17 Mei 2012

Tragedi Pesawat SUKHOI


Tepatnya RABU, 05 Mei 2012. Kabar buruk itu datang dan tersebar di media, mengenai hilangnya pesawat Sukhoi di sekitar Gunung Salak, Bogor. Namun saya tidak langsung menulis karena harus menunggu perkembangan. Kemudian kita tahu kalau pesawat itu jatuh dan hancur. Dan biasanya beberapa orang menyangkutpautkan hal ini pada sesuatu yang berbau irasional. Mengenai keangkeran tempat jatuhnya pesawat tersebut: Gunung Salak.



Tentang Pesawat Sukhoi SuperJet 100

SUKHOI adalah pembuat pesawat terbang buatan Rusia. Awalnya Sukhoi hanya membuat dan mengembangkan jenis pesawat tempur dari awal berdiri (ketika masih Uni Soviet) hingga dekade 90-an. Di awal 90-an, Sukhoi membuat pesawat komersial. Pada 2007, pesawat komersial pertama pun diperkenalkan. Yaitu Sukhoi SuperJet 100.

http://indocropcircles.wordpress.com


Pesawat ini menjual sekira 1000 unit dengan harga Rp.239 miliar per unit. Alhasil pesawat ini pun diminati beberapa perusahaan penerbangan seperti AS dan Eropa. Sukhoi mampu membawa 100 orang penumpang hingga 4.500 Km. Sukhoi juga menerima sertifikat ‘aman’ dari Badan Keselamatan Penerbangan Eropa, dan telah menerima pesanan lebih dari 200 pesawat dari berbagai negara termasu Indonesia.

Sukhoi SuperJet 100 sempat akan dibeli Merpati Airlines untuk menambah armadanya. Namun dibatalkan karena pesawat itu belum memiliki sertifika FAA. Sementara pemerintah kita diusulkan membeli pesawat Rusia. Kabar ini sempat berembus sebelum Tragedi Sukhoi terjadi. Dan Indonesia hanya membeli 6 unit pesawat Rusia jenis pesawat tempur, yang diproduksi oleh Sukhoi.

http://indocropcircles.wordpress.com


Dari berita TV One yang getol mengabarkan, pesawat Sukhoi ini konon dibuat oleh para teknisi ‘palsu’, ini bersumber dari investigasi di televisi Rusia itu sendiri, bahwa ada sekitar 70 orang insinyur yang membuat pesawat tersebut, ternyata memiliki ijazah palsu.

Karenanya, pesawat ini malah dua ton lebih berat dan pada saat dioperasikan di Rusia, masalah kebocoran pipa AC terjadi. Hal inilah yang membuat pesawat tersebut dinonaktifkan.

Kronologis:

Selasa 8 Mei 2012, Sukhoi SuperJet 100 tiba di Lanus Halim Perdanakusuma pada jam 16.00 WIB. Kedatangan bersama awak dari Rusia dan Italia ini hendak melaksanakan demo penerbangan pada Kamis, 10 Mei 2012.

Rabu, 9 Mei 2012, pesawat berangkat dari Halim Perdanakusuma pada jam 14.00 WIB.
Di hari yang sama pada jam 14.33 WIB, keberadaan pesawat tidak diketahui karena hilang kontak ketika melintasi Gunung Salak.

Investigasi:

Diketahui dari komunikasi Via radio, yakni 20 menit setelah lepas landas, pilot pesawat meminta izin kepada menara Bandara Soekarno Hatta untuk menurunkan ketinggian dari 10.000 kaki menjadi 6.000 kaki. Setelah itu tak ada lagi kontak.

http://indocropcircles.wordpress.com

Pada Kamis  10 Mei 2012, keberadaan pesawat ditelusur. Seorang fotografer Wartakota, Adi Kelana dengan 10 fotografer lain didampingi anggota Bapernas, mengatakan kalau pesawat sudah dalam keadaan hancur. Dan berada di dalam jurang. Di duga pesawat menabrak tebing hanya menyisakan bagian ekor pesawat saja.

Sampai hari Jumat, 11 Mei 2012, evakuasi terus dilakukan. Kendala cuaca dan medan terjal dan bertebing membuat tim SAR kesulitan. Perlu diketahui bahwa kabut sudah menyelimuti gunung dan cuaca di daerah tersebut tidak bisa diterka.

Karena itu Tim SAR dan PMI membuka posko utama di Kampung Pasir Manggis, Desa Cipelang Kecamatan Cijeruk. Lima unit helikopter pun sudah disediakan untuk membawa korban ke PMI.

Sukhoi SuperJet 100 bukan  satu-satunya pesawat terbang yang jatuh di gunung tersebut. ada beberapa pesawat yang mengalami hal nahas yang sama. Dikutip dari blog indosropcircles.wordpress.com, berikut daftar pesawat yan jatuh tersebut.

29 Oktober 2003
Helikopter Sikorsky S-58 TNI Angkatan Udata jatuh. Dua penerbang dan lima kru mekanika tewas seketika setelah helikopter buatan Amerika pada 1970 itu terhempas.

20 Juni 2004
Pesawat Cessna 185 Skywagon jatuh di Danai Lido, Cijeruk, Bogor. Atlet terjun payung bernama Edy Cristiono tewas.

26 Juni 2008
Pesawat Cassa TNI AU A212-200 jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. 18 penumpang tewas.

30 April 2009
Pesawat latih jenis Sundowner ini jatuh di daerah Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Instuktur penerbangan yang bernama Nicholas Burung meninggal dalam perjalan ke rumah sakit.

12 Juni 2009
Helikopter Puma milik TNI AU jatuh di kawasan Lanud Atang Sendjaja, Bogor. Dua tentara mekanik tewas, sedangkan pilot dan tiga anggotanya mengalami luka.

09 Mei 2012
Pesawat Sukhoi SuperJet 100 jatuh seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Pesawat atau kendaraan bermesin bisa hilang kapan saja dan dimana saja karena medan atau pun faktor human error. Begitupun dengan hilangnya pendaki yang tidak hanya pernah terjadi di Gunung Salak, namun di gunung-gunung lain.

Sampai tulisan ini dibuat, evakuasi menuju jatuhnya pesawat masih dilakukan. Dua belas penumpang sudah ditemukan dalam keadaan tewas, sisanya masih terus dalam pencarian (dari 48 penumpang yang ada). Semoga evakuasi berjalan lancar dan keluarga korban mendapat kesabaran. Dan selanjutnya, semoga peristiwa jatuhnya pesawat ini tidak terulang kembali. Aamiin.