Katanya dia mau curhat tapi lewat Handphone, kayaknya udah dari dulu dia nulisnya, mungkin beberapa bulan yang lalu saat Saya SMA dan hanya berhubungan jarak jauh dengannya. Akhirnya secara nggak sengaja dia mengirimkan SMS ke Saya yang berisi curhaatannya dengan Saya.
Nama tokoh tersebut di samarkan menjadi nama Inisial.
(F) = Fathur, itu Saya.
(R) = Mantan Saya, anda nggak perlu tau ya, hehehe
Pada tahun 2010, awal semester kelas 3 SMP. Waktu itu emang jamannya serius untuk menghadapi UN, tapi berhubungan dengan awal semester belum ada jadwal yang padat Saya memutuskan untuk mempacari seorang perempuan dan itu adalah si (R). Ini cerita Saya untuk dia. Saya pun meminta bantuan supaya dekat dengannya melalui si (D) dia adalah sahabat Saya sampai sekarang juga.
Beberapa hari kemudian, Saya sudah lumayan dekat dengannya. Saya memutuskan untuk menembaknya tapi melalui SMS. Dan hasilnya Saya di tolak. Tapi, Saya dapat dari cerita yang ia kirim. (R) mau dengan (F) asal si (F) mau nembak langsung empat mata melalui perantara si (D). Tapi kata curhatan dia di HP katanya Saya nggak serius dan Cuma iseng – iseng pada saat nembak lewat SMS, katanya nggak jentle abisnya nembak lewat SMS. Katanya Saya nggak beani nyatain langsung ke dia. Jadinya dia bilang lewat perantara si (D). Dan si (D) cerita sama Saya, dan akhirnya kita pun membuat rencana untuk dapat kesempatan menembaknya langsung.
Ini adalah hari yang bersejarah dan Saya ingin mengawetkannya di blog ini. Lanjut dari cerita yang di atas, rencana itu pun akan di realisasikan. Bertepatan hari sekolah hanya mengadakan Halal Bi Halal eittss, bukan Haram Bi Haram hari itu pun waktu di sekolah lebih singkat karena berhubungan dengan datangnya bulan Ramadhan.
Sepulang dari sekolah, tapi belum pulang karena gerbang sekolah di tutup, beberapa menit kemudian gerbangpun terbuka sekolah agak sepi, dan Saya melihat ada beberapa orang perempuan duduk di dekat taman lagi duduk - duduk seperti menunggu sesuatu. Meraka adalah (R), (D), dan (L). (L) adalah teman dekat (R) sedangkan (D) adalah teman dekat mereka semua termasuk Saya. Sepulangnya Saya ke Jemputan dan melihat dari kaca jemputan meraka yang sedang duduk disana.
Akhirnya rencana dimulai, (D) mengajak mereka ke kantin sekolah melewati lorong kecil, dan menembus ke kantin. Saya pun turun dari jemputan dan mengikutinya dari belakang. Tidak tahu apa yang dikatakan (D), (R) pun ikut dan katanya dia tidak tahu menahu tentang rencana ini dan Saya mengharapkan itu. Mereka membeli Es di kantin katanya (L) haus, (L) mengajak (D) untuk ikut bersamanya ke kantin membeli Es. Dan Saya memanggil (R) untuk mengajaknya mengobrol di samping kantin dan di samping WC juga, jadinya di pertengahan.
Waktu itu (R) kelihatan biasa aja, masa sih? Udah tau di tinggal berduaan terus diajak ngobrol pasti ada yang beda dan ngerasa nggak biasa. Emang sih dia Cuma senyam senyum gitu, kelihatan nggak serius dan biasa kalau lihat Saya memamng dia senyam senyum gitu.
Kitapun mengobrol disitu dan sepertinya ada yang menguping siapa lagi kalau bukan (D) dan si (L), hahahah. Akhirnya di sela – sela mengobrol Saya memutuskan untuk menembaknya dengan resah dan gelisa Saya terbata - bata untuk mengucapkannya. Singkat cerita Saya di terima dan hari itu Saya jadiannya dengannya (prok prok prok, yeahhh). Katanya dia minta maaf gara – gara dia Saya di tinggal jemputan tapi nggak papa berkorbanlah sedikit, sepulang itu Saya jalan sedikit sampai menemukan ojek untuk Saya jalan, saat itu Saya masih malu – malu Saya tinggal saja mereka pulang dengan perasaan berbunga – bunga. Hahahah.
