3 Maret 2012

Cerita seram: Vannessa



A O *Ala teletubbies. Teman pembaca blogger yang baik hati dan tidak sombong, kali ini dan untuk sekian kalinya saya selaku admin pada blog ini ingin membuat postingan tentang cerita yang menurut saya seram yang saya ambil dari cerita nyata teman saya. Ceritanya saya jadiin narasi aja ya supaya lebih enak di baca. Kalo kamu-kamu yang lagi boring mendingan baca aja disini jangan nonton blue film atau bermain ria di dunia jejaring sosial. Oke langsung ae ke cerita mistis dan nyata berikut ini: heu.

Dahulu kala gua punya guru ngaji dan di situlah semua dimulai dan akhirnya selesai. *loh? Nggak belom selesai. Guru ngaji gua punya adik kandung yang bernama Vanessa, nih ada fotonya.
Vannessa


Dia Vanessa,  pindah rumah bersama keluarganya ke Bogor, sebelumnya nggak ada yang aneh sama sikap dan perilaku Nessa namun lama-kelamaan semenjak mereka pindah keluarga Nessa mulai merasakan ada sesuatu yang aneh pada Nessa. Sikap Nessa berubah jadi pendiam dan perilakunya kadang-kadang tidak wajar ketika ia di panggil ibunya ia malah menjawab dengan kasar dengan nada yang keras, kurang lebihnya seperti ini: “Apa manggil gua?! Pergi dari tempat gua?! Jangan ganggu gua?!.” Dan menurut ceritanya ia menjadi pendiam dikarenakan nilai akdemis di sekolahnya kurang maksimal akibat keluarga yang tidak menetap tempat tinggal dan ia sering dimarahi orang tuanya karena malas belajar.

Melihat kelakuan anaknya yang semakin lama-semakin aneh, orang tua Nessa mencoba mencari orang pintar dan menanyakan soal anaknya. Akhirnya mereka bertemu oleh seorang Ustad dan menceritakan keluh kesah tentang anaknya. Orang tua Nessa yang khawatir akan anaknya sangat memohon banuan dari Ustad itu. Akhirnya, setelah bertemu dengan Nessa yang aneh, Ustad itu menyuruh orang tua Nessa untuk mencari batu giok yang warna dan bentuknya aneh dan sebelumnya mencari orang tua Nessa disuruh untuk membaca surat Aj-Jin.

Pada malam harinya orang tua Nessa bersama-sama membaca surat Aj-Jin dan pada esok harinya Bapak Nessa menemukan batu unik di kamar mandi, di sekitar ruang tivi, dan satu lagi di tempat adiknya Nessa sering bermain. Orang tua Nessa langsung tancap ke rumah ustad untuk memberikan 3 buah batu unik yang tadi diketemukan.

Setelah batu itu diberi minya zaitun yang kononnya adalah minuman para jin. Setelah beberapa lama ustad tersebut mengatakan kalau di ketiga batu tersebut akan di taruh masing-masing satu jin. Yang pertama jin beruang, kedua jin pawang ular beserta ularnya dan yang terakhir jin macan. Sontak Orang tua Nessa kaget karena baru pertama kali mendapatkan kejadian seperti ini. tapi, demi kebaikkan anaknya Orang tua Nessa harus menyelamatkannya.

Setelah tiga batu itu di taruh di rumah mereka Nessa sering berbicara sendiri dan di dengan oleh ibu Nessa, Ibunya yang bingung penasaran ingin bertanya kepada Nessa.

 “Nesa, kamu ngomong sama siapa nak?” tanya ibu.

“Sama yang di samping aku bu, tuh.” Nesa menunjukkan jarinya ke samping kiri.

“Mana? Nggak ada Nes. Jangan buat ibu takut.” Bulu tipis Ibu mulai berdiri.

“Aku lagi ngomong sama Jin.” Dengan samtainya sambil tersenyum.

“Jin? Kamu berbicara sama Jin?” Tambah bergidik.

“Iya, Bentuknya ular, dia ingin pamit sama aku.”

“Udah, kamu bikin ibu semakin takut.” Berlari kecil ke dalam rumah.

Pada malam hari, kejadian tadi mulai terulang lagi dan sekarang ayahnya yang mulain merinding.

“Ayah tangan aku sakit banget habis di cakar.” Menangis tersendat kesakitan di sebelah tangan kanan.

Jelas Ayah kaget melihat anaknya bercucuran darah di tangannya. Ayah langsung mengambil P3K dan mebalut luka anaknya.

“Kok bisa kamu di cakar? Kita nggak melihara kucingkan?.”

“Bukan kucing yah.”

“Terus sama siapa?”

“Sama Jin Pawang ular dan ularnya.”

Ayah mulai terbiasa dengan keanehan anaknya. Tapi kekhawatiran masih tetap ada. Keesokkannya, Ayah mengajak Nessa untuk bertemu dengan Ustad dan menanyakan tentang anaknya yang bisa melihat apa yang tidak dilihatnya. Hal ini banyak terjadi di kalangan anak kecil yang mempunya kelebihan yang aneh sekaligus menyeramkan. Tidak tahu apakah kelebihan atau kutukkan.

“Ini sudah nggak papa Pak, mungkin Jin-nya hanya mengajak Nessa untuk berpisah. Lalu Nessa habis salaman sama Macannyakan?” tenang ustad.

“Iya Ustad.” Nessa dengan Polosnya.

“Nessa sudah normal lagi, dan jin itu ngasih hadiah ke Nessa indra ke-6 atau intuisi.”

“Yakin Pak Ustad anak saya tidak papa?”

“Iya pak, kalo ada yang aneh sama Nessa bapak dateng lagi aja ke sini.”

“Oke pak, kalo gitu terimakasih.”

SKIP:

Beberapa bulan kemudian, Nessa jadi periang dan lebih jarang melamun. Dengan indera ke-6-nya dia sudah bisa melihat ‘sesuatu’ dan katanya indera ke-6 bisa mengajak bermain makhluk gaib di sekitar dia. Dan yang lebih derastis lagi angka dalam Raportnya tidak ada angka merah. Yang tadinya hanya mendapat, 50,40, atau 30 sekarang menjadi 80 keatas. Nilai Bahasa Inggrisnya-pun paling rendah 96. Nessa jadi anak yang baik sering membantu ibu di rumah, selain cantik ia juga pintar. Dan kayaknya jarang orang kayak begitu, sukses ya Nessa. :D

Oke, mungkin ceritanya kurang menarik, nggak serem, kurang jelas, atau apalah itu. Silahkan komentar di bawah dengan menggunakan email kamu sendiri. Dan kalo ada cerita seram lainnya silahkan aja kamu kirim lewat email ke shikamarukitaro@yahoo.co.id dan akan saya taruh menjadi Admin di blog ini. Terimakasih.