Waduhhh, udah lama nggak nge-post
lagi. Bagi pembaca yang udah nunggu postingan berikutnya kali ini saya nggak
lagi ngasih Tips, Ilmu, Lirik Lagu, Cerpen tapi Story saya waktu perjalanan
sampai selesai UKT di Gymnasium UI. Taukan apa itu UKT bagi Taekwondoin pasti
tau, yup UKT adalah Ujian Kenaikkan Tingkat yang di laksanakan untuk menaikkan
warna sabuk dan pastinya Teknik. Ujian di laksanakan di Gymnasium yang berada di UI pada Minggu kemarin tepatnya 26 Pebruari 2012. Saya dan
teman-teman di bantu oleh Sabeum Jo untuk mengikuti Ujian, mengumpulkan
persyaratan dan uang pendaftaran. Namun, waktu ujian berlangsung kami harus
berusaha sendiri tanpa bantuan Sabeum yang membimbing.
Oke, mulai dari keberangkatan. Kebiasaan
saya ‘ngaret’ masih terus bergulir sampai semua resah menunggu. Ujian di mulai
pukul 8 pagi dan saya memutuskan untuk naik motor, soalnya Sabeum menyewa carry
untuk transportasi kesana. Setelah ngasih minum motor (bensin) saya bergegas
menjemur, maksudnya menjemput sahabat saya yang setingkat, seangkatan, seperjuangan dan sama-sama Taekwondoin di ProverbStars Club (Club kami).
Sekitar setengah jam lebih kami
sampai dan bertemu Taekwondoin yang lain dan tentunya ada beberapa teman saya. Carry-nya
belom dateng kayaknya kebiasaan ‘ngaret’ udah turun temurun, heu. Lanjut ke
acaranya. Semua Taekwondoin yang ikut ujian di suruh untuk berkumpul di
lapangan. saya udah ngumpul dan ikut upacara, eitts nggak ada tiang bendera atau
pembacaan UUD. Cuma upacara yang ada pembina, pemimpin upacara sama MC yang
pastinya ada peserta. Pertama penghormatan kepada pembina upacara di lanjutkan
sumpah Taekwondoin dan pesan yang di sampaikan Pembina.
Ada beberapa perkataan yang
paling saya ingat. Ini kedua kalinya saya mengikuti UKT. Dan saya tahu ujian
hanya berlangsung sekitar 10 menit saja namun UKT kemarin dari pukul delapan
pagi dan pulang pukul 3 sore dan itu Cuma untuk ujian 10 menit. Menurut yang saya dengar, ujian di sini bukan yang di maksud ujian kemampuan teknik Taekwondo tapi
di sini adalah uji kesabaran bagi Taekwondoin. Emang sih penguji terdiri dari 8
meja dengan peserta sekitar 250 lebih persabuk.
![]() | |
| meja penguji |
Nggak lama kami di atur untuk
melakukan pemanasan. Sial, pemanasannya nggak efektif banget –dempet-dempetan
nggak karuan- sampe-sampe nginjek kaki temen sebelah gua (untungnya satu
klub). Mana gua berada paling belakang dan pastinya nggak denger perkataan
Sabeum di depan yang mimpin pemanasan tanpa Microfon, jadi kayak ling-lung ikut yang lain aja.
Langsung aja setelah di atur
persabuk saya berada di urutan 74 dari 4 meja penguji, 1 meja teridiri dan 10 peserta. Setelah beberapa menit
saya dan teman-teman saya yang nomornya nggak jauh dari saya di panggil untuk
di uji. Hanya berlangsung 5 menit ujian itu selesai dengan beberapa gerakkan
yang saya lupa dan kagok. Langsung kembali ke kandang klub dan ngobrol dan
bingung mau ngapain. Walaupun ada motor tapi harus nunggu yang lain (satu club)
yup inilah arti kebersamaan. Di lanjutkan dengan makan siang yang enak gila
makan bareng yang laen. Mana ada yang jail, gokil, ngebanyol, dan pokoknya seru
dah.
Akhirnya pembagian sertifika
kenaikkan tingkat. Yess.
Sampe di situ aja ya, akhirnya
gua pulang sama sahabat gua sambil basah-basahan alias keujanan. Oh iya, ada
yang tau nggak? Atau pernah liat tembok di Gymnasium UI yang bertuliskan CITIUS
ALTIUS FORTIUS kata-katanya bagus kayak tiga serangkai. Ternyata setelah saya
Search di Mbah saya, mbah Google. Ternyata CITIUS ALTIUS FORTIUS adalah bahasa
latin dari "Faster, Higher, Stronger". Lupa sih nggak di poto, heu.
Moto Olimpiade
adalah Citius, Altius,
Fortius, yang dalam bahasa Latin "Cepat, Tinggi, Kuat".
(Kata-kata Latin kata
keterangan perbandingan, bukan kata
sifat.) Moto diusulkan oleh
Pierre de Coubertin pada penciptaan Komite Olimpiade Internasional
pada tahun 1894. De Coubertin meminjam dari temannya Henri Didon,
seorang imam Dominikan antara lain,
adalah seorang penggemar olahraga. Motto diperkenalkan
pada tahun 1924 di Olimpiade di Paris. [1]
Motto ini juga nama sebuah jurnal sejarah Olimpiade 1995-1997, ketika itu nama Journal dari Sejarah Olimpiade.
Sebuah motto yang lebih informal tetapi terkenal, juga diperkenalkan oleh De Coubertin, adalah "Yang paling penting adalah untuk tidak menang, tapi untuk ambil bagian!" De Coubertin punya moto ini dari khotbah oleh Uskup Pennsylvania selama 1908 Olimpiade London. Kalo mau lebih jelasnya klik saya.
Motto ini juga nama sebuah jurnal sejarah Olimpiade 1995-1997, ketika itu nama Journal dari Sejarah Olimpiade.
Sebuah motto yang lebih informal tetapi terkenal, juga diperkenalkan oleh De Coubertin, adalah "Yang paling penting adalah untuk tidak menang, tapi untuk ambil bagian!" De Coubertin punya moto ini dari khotbah oleh Uskup Pennsylvania selama 1908 Olimpiade London. Kalo mau lebih jelasnya klik saya.
bonus :
Mungkin cukup sekian dari gua dan postingan ancur kali ini. Terimakasih.




