12 Februari 2012

Dewasakan Dirimu!


Dewasa adalah cara tepat untuk menyelasaikan masalah, tapi bagaimana jika pikiran kita masih bocah. Pastinyakan nggak akan bisa menyesaikan masalah, modal nekat iya, namun belum tentu masalah selesai begitu saya. Jiwa bocah mungkin masih melekat dalam diri saya, dan disinilah saya ingin membuat motivasi untuk diri saya dan semoga berguna bagi pembaca.

Pertama kali kita bahas tentang “Dewasa”. Dewasa adalah dimana kita sudah besar atau sudah akil balig. Waktu, ketika, atau masa yang kita tempuh dari kanak-kanak dan berevolusi menjadi dewasa. Keadaan dewasa tidak terpaku oleh umur, balitapun bisa berfikir dewasa jika memiliki emosional yang tinggi. Yang aneh adalah jika sudah remaja dengan jiwa kanak-kanak, itulah yang menganehkan.

Kedua, tentang “Berpikir dewasa”. Berpikir sebagai dewasa yang matang yang tidak lagi bersifat kekanak-kanakkan. Dewasa dilihat dari cara berpikirnya. Yup, itu pasti. Awal muncul sifat dewasa adalah dari cara berpikir sebagai orang yang bijaksana, baik, sopan dan memiliki intelektual yang memungkinkan untuk menjadi dewasa.

Ketiga, “Mendewasakan”. Yaitu mengubah dirinya menjadi dewasa. Ilmu dan pengalaman dapat mendewasakan seseorang. Dengan motivasi dari seorang yang dewasa dan memiliki intelektual yang menggugah pikiran orang lain untuk terbangun dari mimpi dan meninggalkan sifat kekanak-kanakannya. Pengalaman adalah salah satu cara terampuh untuk seseorang menjadi dewasa, misal: dari orang yang kaya raya, di ubah hidupnya menjadi orang miskin yang tinggal di perkampungan dengan selisih rumah yang sangat jauh dan aastinya serba kekurangan.

Keempat, “Pendewasaan”. Hal, cara, atau hasil dari mendewasakan. Semua hal butuh tahapan, dari contoh diatas orang yang bijak dan memiliki rasa emosional yang tinggi akan menjalani kehidupan menjadi orang miskin sampai hatinya terbuka dan ingin membuat kehidupannya berubah, dari yang sombong dan angkuh. Berusaha mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan. Dengan satu cara, yaitu menggores pengalaman tersebut di dalam hati dan selalu hangat bagaimana penderitaan orang miskin disana.

Keempat, “Kedewasaan”. Hal atau keadaan dewasa. Keadaan dewasa ini dapat dilihat dari cara berpikirnya, ucapannya, serta perbuatannya. Yup, semua itu pasti. Siapa yang tidak ingin memiliki pasangan yang dewasa luar dalam, dewasa adalah idaman setiap orang.

Cara agar seseorang dewasa:

     1.       Yang paling saya ketahui adalah tinggal di perkampungan yang selisih rumah antara tetangga jauh. Di sana kamu harus ikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan penghuni rumah yang biasanya mencangkul, memeras susu, menggarap sawah, menanam padi, menimba air, dll. Dan jadilah betapa sulitnya kehidupan.

     2.       Tampil berbeda dari orang lain, biasanya di puncak kamu bersenang-senang sambil happy-happyan. Puncak biasanya jarang sekali penduduk atau perumahan. Nah, disanalah anda berpikir untuk membantu apalagi kalau niat ke puncak untuk bakti sosial bersama.

      3.       Jangan bermanja-manja dan senang pergi ke pantai untuk bersantai. Hal ini membuat kamu selalu manja dan ingin selalu di turuti, kamu akan tidak di sukai karena hanya menyusahkan orang lain.

      4.       Jika berlibur pilihlah tips nomor 2, wow itu pengennya saya, tapi belum kesampaian.

    5.   Lewat motivasi seraplah semua dan mintalah orang yang menurut anda dewasa, siapa tahu mereka membantu anda. Atau menuruti kemauan anda untuk menjadi dewasa.

     6.       Ikuti pengajian-pengajian yang banyak menimba ilmu. Hal ini akan membuat kamu berpikir dan terus menggali ilmu, sesuatu yang di capai melalui usaha.

    7.     Berusahalah bijak dengan semua, berpikir adalah cara yang tepat. Sebelum berbicara selalu pegang komitmen dalam ucapan. 
  
      8.   Jadilah kamu yang bisa di contoh orang lain. bukan untuk masalah fashion, tingkah laku buruk, melainkan hal berbau positif dalam diri kamu.

     9.        Berkumpul adalah cara yang tepat untuk berubah, tapi berkumpul dengan orang-orang yang sudah baligh atau dewasa.

     10.   Seringlah menasihati, memotivasi dan mengingatkan. Nasihat, motivasi dan kebijakkan kamu pasti bukan untuk orang lain saja, melainkan untuk diri sendiri.

     11.   Banyak-banyak berpikir dan merenung. Disnalah aura positif ada di kamu.


Nah, mungkin jiwa saya masih kanak-kanak. Dengan mengingatkan mungkin ingatan ini akan tergores di hati saya. Membuat hidup saya berubah.

Langsung turun kelapangan adalah cara yang bagus, tapi di manapun dan kapanpun kamu bisa nunjukkin kedewasaan kamu. Selamat mencoba. Semoga menjadi pribadi yang baik dan di sukai orang lain. SALING MENDOAKAN!!.