Tentang Pesawat Sukhoi SuperJet
100
SUKHOI adalah pembuat pesawat
terbang buatan Rusia. Awalnya Sukhoi hanya membuat dan mengembangkan jenis
pesawat tempur dari awal berdiri (ketika masih Uni Soviet) hingga dekade 90-an.
Di awal 90-an, Sukhoi membuat pesawat komersial. Pada 2007, pesawat komersial
pertama pun diperkenalkan. Yaitu Sukhoi SuperJet 100.
![]() |
| http://indocropcircles.wordpress.com |
Pesawat ini menjual sekira 1000
unit dengan harga Rp.239 miliar per unit. Alhasil pesawat ini pun diminati
beberapa perusahaan penerbangan seperti AS dan Eropa. Sukhoi mampu membawa 100
orang penumpang hingga 4.500 Km. Sukhoi juga menerima sertifikat ‘aman’ dari
Badan Keselamatan Penerbangan Eropa, dan telah menerima pesanan lebih dari 200
pesawat dari berbagai negara termasu Indonesia.
Sukhoi SuperJet 100 sempat akan
dibeli Merpati Airlines untuk menambah armadanya. Namun dibatalkan karena
pesawat itu belum memiliki sertifika FAA. Sementara pemerintah kita diusulkan
membeli pesawat Rusia. Kabar ini sempat berembus sebelum Tragedi Sukhoi
terjadi. Dan Indonesia hanya membeli 6 unit pesawat Rusia jenis pesawat tempur,
yang diproduksi oleh Sukhoi.
![]() |
| http://indocropcircles.wordpress.com |
Dari berita TV One yang getol
mengabarkan, pesawat Sukhoi ini konon dibuat oleh para teknisi ‘palsu’, ini
bersumber dari investigasi di televisi Rusia itu sendiri, bahwa ada sekitar 70
orang insinyur yang membuat pesawat tersebut, ternyata memiliki ijazah palsu.
Karenanya, pesawat ini malah dua
ton lebih berat dan pada saat dioperasikan di Rusia, masalah kebocoran pipa AC
terjadi. Hal inilah yang membuat pesawat tersebut dinonaktifkan.
Kronologis:
Selasa 8 Mei 2012, Sukhoi
SuperJet 100 tiba di Lanus Halim Perdanakusuma pada jam 16.00 WIB. Kedatangan bersama
awak dari Rusia dan Italia ini hendak melaksanakan demo penerbangan pada Kamis,
10 Mei 2012.
Rabu, 9 Mei 2012, pesawat
berangkat dari Halim Perdanakusuma pada jam 14.00 WIB.
Di hari yang sama pada jam 14.33
WIB, keberadaan pesawat tidak diketahui karena hilang kontak ketika melintasi
Gunung Salak.
Investigasi:
Diketahui dari komunikasi Via
radio, yakni 20 menit setelah lepas landas, pilot pesawat meminta izin kepada
menara Bandara Soekarno Hatta untuk menurunkan ketinggian dari 10.000 kaki
menjadi 6.000 kaki. Setelah itu tak ada lagi kontak.
![]() |
| http://indocropcircles.wordpress.com |
Pada Kamis 10 Mei 2012, keberadaan pesawat ditelusur. Seorang
fotografer Wartakota, Adi Kelana dengan 10 fotografer lain didampingi anggota
Bapernas, mengatakan kalau pesawat sudah dalam keadaan hancur. Dan berada di
dalam jurang. Di duga pesawat menabrak tebing hanya menyisakan bagian ekor
pesawat saja.
Sampai hari Jumat, 11 Mei 2012,
evakuasi terus dilakukan. Kendala cuaca dan medan terjal dan bertebing membuat
tim SAR kesulitan. Perlu diketahui bahwa kabut sudah menyelimuti gunung dan
cuaca di daerah tersebut tidak bisa diterka.
Karena itu Tim SAR dan PMI
membuka posko utama di Kampung Pasir Manggis, Desa Cipelang Kecamatan Cijeruk.
Lima unit helikopter pun sudah disediakan untuk membawa korban ke PMI.
Sukhoi SuperJet 100 bukan satu-satunya pesawat terbang yang jatuh di
gunung tersebut. ada beberapa pesawat yang mengalami hal nahas yang sama. Dikutip
dari blog indosropcircles.wordpress.com, berikut
daftar pesawat yan jatuh tersebut.
29 Oktober 2003
Helikopter Sikorsky S-58 TNI
Angkatan Udata jatuh. Dua penerbang dan lima kru mekanika tewas seketika
setelah helikopter buatan Amerika pada 1970 itu terhempas.
20 Juni 2004
Pesawat Cessna 185 Skywagon jatuh
di Danai Lido, Cijeruk, Bogor. Atlet terjun payung bernama Edy Cristiono tewas.
26 Juni 2008
Pesawat Cassa TNI AU A212-200
jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. 18 penumpang tewas.
30 April 2009
Pesawat latih jenis Sundowner ini
jatuh di daerah Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Instuktur penerbangan yang bernama
Nicholas Burung meninggal dalam perjalan ke rumah sakit.
12 Juni 2009
Helikopter Puma milik TNI AU
jatuh di kawasan Lanud Atang Sendjaja, Bogor. Dua tentara mekanik tewas,
sedangkan pilot dan tiga anggotanya mengalami luka.
09 Mei 2012
Pesawat Sukhoi SuperJet 100 jatuh
seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Pesawat atau kendaraan bermesin
bisa hilang kapan saja dan dimana saja karena medan atau pun faktor human
error. Begitupun dengan hilangnya pendaki yang tidak hanya pernah terjadi di
Gunung Salak, namun di gunung-gunung lain.
Sampai tulisan ini dibuat,
evakuasi menuju jatuhnya pesawat masih dilakukan. Dua belas penumpang sudah
ditemukan dalam keadaan tewas, sisanya masih terus dalam pencarian (dari 48
penumpang yang ada). Semoga evakuasi berjalan lancar dan keluarga korban
mendapat kesabaran. Dan selanjutnya, semoga peristiwa jatuhnya pesawat ini
tidak terulang kembali. Aamiin.


