Mari kita berdo’a agar orang tua dan orang – orang yang kita sayangi selalu gembira, sehat jasmani dan rohani, selalu dilindungi-Nya dan berharap selalu ada disaat kita sedih dan senang. Amiiinnn...
Oke, kembali ke Lap Top
Kenapa saya memberikan judul posting ini “Green”?
Yaa, karena saya menyukai warna Hijau. Hijau itu hidup, selalu memberikan ketenangan bagi saya, hijau tanaman apapun saya menyukainya, sebagai pecinta hijau lihat dan simak Blog saya, Hijau Hijau dan Hijauuu. Indah bukan?
Pertama – tama saya mengenal warna, warna Biru-lah yang saya sukai sampai cat kamar saya, saya kasih warna Blue Fresh dengan warna yang tidak mencolok, biru sebagai pilihan saya karena.. saya bingung bagaimana saya tertarik dengan warna Biru, *lho. Mungkin saya berpindah kepercayaan karena banyak yang menyukai warna Biru mulai dari kakak saya, bapak saya, adik saya, tetangga, pembantu, paman, bibi, anak tetangga, teman saya, adik teman saya, kakak teman saya yang satu lagi, dan masih banyak lagi yang menyukai warna Biru terutama bagi kaum laki – laki.
Mungkin kalau baju warna hijau itu terlalu norak dan terlalu mencolok. Sedangkan biru terlalu standard banyak yang memakainya. Tapi, bagaimana kalau Hijau meskipun berlebihan, tapi itu menjadi keunikkan tersendiri bagi saya, apapaun kata orang ini lifestyle saya.
Saya paling tidak suka warna Kuning... Why??
Karena sangat mencolok dan tidak sesuai dengan warna kulit siapapun apalagi jika disatukan dengan warna-warna lain, hmm kayaknya... Aneh... yang lebih meng-Anehkan lagi, warna baju seragam sekolah saya yang bewarna Kuning dengan celana panjang seperti celana PNS. Dengan terpaksa saya memakainya, yang lebih aneh lagi saya pakai baju itu di Masjid dekat rumah saya, dengan tampang kocak dan ngeselin saya pamer ke teman seumuran saya. “nih, baju baru gua baguskan?” dengan ketawa cekikikan tuh orang jawab. “iya bagus banget, apalagi dipake sama lu.” Bokis mulu nih orang kerjaannya udah tau nih baju aneh bin ajaib, dalam hati saya berkata.
“Dasar aneh, udah tau nih baju gokil abis, paling nge-jreng diantara baju-baju lain yang ada di Masjid ini.” Ternyata bukan saya yang aneh tapi tuh orang.
Iqamah terdengar, saya berada saf paling depan pasti semua mata tertuju pada baju kuning ngambang yang ada di WC masjid, kenapa nih kuning ngambang ada disini? Mana saya tahu... tak lagi saya memakai baju ini kemasjid. Kasihan kaka kelas yang lain, apalagi dipakai pas jum’atan beuh.. nggak PeDe tapi coba percaya diri jangan nurutin gengsi yang ada malu sendiri akhirnya.
Hijau Hijau Hijau....
Bajuku hijau, kebunku hijau, pagarku hijau, celanaku hijau, mukamu hijau, dia hijau, aku hijau, kalian hijau, mereka hijau, kita hijau, pup-mu hijau, pup-nya hijau, hijau hijau hijau, kalau kau galau ciumlah kerbau. (kata berakhiran “au”)
Ocheee mamen, terima kasih karena sudah membaca.
Saya berharap, Blog ini sebagai sumber Inspirasi bagi sang pembaca, bagi pembaca saya berharap mendo’akan blog ini agar bermanfaat bagi orang banyak. Terimakasih.....
Wassalam...