Ada-ada aja horror yang
diciptakan oleh orang-orang kerdil pengetahuan dan menyebarkan setan baru yang
dinamai Nenek Gayung. Saking populer si Nenek Gayung tersebut sampa-sampai
ramai di dunia maya. Isu ini juga menambah daftar isu baru yang mengikis pemberitaan
anggaran perbaikan DPR yang edan-edanan.
Indonesia dengan orang yang
awamnya, sangat identik dan mempercayai yang namanya dunia perhantuan. Sebut saja,
kuntilanak, genderuwo, sunder bolong, suster ngesot, pocong, tuyul, nah loh
banyak apalagi tuh?. Namun banyak setan lokal yang dijadikan sebagai judul buku
gendre sastra populer.
Siapa toh Nenek Gayung?
Menurut cerita, Nenek pemegang
Gayung ini berpakaian serba hitam dan mempunyai hobi membawa gayung dan tikar. Dan
katanya sering mangkal di daerah sekitar Jakarta Timur. Lalu, bagaimana ia
memangsa korbannya? Si Nenek ini mengajak ngobrol orang incerannya, bukan buat
minta nomor telepon, mungkin mau nanya-nanya tentang kasus Afriyani atau isu
pembangunan DPR yang ‘menggila’. Yang jelas jika seseorang merespons, maka
kematian sudah ada di depan mata, hihihi (kuntilanak). Yah, orang yang
sebelumnya bertemu dengan Nenek Gayung akan mati setelah malam harinya. Dan gayungnya
itu untuk memandikan jenazah tersebut. heuheu =,=.
Diceritakan ada pengendara motor
denagn pemboncengnya yang melihat Nenek membawa tikar. Setelah pengendara
menepi dan bertanya ke Nenek tersebut, “Nenek mau mati, Nenek minta di mandiin
Nak.” Mungkin di kira orang gila, anak muda yang berhati mulia entah siapa
orangnya, mengantar si Nenek pulang. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalan
dan naasnya satu orang tewas dan satu orangnya lagi selamat.
Namun cerita aneh Cuma populer di
internet. Semoga program infoTAInment itu tidak ‘ember’ memublikasikannya
sampai masyarakat televisi mengetahuinya. Sebab bisa jadi berita tersebut di
serap cepat oleh anak-anak dan akhirnya mereka terbenam dalam rasa takut. Manamungkin
mereka harus takut dengan hal yang ghaib ata abstrak, bukan dengan penculikan
atau pelecehan seksual yang pasti lebih mungkin terjadi.
Tetulah kita tahu iklan provider
dengan konsep goyang gayung yang populer di akhir tahun lalu. Ketika seseorang
berambut keriting mandi dengan kaos dan di tempat terbuka sambil bergoyang ala
goyang gayung itu, dan seorang anak muda merekamnya lewat ponsel dan
memublikasikannya lewat youtube dan jadila keriting tersebut terkenal karena
kekonyolannya. Barang kali orang yang menyiptakan Nenek Gayung terinspirasi
dengan iklan tersebut dan jadilah ‘korban’ iklan.
Yang jelas keberadaan Nenek
Gayung ini tidak perlu di risaukan. Toh ceritanya belum jelas, tuh orang mati
kenapa? Bagaimana tuh Nenek bisa di bonceng, pemuda itukan berdua dan tahukan
seberapa besarnya jok motor, dan apakah pemuda itu birahi dengan Perempuan yang
udah bau tanah itu. Apa tanggapan kita, jika tahu ada Nenek tua membawa tikar,
mungkin kita akan DIAM, karena menganggap orang itu gila. Betul nggak?
Paling nggak kalangan muda tidak
lagi mengutuk aksi Afriyani dengan kata-kata kasar, namun berbalik kepada
seberapa takutnya dengan Nenek Gayung. Dan... sejenak kita lupa dengan dengan
anggaran mahadahsyat untuk mempercantik lagi gedung yang sudah mewah.
