A O *Ala teletubbies. Teman pembaca
blogger yang baik hati dan tidak sombong, kali ini dan untuk sekian kalinya
saya selaku admin pada blog ini ingin membuat postingan tentang cerita yang
menurut saya seram yang saya ambil dari cerita nyata teman saya. Ceritanya saya
jadiin narasi aja ya supaya lebih enak di baca. Kalo kamu-kamu yang lagi boring
mendingan baca aja disini jangan nonton blue film atau bermain ria di dunia
jejaring sosial. Oke langsung ae ke cerita mistis dan nyata berikut ini: heu.
Dahulu kala gua punya guru ngaji dan di situlah semua dimulai
dan akhirnya selesai. *loh? Nggak belom selesai. Guru ngaji gua punya adik
kandung yang bernama Vanessa, nih ada fotonya.
![]() |
| Vannessa |
Dia Vanessa, pindah
rumah bersama keluarganya ke Bogor, sebelumnya nggak ada yang aneh sama sikap
dan perilaku Nessa namun lama-kelamaan semenjak mereka pindah keluarga Nessa
mulai merasakan ada sesuatu yang aneh pada Nessa. Sikap Nessa berubah jadi
pendiam dan perilakunya kadang-kadang tidak wajar ketika ia di panggil ibunya
ia malah menjawab dengan kasar dengan nada yang keras, kurang lebihnya seperti
ini: “Apa manggil gua?! Pergi dari tempat gua?! Jangan ganggu gua?!.” Dan menurut
ceritanya ia menjadi pendiam dikarenakan nilai akdemis di sekolahnya kurang
maksimal akibat keluarga yang tidak menetap tempat tinggal dan ia sering
dimarahi orang tuanya karena malas belajar.
Melihat kelakuan anaknya yang semakin lama-semakin aneh,
orang tua Nessa mencoba mencari orang pintar dan menanyakan soal anaknya. Akhirnya
mereka bertemu oleh seorang Ustad dan menceritakan keluh kesah tentang anaknya.
Orang tua Nessa yang khawatir akan anaknya sangat memohon banuan dari Ustad
itu. Akhirnya, setelah bertemu dengan Nessa yang aneh, Ustad itu menyuruh orang
tua Nessa untuk mencari batu giok yang warna dan bentuknya aneh dan sebelumnya
mencari orang tua Nessa disuruh untuk membaca surat Aj-Jin.
Pada malam harinya orang tua Nessa bersama-sama membaca surat
Aj-Jin dan pada esok harinya Bapak Nessa menemukan batu unik di kamar mandi, di
sekitar ruang tivi, dan satu lagi di tempat adiknya Nessa sering bermain. Orang
tua Nessa langsung tancap ke rumah ustad untuk memberikan 3 buah batu unik yang
tadi diketemukan.
Setelah batu itu diberi minya zaitun yang kononnya adalah
minuman para jin. Setelah beberapa lama ustad tersebut mengatakan kalau di
ketiga batu tersebut akan di taruh masing-masing satu jin. Yang pertama jin
beruang, kedua jin pawang ular beserta ularnya dan yang terakhir jin macan. Sontak
Orang tua Nessa kaget karena baru pertama kali mendapatkan kejadian seperti
ini. tapi, demi kebaikkan anaknya Orang tua Nessa harus menyelamatkannya.
Setelah tiga batu itu di taruh di rumah mereka Nessa sering berbicara
sendiri dan di dengan oleh ibu Nessa, Ibunya yang bingung penasaran ingin
bertanya kepada Nessa.
“Nesa, kamu ngomong
sama siapa nak?” tanya ibu.
“Sama yang di samping aku bu, tuh.” Nesa menunjukkan jarinya
ke samping kiri.
“Mana? Nggak ada Nes. Jangan buat ibu takut.” Bulu tipis Ibu
mulai berdiri.
“Aku lagi ngomong sama Jin.” Dengan samtainya sambil
tersenyum.
“Jin? Kamu berbicara sama Jin?” Tambah bergidik.
“Iya, Bentuknya ular, dia ingin pamit sama aku.”
“Udah, kamu bikin ibu semakin takut.” Berlari kecil ke dalam
rumah.
Pada malam hari, kejadian tadi mulai terulang lagi dan
sekarang ayahnya yang mulain merinding.
“Ayah tangan aku sakit banget habis di cakar.” Menangis
tersendat kesakitan di sebelah tangan kanan.
Jelas Ayah kaget melihat anaknya bercucuran darah di
tangannya. Ayah langsung mengambil P3K dan mebalut luka anaknya.
“Kok bisa kamu di cakar? Kita nggak melihara kucingkan?.”
“Bukan kucing yah.”
“Terus sama siapa?”
“Sama Jin Pawang ular dan ularnya.”
Ayah mulai terbiasa dengan keanehan anaknya. Tapi kekhawatiran
masih tetap ada. Keesokkannya, Ayah mengajak Nessa untuk bertemu dengan Ustad
dan menanyakan tentang anaknya yang bisa melihat apa yang tidak dilihatnya. Hal
ini banyak terjadi di kalangan anak kecil yang mempunya kelebihan yang aneh
sekaligus menyeramkan. Tidak tahu apakah kelebihan atau kutukkan.
“Ini sudah nggak papa Pak, mungkin Jin-nya hanya mengajak
Nessa untuk berpisah. Lalu Nessa habis salaman sama Macannyakan?” tenang ustad.
“Iya Ustad.” Nessa dengan Polosnya.
“Nessa sudah normal lagi, dan jin itu ngasih hadiah ke Nessa
indra ke-6 atau intuisi.”
“Yakin Pak Ustad anak saya tidak papa?”
“Iya pak, kalo ada yang aneh sama Nessa bapak dateng lagi aja
ke sini.”
“Oke pak, kalo gitu terimakasih.”
SKIP:
Beberapa bulan kemudian, Nessa jadi periang dan lebih jarang
melamun. Dengan indera ke-6-nya dia sudah bisa melihat ‘sesuatu’ dan katanya
indera ke-6 bisa mengajak bermain makhluk gaib di sekitar dia. Dan yang lebih
derastis lagi angka dalam Raportnya tidak ada angka merah. Yang tadinya hanya
mendapat, 50,40, atau 30 sekarang menjadi 80 keatas. Nilai Bahasa
Inggrisnya-pun paling rendah 96. Nessa jadi anak yang baik sering membantu ibu
di rumah, selain cantik ia juga pintar. Dan kayaknya jarang orang kayak begitu,
sukses ya Nessa. :D
Oke, mungkin ceritanya kurang menarik, nggak serem, kurang
jelas, atau apalah itu. Silahkan komentar di bawah dengan menggunakan email
kamu sendiri. Dan kalo ada cerita seram lainnya silahkan aja kamu kirim lewat
email ke shikamarukitaro@yahoo.co.id
dan akan saya taruh menjadi Admin di blog ini. Terimakasih.
