11 Februari 2012

Tips memilih Cokelat yang Aman


LOHAA, baru ketemu lagi nih. Blog ini sudah usang  saya tinggal pergi untuk urusan yang mengharuskan saya meninggalkan blog ini untuk sesaat. Oke pada postingan kali ini saya akan membahas tips untuk memilih coklat yang asli, kenapa saya berikan tips ini? Yap, karena ada coklat kadaluarsa yang pastinya tidak baik untuk kesehatan, terutama pada saluran pencernaan.

Pada tayangan TV tadi sore saya melihat ada oknum pemalsu cokelat yang membuat cokelat hasil olahan pabrik. Eit, bukan di beli tapi mereka ambil cokelat yang sudah tidak layak makan atau expaired (kadaluarsa) artinya sisa dari aktifitas pembuatan cokelat di pabrik. Barang kotor ini akhirnya di daur ulang kayak sampah, dengan campuran pewangi buatan, tapi bukan pewangi buatan untuk makanan loh melainkan pewangi untuk umpan ikan. Di tambal maksudnya di tambah lagi yang paling kreatif yaitu ditambah boraks dan pewarna pakaian. Yup, boraks ini berguna agar cokelat tahan lama.

Oknum tersebut bisa membuat cokelat yang hampir sama dengan cokelat-cokelat ber-merk. Mereka bisa membuat cokelat menarik agar pembeli tertarik, biasanya berbentuk lope karena ini bulan Pebruari (hari kacciihh caayhaanng). Oknum juga membuat cokelat batangan.

Kata oknum yang di wawancarai, cokelat palsu itu dijualnya ke berbagai oknum lain untuk memperdagangkannya dan jika tidak laku cokelat ini masih bisa di daur ulang dan di campur dengan yang baru. Hasilnya pembeli hanyalah jadi bak berisi air kotor, bekas mencuci pakaian. Alhasil konsumen kena dampaknya, terutama terserang penyakit diare dan apalagi saya lupa, search aja di mbah google, bahaya boraks dan pewarna pakaian. Sebab, mereka terserang, karena cokelat kadaluarsa ditambah lagi boraks dan bahan yang tidak layak makan.

Nah, dari cerita di atas terbayang nggak betapa kreatifnya negara kita. Tapi kreatifnya yang negatif loh, alhasil dengan kreatifitasnya banyak korban yang tidak tahu betapa kreatifitasnya membuat bencana, kayak bom nuklir kali yaa.

Oke cekidot, ini dia tips memilih cokelat asli :

Cokelat asli ditandai dengan ‘cokelat y’ sedangkan yang palsu ‘cokelat x’.

    1.       Biasanya cokelat y jika di panaskan akan cair, tapi cokelat x jika di panaskan akan kental jika di panaskan.

      2.       Cokelat y berwarna lebih mengkilap dan merata, kalau cokelat x teksturnya pecah-pecah dan terdapat butiran putih kecil yang banyak.

     3.       Kalau ingin membuat cokelat sendiri dirumah. Jika ingin tahan lama, cokelat jangan di rebus langsung dengan air melainkan di rebus di atas air (dikukus), ini akan mencegah cokelat susah di bentuk dan cepat basi.

      4.       Cokelat y berbau khas seperti cokelat pada umumnya, tapi cokelat x berbau tengik.
  
      5.       Belilah cokelat yang terbungkus rapih jika ber-merk.
  
      6.       Jika di makan rasa cokelat y akan enak (pastinya) di mulut. Cokelat y rasanya asam dan sedikit pahit.
  
     7.       Jangan terpesona dengan tampilan luar dari cokelat tersebut, tapi cobalah lihat ada atau tidak ciri-ciri cokelat x di atas.

Cokelat memang nikmat untuk di makan, tapi bagaimana tidak kalau ada cokelat yang nikmat namun menyengsarakan. Disinilah kita berperan, untuk meneruskan generasi kreatif positif dan membangun. Tidak menyusahkan rakyat tapi berguna untuk semua. Kalau masih negatif jadilah manusia ababil yang tersingkirkan.

Terimakasih, semoga berguna. Beritahu teman yang lain yak, informasih penting!. Jangan terlwatkan... :D wassalam...