27 Januari 2012

Nenek Gayung: Menambah Isu Baru


Ada-ada aja horror yang diciptakan oleh orang-orang kerdil pengetahuan dan menyebarkan setan baru yang dinamai Nenek Gayung. Saking populer si Nenek Gayung tersebut sampa-sampai ramai di dunia maya. Isu ini juga menambah daftar isu baru yang mengikis pemberitaan anggaran perbaikan DPR yang edan-edanan.

Indonesia dengan orang yang awamnya, sangat identik dan mempercayai yang namanya dunia perhantuan. Sebut saja, kuntilanak, genderuwo, sunder bolong, suster ngesot, pocong, tuyul, nah loh banyak apalagi tuh?. Namun banyak setan lokal yang dijadikan sebagai judul buku gendre sastra populer.

Siapa toh Nenek Gayung?

Menurut cerita, Nenek pemegang Gayung ini berpakaian serba hitam dan mempunyai hobi membawa gayung dan tikar. Dan katanya sering mangkal di daerah sekitar Jakarta Timur. Lalu, bagaimana ia memangsa korbannya? Si Nenek ini mengajak ngobrol orang incerannya, bukan buat minta nomor telepon, mungkin mau nanya-nanya tentang kasus Afriyani atau isu pembangunan DPR yang ‘menggila’. Yang jelas jika seseorang merespons, maka kematian sudah ada di depan mata, hihihi (kuntilanak). Yah, orang yang sebelumnya bertemu dengan Nenek Gayung akan mati setelah malam harinya. Dan gayungnya itu untuk memandikan jenazah tersebut. heuheu =,=.

Diceritakan ada pengendara motor denagn pemboncengnya yang melihat Nenek membawa tikar. Setelah pengendara menepi dan bertanya ke Nenek tersebut, “Nenek mau mati, Nenek minta di mandiin Nak.” Mungkin di kira orang gila, anak muda yang berhati mulia entah siapa orangnya, mengantar si Nenek pulang. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalan dan naasnya satu orang tewas dan satu orangnya lagi selamat.

Namun cerita aneh Cuma populer di internet. Semoga program infoTAInment itu tidak ‘ember’ memublikasikannya sampai masyarakat televisi mengetahuinya. Sebab bisa jadi berita tersebut di serap cepat oleh anak-anak dan akhirnya mereka terbenam dalam rasa takut. Manamungkin mereka harus takut dengan hal yang ghaib ata abstrak, bukan dengan penculikan atau pelecehan seksual yang pasti lebih mungkin terjadi.

Tetulah kita tahu iklan provider dengan konsep goyang gayung yang populer di akhir tahun lalu. Ketika seseorang berambut keriting mandi dengan kaos dan di tempat terbuka sambil bergoyang ala goyang gayung itu, dan seorang anak muda merekamnya lewat ponsel dan memublikasikannya lewat youtube dan jadila keriting tersebut terkenal karena kekonyolannya. Barang kali orang yang menyiptakan Nenek Gayung terinspirasi dengan iklan tersebut dan jadilah ‘korban’ iklan.

Yang jelas keberadaan Nenek Gayung ini tidak perlu di risaukan. Toh ceritanya belum jelas, tuh orang mati kenapa? Bagaimana tuh Nenek bisa di bonceng, pemuda itukan berdua dan tahukan seberapa besarnya jok motor, dan apakah pemuda itu birahi dengan Perempuan yang udah bau tanah itu. Apa tanggapan kita, jika tahu ada Nenek tua membawa tikar, mungkin kita akan DIAM, karena menganggap orang itu gila. Betul nggak?

Paling nggak kalangan muda tidak lagi mengutuk aksi Afriyani dengan kata-kata kasar, namun berbalik kepada seberapa takutnya dengan Nenek Gayung. Dan... sejenak kita lupa dengan dengan anggaran mahadahsyat untuk mempercantik lagi gedung yang sudah mewah.