Oh iya, di curhatannya tertulis Saya menyatakan cintanya nggak romantis soalnya di deket WC. Wkwkwkw. Emang bukan rencana yang sempurna, maklum waktu itu Saya masih polos nggak tau harus gimana jadi buat (R) maafin yak. Heheheh.
Berhubungan sehabis itu adalah Bulan Ramadhan, bulan di mana umat muslim wajib Berpuasa. Sehabis haram bi haram di sekolah siswa di liburkan saat itu, dan akhirnya kami hanya berkomunikasi lewat SMS. Jadinya nggak ketemuan tergambar jelas lewat SMSnya dia kecewa.
Tiba waktunya masuk sekolah, hari pertama dimana kita bertemu sehabis hari itu, itu tuh yang di ceritain di atas. Nggak tau kenapa saat itu Saya nggak ada respon sama dia, katanya di dalam hati si (R) dari SMSnya Saya malah biasa – biasa aja. Mungkin sudah lama nggak ketemu SMSan pun jarang – jarang, dan mungkin ini akibatnya. Tapi, yaa kayaknya dia kecewa dan ngejauhi Saya. Yaa Saya terima mungkin itu memang salah Saya. (maaf)
Siswa sekolah yang seangkatan itu pada tahu kalau kita jadian karena relationship kita, katanya si (R) sih banyak anak –anak yang ngerespon dan Saya biasa aja tapi (R) sepertinya mendapat respon buruk dari temannya yang bernama (AS). (AS) berkata “Ih mau – maunya lu sama si (F), (F) jelek tau mendingan sama si (A).” HAHAHA, BUAT (AS) memang Saya jelek tapi mungkin anda lebih jelek dalam kebaikan. Si (A) adalah orang yang mengejar – ngejar cintanya (R), dan si (R) Sayangnya nggak suka dengannya.
Akibat perkataan si (AS) membuat (R) berfikir 2x, antara masih atau putus. Dan akhirnya perkataan itu berdampak buruk sekali pada hubungan kita, setelah satu minggu dan terpotong liburan dia pun memutuskan hubungan dengan Saya. *heu heu heu. Nggak papa se-nggaknya kan itu jadi pelajaran buat Saya kalau Saya belum cukup kuat untuk menerima hal buruk yang akan terjadi, Saya pun memikirkan segala resiko yang terjadi apalagi dalam menjalin hubungan.
Menurut SMS dari dia, kalau dia mengakui dia salah, dia memilih mendengarkan mulut manis si (AS) dan kata hatinya pun terkalahkan dengan omongan manis. Katanya, hati dan fikirannya saat itu tidak berfikir jernih, terbawa suasana kerenggangan hingga memilih untuk menyudahi.
Hubungan yang kami jalani terasa hambar, tidak ada kenangan yang terkenang dalam atmosfer cinta itu. Katanya sih belum resmi, tau dah apa yang belum resmi, tapi katanya (R) minta putus melalui si (D) . (D) yang nyomblangin kita, lewat perantara dia juga kita putus, katanya si (R).
Tenang (R) itu bukan salah kamu, mungkin kita nggak jodoh dan mungkin ada pasangan yang lebih baik lagi untuk kamu dan untuk Saya. Keputusan yang kamu buat mungkin itu adalah jalan yang terbaik buat kita. Itu terjadi begitu saja, memang mungkin ini jalan yang terbaik.
Finalnya, kita berdua saling berbaikkan dan terimakasih untuk (D) lu memang sahabat terbaik untuk Saya. Perbaikkan antara kita di mulai dari Saya, memang waktu itu terasa canggung, tapi lama – kelamaanjalina pertemanan kita semakin akrab dan sangat asik dan berlanjut sampai sekarang. Thank you so much (R).
Pesan,
Pesan,
Buat pembaca ambillah pelajaran dari setiap kejadian yang kalian hadapi, karena saat itu kita dapat memperbaiki kejadian yang sama di lain waktu. Dan jadilah diri sendiri tidak terpengaruh oleh orang lain, apa yang hati kita pikirkan tentang diri kita itulah diri kita.
The end...