Artinya, keselamatan seseorang terletak pada kemampuannya menjaga lisan. Mulut bagaikan pisau yang mampu menusuk hati orang lain, sebaik-baiknnya orang adalah yang mampu menjaga mulut/lisannya dengan baik. Mengucapkan yang baik itu memang susah, tapi mengucapkan yang kotor sangat mudah sekali di ucapkan. Hayoo gan jaga mulutnya kalau bisa di gembok pake gembok buat ngunci penjara, di dalam mulut tuh banyak penjahatnya loh.
Bagi kaum lelaki yang sering emosi jiwa dan batin, janganlah marah atau dendam pada orang yang membuat kita marah, lebih baik diam dan tutup mulut biarkan Allah SWT yang membalasnya. Lelaki sejati adalah lelaki yang mampu menjaga emosinya kawan. Jika kita balas dengan omongan yang tidak meng-enak-an hal itu akan berakibat buruk pada diri kita, urusan tidak akan selesai, menambah dosa, mengakibatkan baku hantam, emosi jiwa yang pada akhirnya stress.
Jadi, jagalah lisan dan perbuatan jika ingin selamat dan menjadi manusia yang bijaksana.
2. An-nazhafatu minal iman
Artinya, Kebersihan sebagian dari iman. Pasti sering dong denger nih kata, mungkin dari SD tapi masih banyak yang belum mengamalkannya. Kebersihan sangat penting bagi diri sendiri. Kesehatan sangat bergantung pada kebersihan diri, maka dari itu mulailah dari sejak dini, tanam dari awal benih bersih yang ada dalam diri masing-masing. Berbuat yang bersih di mulai dari diri masing-masing, contoh, mencuci pakaian sendiri, tidak memuluk, cukup membersihkan piring kotor yang hendak kita pakai setelah makan.
Kitapun hendak mensucikan atau membersihkan diri, dengan mandi 2 hari sekali atau kamu yang mau bersih 5 kali juga boleh. Lalu sikat gigi sebelum tidur dan pada pagi hari. Pelihara kebersihan sangat penting, lihatlah orang yang bersih, rapi, dan tidak urakan pasti banyak di sukai orang lain.
Kebersihan sebagian dari iman, iman adalah percaya artinya kita menjaga kebersihan dan percaya kalau Allah itu suka dengan orang yang bersih, orang yang di sukai Allah adalah orang yang beriman.
3. Khairukum ‘anfa’ukum linnas
Artinya, Sebaik-baiknya kalian adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Siapa yang nggak mau jadi manusia yang menjadi sampah masyarakat yang hanya bisa menyusahkan orang #nggak level. Ayo jadilah orangg yang berguna bagi semua orang, atau itu jadi guru, dokter, photografer, pendakwah, Ustadz, tukang bakso, dll. Atau mungkin tukang beling, berguna banget loh, nanti siapa yang mengurusi sampah yang ada di sekitar rumah, kamu? Kamu mah malas. Pasti ada tukang beling yang memang membutuhkan sampah itu untuk di jual dan di daur ulang lagi, profesi ini juga sangat mulia di mata saya.
Jika ingin menjadi orang yang berguna pasti mempunyai keinginan untuk menjadi sesuatu yang nantinya akan membahagiakan orang lain atau membantu orang lain. Jika itu sudah dimiliki InsyaAllah akan sukses di kemudian hari dan pastinya menjadi orang yang berguna.
4. Man jadda wa jadda
Artinya, Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan sukses. Orang sukses di dunia ini banyak, tapi adakah yang tahu seberapa banyak yang sukses bukan hanya dunia saja melainkan di akhirat juga. Wah, itu sih cita-cita saya, “Sukses dunia dan akhirat.” Dengan berikhtiar kita bisa menggapinya, tidak hanya Ilmu yang di cari, melainkan obat hati untuk bertaqwa kepadanya-Nya. Semua usaha pasti akan menghasilkan sesuatu yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Jika kesuksesan belum di raih, yakinlah kalau itu yang terbaik dan belum saatnya kamu sukses, mungkin jika kamu sukses nantinya kamu akan lupa pada Allah dan hanya memikirkan harta, pastilah ada saatnya kawan.
5. Syubbanul yaum rijatul ghad
Kata-kata ini adalah kata yang paling menarik menurut saya. yang artinya, “PEMUDA HARI INI, PEMIMPIN HARI ESOK.” Begitu katanya. Pemuda yang sekarang adalah pengganti pemimpin yang tengah berkuasa. Hayo tuh, sekarangkan kekurangan stok pemimpin. Banyak penguasa namun gila harta, bukan yang namanya tipikal pemimpin. Kelak mungkin kitalah nanti yang akan mengisinya.
“Jadilah pemimpin masa denpan yang amanah!”
Oke, mungkin itu saja. Sukur-sukur termotivasi dengan ini. Terus semangat di masa muda ini, dengan memanfaatkan waktu dengan prilaku dan sikap yang baik.