangan di
rebus langsung dengan air melainkan di rebus di atas air (dikukus), ini akan
mencegah cokelat susah di bentuk dan cepat basi.
4. Cokelat
y berbau khas seperti cokelat pada umumnya, tapi cokelat x berbau tengik.
5. Belilah
cokelat yang terbungkus rapih jika ber-merk.
6. Jika
di makan rasa cokelat y akan enak (pastinya) di mulut. Cokelat y rasanya asam
dan sedikit pahit.
7. Jangan
terpesona dengan tampilan luar dari cokelat tersebut, tapi cobalah lihat ada
atau tidak ciri-ciri cokelat x di atas.
Cokelat memang nikmat untuk di
makan, tapi bagaimana tidak kalau ada cokelat yang nikmat namun menyengsarakan.
Disinilah kita berperan, untuk meneruskan generasi kreatif positif dan
membangun. Tidak menyusahkan rakyat tapi berguna untuk semua. Kalau masih
negatif jadilah manusia ababil yang tersingkirkan.
Terimakasih, semoga berguna.
Beritahu teman yang lain yak, informasih penting!. Jangan terlwatkan... :D
wassalam...
